Melon Madesta Untungkan Petani Bertanam Buah

Melon Madesta Untungkan Petani Bertanam Buah. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia toko pertanian terpercaya yang menyediakan berbagai macam sarana prasarana pertanian lengkap dan unggul dengan harga murah.

Melon Madesta dari Panah Merah sudah terbukti memberikan hasil berkualitas terbaik. Madesta Cap Panah Merah tersedia dalam harga murah di Pertanian Indonesia. Segera pesan benih melon Madesta F1 harga murah sebelum kehabisan.

Tanaman melon. Siapa yang tidak tau mengenai tanaman buah satu ini ?? Melon merupakan tanaman buah dari suku labu – labuan (Cucurbitaceae).

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daerah Mediterania atau Lembah Panas Persia dimana merupakan daerah perbatasan antara Asia Barat dengan Afrika dan Eropa.

Dari daerah tersebut, melon mulai menyebar secara luas ke Eropa dan Timur Tengah. Di abad ke 14 tanaman ini dibawa oleh Columbus ke Amerika dan dibudidayakan secara luas di TexasColorado, serta California. Lalu, melon terus berkembang ke seluruh penjuru dunia seperti saat ini.

Buah melon memiliki aneka macam warna, seperti hijau, orange, dll. Namun meskipun warna – warnaya berbeda, manfaat yang didapatkan tubuh tetaplah sama.

Beberapa contoh manfaat – manfaat mengkonsumsi buah melon yaitu :

Mengatasi tekanan darah tinggi

Tingginya kandungan kalium serta rendahnya kandungan natrium cocok dikonsumsi oleh penderita hipertensi, sehingga tekanan darah tinggi bisa teratasi

Kesehatan tulang tetap terjaga

Kandungan nutrisi berupa vitamin K, folat, serta magnesium berperan penting dalam kesehatan tulang. Sehingga, tulang bisa tetap terjaga dalam kondisi sehat serta bisa terhindar dari resiko penyakit tulang seperti osteoporosis

Mencegah penuaan dini pada kulit

Kandungan vitamin E, vitamin B, vitamin A, vitamin C, serta vitamin K berperan penting dalam membuat kulit nampak bercahaya dan kesehatan kulit tetap terjaga. Sehingga, kulit tetap dalam keadaan segar dan bisa mencegah proses penuaan dini pada kulit

Mengatasi insomnia

Kandungan senyawa uniquecompound memiliki fungsi yang baik untuk saraf dan mampu menenangkan saraf, sehingga ampuh dalam mengatasi gangguan tidur seperti insomnia

Baca Juga : Jual Pupuk Tunggal Asli Dari Produsen Resmi

Melon Madesta Produk Terpercaya Untuk Petani

Di pasaran Indonesia kini sudah terdapat berbagai macam benih melon berkualitas terbaik yang bisa menjadi pilihan petani. Salah satu produk yang berkualitas terbaik serta cocok digunakan oleh petani adalah benih Madesta F1.

Madesta F1 adalah benih rock melon hibrida berkualitas terbaik dari PT East West Seed Indonesia (Ewindo) dengan merek dagang Cap Panah Merah.

Benih melon Madesta Cap Panah Merah sudah terdaftar di Kementerian Pertanian RI melalui Nomor SK Kementan 094/Kpts/SR.120/D.2.7/8/2016

Madesta Cap Panah Merah memiliki berbagai keunggulan, seperti cukup tahan serangan Gemini virus, cocok dibudidayakan di dataran rendah sampai menengah, mudah terjual ke pedagang maupun konsumen, potensi hasil panen tinggi (± 45 ton per ha), dsb.

Dari keunggulan – keunggulan tersebut, tak mengherankan jika benih Madesta banyak dipilih oleh petani dalam melakukan budidaya tanaman melon. Lalu, bagaimana cara melakukan budidaya melon menggunakan benih Madesta F1 ??

