Fungisida Folicur 25 WP Pestisida Ampuh Untuk Petani Atasi Serangan Jamur

Fungisida Folicur 25 WP Pestisida Ampuh Untuk Petani Atasi Serangan Jamur. 081252271859 WA / SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian online yang jual dan menyediakan berbagai sarana dan prasarana pertanian dengan kualitas terbaik serta harga murah. Rev. 5 / 03 / 21.

Fungisida Folicur 25 WP ampuh atasi serangan penyakit akibat jamur pada tumbuhan. Folicur fungisida ampuh dan sudah teruji kualitasnya, sehingga petani tak perlu ragu untuk menggunakan pestisida unggulan Bayer ini.

Jamur Atau Cendawan

Jamur atau cendawan merupakan organisme heterotrof yang tidak menghasilkan makanannya sendiri dan bergantung serta merugikan tanaman lainnya (inang). Organisme ini mampu menyerang hampir seluruh bagian tubuh tumbuhan, mulai dari akar, batang, daun, serta buah.

Pembusukan bisa terjadi pada leher akar tanaman yang baru tumbuh (sedang berkecambah). Akibatnya, leher akar menjadi mengecil sehingga tidak kuat untuk menopang batang tumbuhan. Sementara itu, bagian batang yang mengalami pembusukan lama – lama akan kering, sehingga tumbuhan akan rebah.

Cendawan atau jamur kini menjadi salah satu ancaman nyata pada tanaman. Serangan cendawan bisa menyebabkan infeksi penyakit pada tumbuhan, sehingga kualitasnya menjadi menurun serta lama – lama akan mati.

Kerugian akibat serangan cendawan pada tanaman mampu menimbulkan dampak kerugian dengan nilai mencapai trilyunan rupiah untuk petani dan menurunkan tingkat produktivitas dalam skala nasional mencapai ± 70 persen.

Hal itu menyebabkan beberapa penyuluhan serta pendampingan dilakukan oleh produsen – produsen pestisida, salah satunya adalah Bayer. Bayer Indonesia mendorong penyuluhan serta pendampingan pada petani lalu dilanjutkan dengan penggunaan fungisida pada tanaman, seperti padi, jagung, dll.

Penyebaran cendawan bisa menyebar melalui media air, angin, dan juga hama vector seperti serangga. Serangga yang hinggap pada tanaman berpenyakit akan menyebarkan cendawan ke tumbuhan lainnya.

Faktor lingkungan juga berperan besar dalam penyebaran penyakit akibat jamur. Beberapa contoh faktor tersebut diantaranya yaitu suhu dan tingkat kelembaban lingkungan.

Baca Juga : Tumbuhan Bawang Daun Penghasil Untung

Penyakit Akibat Serangan Cendawan


Penyakit akibat serangan cendawan menjadi salah satu ancaman berbahaya bagi perkembangan tanaman. Karena itu, perlu pengetahuan mengenai penyakit – penyakit akibat serangan cendawan.

Beberapa contoh – contoh penyakit akibat infeksi serangan cendawan yaitu :

·         Bercak Kering

Penyakit bercak kering disebabkan oleh serangan cendawan Alternaria solani. Cendawan ini mampu bertahan pada puing – puing tanaman yang telah terinfeksi dari dalam tanah atau pada tumbuhan inang alternatif.

Tingkat kelembaban tinggi ( > 90 persen) ditambah juga suhu lingkungan hangat (24 – 29° C) akan semakin menambah parah perkembangan jamur Alternaria solani.

Tingkat produksi spora bisa menyebar melalui media seperti angin, percikan air hujan, atau juga irigasi pancur. Ketika Anda memanen umbi dalam kondisi masih berwarna hijau atau dalam kondisi masih basah sangat rentan terhadap infeksi jamur. Jamur ini akan lebih sering menyerang setelah periode curah hujan tinggi.

Gejala serangan penyakit bercak kering umumnya terjadi pada bagian daun, buah, serta batang berumur lebih tua. Bercak berwarna abu – abu hingga coklat muncul pada bagian daun, lalu perlahan – lahan tumbuh secara konsentris di sekitar bagian tengah dengan ciri khas berbentuk mata banteng.

Luka tersebut dikelilingi dengan lingkaran berwarna kuning. Ketika penyakit bercak kering telah berkembang, seluruh bagian daun bisa mengalami klorosis serta gugur / kerontokan parah.

Ketika daun gugur lalu mati, buah menjadi lebih rentan terhadap luka bakar matahari. Bercak dengan jenis sama juga muncul pada bagian batang serta buah. Buah – buah akhirnya membusuk serta terkadang juga berjatuhan.

·         Cacar Daun

Penyakit cacar daun disebabkan oleh infeksi cendawan Exobasidium vexans. Penyakit ini juga bisa menyerang jaringan muda / cabang dan tunas. Cacar daun bisa mengakibatkan penurunan produksi teh antara 20 – 90 persen, sehingga sangat meresahkan petani. Untuk itu, perlu strategi tepat untuk bisa mengatasi penyakit cacar daun.

Gejala serangan penyakit cacar daun awalnya terlihat dari adanya bintik – bintik kecil tembus cahaya, lalu bercak menyebar dengan bagian pusat tidak berwarna yang dibatasi dengan cincin berwarna hijau, dan menonjol ke arah bawah.

Selanjutnya, bercak berubah warna menjadi putih yang mengandung spora. Gejala selanjutnya, pusat bercak berwarna coklat tua, daun menjadi berlubang, lalu akhirnya akan mati.

·         Bercak Ungu

Penyakit bercak ungu disebabkan oleh infeksi cendawan Alternaria porri. Umumnya, penyakit ini sering menyerang tanaman bawang pada musim hujan, meskipun pada beberapa kasus terdapat serangan penyakit bercak ungu pada musim kemarau.

Penyebaran penyakit bercak ungu dibawa oleh media angin. Selain menyerang bawang putih, penyakit ini menyerang pada berbagai jenis tanaman bawang, mulai dari bawang merah, bawang daun, bawang putih, dan juga bawang Bombay.

Gejala serangan penyakit bercak ungu yaitu terdapat bercak kecil , melekuk, dengan warna putih sampai kelabu, apabila membesar bercak tampak bercincin dengan warna keunguan, serta bagian tepi daun terlihat agak kemerahan / keunguan yang dikelilingi warna kuning, dan pada cuaca lembab permukaan bercak berwarna hitam sampai coklat.

·         Bercak Daun

Penyakit bercak daun disebabkan oleh infeksi serangan cendawan Marssonina coronaria. Bercak daun bisa tumbuh dengan maksimal apabila kondisi lingkungan sekitar memiliki kelembaban udara ± 100 persen dan suhu lingkungan sekitar ± 20° C.

Gejala serangan penyakit bercak daun yaitu biasanya terjadi pada daun berumur 4 – 6 minggu setelah pemotongan ranting dan daun yang juga tidak produktif.

Gejala – gejala penyakit bercak daun diantaranya yaitu timbul bercak putih tak beraturan berwarna coklat, bagian permukaan atas daun timbul titik – titik hitam, serta pada daun berumur tua akhirnya rontok.

·         Busuk Batang

Penyakit busuk batang disebabkan oleh infeksi serangan cendawan Helminthosporium sigmoideum. Cendawan ini memiliki kemampuan cukup baik untuk bertahan di dalam tanah serta mampu menginfeksi tumbuhan melalui bagian pangkal batang ketika spora cendawan Helminthosporium mengapung pada permukaan air dan mencapai tumbuhan.

Spora cendawan ini biasanya mampu bertahan pada jerami serta tanah hingga musim tanah berikutnya dan akan mulai menginfeksi tanaman baru. Gejala serangan penyakit busuk batang yaitu pelepah daun berubah warna menjadi gelap, bagian batang juga mengalami infeksi, lalu lama – lama tumbuhan akan mati.

Gejala lainnya yaitu tangkai menjadi lunak serta busuk yang mengeluarkan bau tidak sedap, serta banyak tanaman padi akhirnya rebah serta mudah untuk dicabut.