Budidaya Rock Melon Madesta Cap Panah Merah

Keuntungan dari budidaya menggunakan benih rock melon Madesta tergolong cukup menguntungkan. Karena itu, tak salah jika banyak petani buah tergiur untuk membudidayakan Madesta Cap Panah Merah.

Namun, hasil keuntungan tersebut hanya bisa diperoleh jika Madesta Ewindo dibudidayakan secara baik dan benar. Untuk itu, Pertanian Indonesia akan memberikan tahapan cara menanam rock melon Madesta Cap Panah Merah.

Cara menanam melon Madesta Cap Panah Merah yaitu :

Pengolahan Lahan Tanam

Pengolahan lahan tanam harus dilakukan terlebih dahulu. Pertama, bersihkan lahan tanam dari kotoran seperti gulma, kerikil, batu, dll.

Jika lahan tanam sudah bersih, maka olah lahan tanam dengan cara dicangkul atau menggunakan traktor. Olah lahan tanam sampai menjadi gembur.

Jika sudah gembur, buat bedengan pada lahan tanam. Buat dengan ukuran panjang ± 10 – 15 meter serta lebar ± 100 – 120 cm. Jangan lupa berikan jarak antar bedengan sekitar ± 50 – 60 cm.

Berikan juga pupuk dasar pada bedengan. Pertama, berikan pupuk kandang / kompos dengan dosis secukupnya. Setelah itu, berikan pupuk ZA, KCl, serta SP – 36.

Dosisnya masing – masing yaitu sebanyak 375 kg, 375 kg, serta 250 kg. 3 pupuk tersebut dicampur secara merata, lalu berikan pada bedengan secara merata.

Diamkan selama beberapa hari supaya nutrisi yang terdapat dalam pupuk bisa meresap secara sempurna pada bedengan. Setelah beberapa hari, cek pH tanah bedengan.

Apabila pH tanah terlalu asam, aplikasikan kapur pertanian / dolomit agar pH menjadi netral. Berikan dengan dosis secukupnya. Jika sudah, tutupi bedengan menggunakan plastik mulsa.

Bagian berwarna perak menghadap ke bagian atas, sementara bagian berwarna hitam menghadap ke bagian bawah. Diamkan selama ± 2 hari.

Setelah 2 hari, buat lubang tanam pada bedengan. Lubangi menggunakan alat pelubang mulsa. Lubang tanam dibuat sebanyak 2 baris pada setiap bedengan. Berikan jarak antar lubang tanam antar baris sekitar ± 60 cm, serta jarak antar lubang tanam ± 60 cm.

Penyemaian Benih

Agar bisa memperoleh benih berkualitas baik, rendam benih terlebih dahulu selama ± 2 – 3 jam dalam air hangat. Setelah benih direndam selama 2 – 3 jam, lihat kondisi benih.

Jika terdapat benih yang mengapung, segera buang benih yang mengapung tersebut karena kualitasnya kurang baik.

Jika sudah, angkat lalu tiriskan benih yang tidak mengapung. Letakkan pada koran atau kain basah. Diamkan benih yang diletakkan diatas koran / kain basah selama 1 – 2 hari sampai benih mulai berkecambah.

Jaga kondisi kelembaban koran / kain basah. Jika terlihat mulai kering, ciprati dengan air secukupnya sampai terlihat basah. Apabila sudah terlihat lembab, pindahkan benih yang telah tumbuh pada tray semai, lalu masukkan ke dalam tray semai sedalam ± 1 – 2 cm.

Jika sudah muncul 2 – 3 helai daun, maka bibit pun sudah siap untuk dipindahkan menuju lahan tanam.

Baca Juga : Petani Mudah Budidaya Tanaman Menggunakan Benih Varietas Tomat Musim Hujan

Penanaman

Jika bibit sudah memiliki 2 – 3 helai daun, pindahkan bibit ke lahan tanam. Proses ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar terhindar dari terik sinar matahari yang berlebihan, terutama pada siang hari.

Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan secara hati – hati, lalu tutupi lubang tanam dengan menggunakan tanah di sekitarnya. Setelah tertutupi, sirami secukupnya dengan air.

Perawatan

Melakukan proses perawatan / pemeliharaan menjadi salah satu yang harus dilakukan oleh petani ketika melakukan budidaya melon Madesta.

Dengan melakukan proses perawatan, maka perkembangan serta pertumbuhan tanaman melon Madesta bisa tetap terjaga.

Contoh proses perawatan dalam budidaya melon Madesta yaitu :

1. Memasang ajir

Agar tanaman melon Madesta menjadi lebih kuat, buat ajir atau lenjeran. Proses pemasangan ajir sebaiknya dilakukan saat bibit masih berumur muda, yakni berumur sekitar ± 3 hari setelah pindah tanam.

Ajir atau lenjeran dibuat dari bahan kayu atau bambu sepanjang ± 1,5 meter. Selanjutnya, tancapkan ajir secara menyerong pada lahan tanam dengan bagian ujung atas lebih condong kea rah bedengan.

Dengan begitu, ajir terpasang secara menyilang dan membentuk seperti huruf X. Selanjutnya, siapkan juga bambu / kayu dengan ukuran lebih panjang dan letakkan pada persilangan ajir secara horizontal, lalu ikatkan menggunakan tali rafia.

2. Menyulami Bibit

Jika ada bibit yang mati atau tidak tumbuh secara sempurna, segera sulami bibit yang mengalami kerusakan. Sulami bibit yang rusak dengan bibit yang berkualitas.

Proses penyulaman bibit direkomendasikan dilakukan setelah bibit berumur ± 7 hari setelah tanam.

3. Penyiraman

Proses penyiraman bertujuan agar memenuhi nutrisi air untuk tanaman. Dengan mendapatkan nutrisi air yang cukup, tentu pertumbuhan serta perkembangan tanaman menjadi sangat baik.

Lakukan proses penyiraman / pengairan secara rutin setiap pagi serta sore hari, terutama pada musim kemarau. Namun, jika pada musim hujan tidak perlu diberikan penyiraman karena sudah mendapatkan air dari hujan.

4. Penyiangan Gulma

Jika muncul gulma pengganggu, segera lakukan tindakan penyiangan gulma. Lakukan secara rutin agar gulma tidak mengganggu pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

5. Pemberian Pupuk Susulan

Lakukan pemberian pupuk susulan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi melon Madesta. Berikan pupuk susulan pertama saat bibit telah berumur ± 7 hari setelah tanam. Gunakan pupuk NPK dengan dosis konsentrasi sekitar ± 20 g/l air.

Untuk waktu pemupukan kedua, berikan pupuk NPK dengan dosis konsentrasi sekitar ± 40 g/l air. Berikan pada saat tanaman berumur ± 14 hst.

Sementara untuk waktu pemupukan susulan ketiga, berikan saat bibit sudah berumur ± 21 hst. Untuk waktu pemupukan susulan keempat, berikan setelah bibit berumur ± 28 hst.

Baca Juga : Bayam Maestro Murah Untuk Petani

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Meskipun melon Madesta tahan terhadap serangan hama maupun penyakit, namun waspada terhadap ancaman serangan hama serta penyakit tetap harus menjadi prioritas.

Hama serta penyakit selalu menjadi ancaman serius dalam kegiatan budidaya tanaman. Serangan hama serta penyakit selalu menimbulkan kerugian untuk petani karena menimbulkan gangguan bagi pertumbuhan serta perkembangan melon.

Karena itulah, Pertanian Indonesia akan memberikan beberapa contoh penyakit yang patut diwaspadai. Beberapa contoh penyakit tersebut diantaranya seperti :

1. Layu Verticilium

Layu verticilium merupakan penyakit tanaman akibat serangan cendawan Verticillium spp. Patogen ini umumnya menular melalui media tanah yang bisa bertahan pada sisa – sisa tanaman dalam tanah apabila tidak tersedia tanaman inang.