·         Busuk Upih

Penyakit busuk upih disebabkan oleh serangan cendawan Rhizoctonia sp. Cendawan ini kini menjadi salah satu ancaman serius karena mampu menurunkan tingkat produktivitas tanaman sebesar ± 60 persen.

Pada serangan parah, cendawan Rhizoctania sp. juga mampu menyebabkan kegagalan panen. Jamur ini memiliki tingkat adaptasi cukup baik serta mampu bertahan hidup di dalam tanah dalam waktu cukup lama dalam bentuk berupa sklerotia.

Penyakit busuk upih juga akan semakin cepat perkembangannya apabila diberikan pupuk urea dengan dosis berlebihan. Sinar matahari mampu menekan infeksi akibat cendawan Rhizoctonia.

Gejala serangan penyakit busuk upih yaitu terdapat bercak pada pelepah daun, apabila kondisi menguntungkan maka perkembangan bakteri juga bisa menyerang pada bagian helaian daun.

·         Antraknosa

Penyakit antraknosa disebabkan oleh infeksi cendawan Colletotrichum capsici. Kondisi lingkungan lembab serta basah akan semakin mendukung perkembangannya.

Sampai saat ini, penyakit antraknosa menjadi salah satu momok utama untuk petani karena mampu menyebabkan kerugian cukup besar. Salah satu korban dari penyakit ini adalah cabai.

Cendawan Colletotrichum capsici mampu berkembang pesat dengan tingkat kelembaban diatas 90 % serta suhu dibawah 32° C. Cendawan ini mampu bertahan hidup pada sisa – sisa tanaman atau buah yang telah terinfeksi, serta bisa juga bertahan hidup dalam waktu lama di dalam tanah.

Untuk penularannya, cendawan Colletotrichum mampu menular melalui media seperti percikan air hujan, alat – alat pertanian, hembusan angin, manusia, serta penyemprotan pestisida.

Hampir semua bagian tumbuhan bisa terserang, mulai dari bagian ranting, cabang, daun, serta buah.  Fase serangannya pun beragam, mulai dari fase vegetatif hingga fase generatif.

Gejala serangan penyakit antraknosa yaitu pada bagian buah terdapat tanda bercak melingkar cekung berwarna coklat dengan pusat bercak berwarna coklat muda di sekeliling lingkarannya, lalu bercak tersebut berkembang dan meluas serta menyebabkan buah kering, membusuk, dan akhirnya jatuh.

·         Bercak Daun Cercospora

Penyakit bercak daun cercospora disebabkan oleh infeksi cendawan Cercospora capsici. Bercak daun Cercospora banyak dijumpai pada tanaman cabai. Di Indonesia sendiri, penyakit ini umumnya berkembang baik pada daerah miskin dengan kalium dan nitrogen.

Gejala tanaman terserang penyakit bercak daun cercospora yaitu terdapat bercak – bercak sempit memanjang berwarna coklat kemerahan, serta pada serangan berat terdapat bercak – bercak pada batang, bunga, dan upih daun.

Baca Juga : Timun Zatavy F1 Kualitas Terbaik Untuk Petani Indonesia

Cara Mengatasi Penyakit Akibat Jamur

Untuk mengatasi penyakit akibat jamur, ada berbagai cara yang bisa dilakukan baik secara mekanis, dan kimia. Pengendalian secara mekanis contohnya yaitu dengan menggunakan alat – alat seperti gunting, sabit, dll.

Pengendalian secara kimia bisa Anda lakukan apabila pengendalian secara mekanis dirasa belum terlalu bisa mengatasi penyakit akibat jamur. Cara pengendalian secara kimia adalah menggunakan pestisida jenis fungisida.

Salah satu keunggulan menggunakan fungisida yaitu terbilang cukup mudah dan hasil maksimal, meskipun apabila digunakan dengan dosis berlebihan bisa menimbulkan dampak negatif pada lingkungan sekitar. Karena itu, saat menggunakan fungisida berikan dengan dosis sesuai.