Gejala penyakit layu verticillium contohnya seperti pada daun yang lebih tua menjadi menguning dan terjadi kematian sel, tanaman menjadi layu, jaringan vaskuler menjadi berwarna kecoklatan, dsb.

2. Thrips

Thrips. Petani mungkin sudah sering mendengar kata tersebut. Lalu, hewan apa ini sebenarnya ?? Thrips merupakan hewan serangga berukuran kecil berukuran 1 – 2 mm dengan tubuh berwarna hitam, kuning, dll.

Gejala serangan hama thrips contohnya seperti terdapat bercak – bercak berukuran kecil pada sisi atas daun, pada bagian bawah daun akan terlihat thrips beserta larvanya tinggal bersama dalam kelompok di samping bintik – bintik hitam kotoran mereka.

Daun tanaman yang telah terinfeksi hama thrips menjadi berwarna kuning, layu, cacat serta mengkerut. Selain itu, bunga, daun, serta buah – buahan mengalami deformasi.

3. Bercak Buah Bakteri

Bakteri Acidovorax citrulli merupakan penyebab dari penyakit bercak buah bakteri. Patogen ini umumnya mampu bertahan hidup pada sisa – sisa tanaman di dalam tanah, gulma, serta biji – biji buah yang telah terinfeksi.

Bakteri Acidovorax bisa menyebar melalui beberapa media, seperti misalnya percikan air hujan, peralatan kerja, pakaian kerja, dll.

Selain itu, penyebarannya juga bisa menjadi lebih cepat jika didukung oleh faktor seperti tingkat kelembaban tinggi (± 70 %), dll.

Gejala penyakit bercak buah bakteri pada bibit biasanya bisa diamati pada 5 – 8 hari setelah proses penanaman dilakukan. Umumnya, pada bagian bawah kotiledon terlihat bercak berair dan terkadang juga diikuti rebah kecambah.

Pemanenan

Potensi hasil panen melon Madesta berkisar sekitar ± 45 ton per ha. Untuk waktu pemanenannya, biasanya buah sudah bisa dipanen setelah berumur ± 68 hari setelah pindah tanam.

Jika buah melon orange Madesta sudah menunjukkan tanda – tanda siap panen, maka proses pemanenan bisa dilakukan. Ciri – ciri buah melon Madesta yang sudah siap panen yaitu aroma buahnya telah tercium kuat serta serat – serat jala sudah terlihat jelas serta kasar.

Waktu pemanenan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Untuk memanen, pertama potong tangkai buah menggunakan pisau dan sisakan tangkai sepanjang 2 cm. Pastikan agar tangkai dipotong membentuk huruf T.

Hal tersebut dimaksudkan supaya tangkai buah serta 2 sisi bagian atasnya tetap utuh. Jika proses pemanenan telah selesai, kumpulkan buah yang telah dipetik menjadi satu dan sortir. Buah pun sudah siap untuk dipasarkan. 

Baca Juga : Cabai Merah Terlengkap Unggulan Bagi Petani

Nah, itulah dia cara budidaya melon Madesta secara baik dan benar. Benih melon Madesta Cap Panah Merah bisa dibeli di Pertanian Indonesia dalam kemasan sachet berisi 400 butir. Mungkin Anda tertarik membeli benih Madesta dan membudidayakannya ??

Demikianlah artikel bertema melon Madesta ini saya tulis serta sampaikan kepada Anda semua. Semoga saja bisa memberi banyak manfaat untuk seluruh pembaca.

Jika masih ada hal – hal kurang jelas dari artikel berjudul Melon Madesta Untungkan Petani Bertanam Buah ini, segera hubungi Pertanian Indonesia melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Sampai jumpa dan salam sukses.