Kali ini, Pertanian Indonesia akan memberikan rekomendasi produk fungisida unggul untuk mengatasi perkembangan penyakit akibat jamur. Produk fungisida itu bernama Folicur 25 WP. Apa itu fungisida Folicur 25  WP ?? Apa saja keunggulan dari produk fungisida Folicur satu ini ??

Fungisida Folicur


Fungisida Folicur 25 WP merupakan salah satu produk pestisida jenis fungisida produksi dari PT Bayer Indonesia. Folicur adalah fungisida sistemik yang memiliki sifat fungitoksik. Fungisida Folicur memiliki bentuk formulasi berupa butiran tepung berwarna putih yang bisa disuspensikan.

Folicur 25 WP memiliki bahan aktif Tebukonazol 25 %. Folicur ini bekerja dengan cara memblok sel jamur yang tengah berkembang sehingga pertumbuhan cendawan menjadi terhambat serta tidak bereaksi lagi terhadap tumbuhan. Bahan aktif ini termasuk salah satu bahan aktif yang ampuh dalam mengatasi serangan jamur / cendawan.

Tanaman – tanaman yang cocok untuk diaplikasikan fungisida Folicur contohnya yaitu tomat, teh, bawang putih, kentang, cabai, bawang merah, tanaman padi, dll.

Fungisida Folicur 25 WP memiliki banyak keunggulan – keunggulan dibandingkan dengan produk – produk pesaing di kelasnya. Contoh keunggulan dari produk fungisida Folicur diantaranya yaitu :

·   Fungisida folicur mampu menekan pertumbuhan proses metabolisme penyakit, sehingga penyakit tidak menyebar ke seluruh tumbuhan

·    Termasuk dalam kelompok fungisida sistemik, sehingga Folicur 25 WP mampu melakukan penetrasi melalui jaringan tanaman

·        Fungisida folicur memiliki spektrum cukup luas

·    Memiliki bahan aktif Tebukonazol yang masih tergolong baru, sehingga fungisida folicur sangat efektif dalam dalam mengatasi penyakit akibat jamur / cendawan

·         Fungisida folicur mampu bekerja secara eradikatif, kuratif, serta protektif

Baca Juga : Tumbuhan Cabe Rawit Si Pedas Kaya Manfaat

Dosis Penggunaan Fungisida Folicur 25 WP

Saat menggunakan fungisida Folicur 25 WP, pastikan Anda memberikannya dengan dosis aplikasi yang sesuai. Untuk dosis penggunaan Folicur 25 WP / dosis Folicur per tangki yaitu berikan dengan dosis sebanyak ± 0,5 – 1 g/l apabila Anda menggunakan tangki berukuran ± 14 liter. Jika Anda menggunakan tangki berukuran ± 17 liter, berikan fungisida folicur dengan dosis sebanyak ± 17 g/l.

Hal – hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggunakan Folicur

Dalam menggunakan pestisida jenis fungisida unggul produk Bayer ini, terdapat beberapa hal – hal yang perlu diperhatikan. Beberapa hal tersebut contohnya yaitu :

·       Baca petunjuk penggunaan Folicur 25 WP terlebih dahulu sebelum mulai mengaplikasikannya pada tumbuhan yang telah terserang penyakit

·        Jauhkan dari jangkauan anak – anak agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan

·        Folicur Bayer tersedia dalam kemasan sachet isi bersih 250 gram

·    Pertanian Indonesia siap mengirim Folicur 25 WP dengan jaminan pasti sampai ke alamat tujuan

Baca Juga : Sayur Buncis Kaya Nutrisi Mudah Dibudidayakan

Demikian artikel berjudul Fungisida Folicur 25 WP Pestisida Ampuh Untuk Petani Atasi Serangan Jamur ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel mengenai fungisida Folicur ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Apabila masih terdapat hal – hal yang masih kurang jelas atau ingin Anda tanyakan langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui layanan chat di laman web kami atau melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Salam sukses dan sampai berjumpa lagi pada artikel lainnya.