Amistartop Untuk Bawang Merah Atasi Penyakit Akibat Jamur

Amistartop Untuk Bawang Merah Atasi Penyakit Akibat Jamur. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia ialah toko pertanian online terpercaya yang menyediakan aneka macam sarana prasarana tani kualitas terbaik dengan kualitas original dengan harga terjangkau.

Amistartop 325 SC telah teruji mampu mengatasi penyakit bawang merah akibat infeksi jamur. Kandungan bahan aktif di dalam Amistartop cocok diaplikasikan karena tergolong ampuh. Amistartop fungisida terbaik untuk petani bawang merah.

Bawang merah (Allium cepa L.) ialah tanaman sayur yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari. Umumnya, pemanfaatan bawang merah sebagai bumbu dapur.

Tanaman bawang merah merupakan tanaman asli dari Pakistan dan India. Namun, sebagian literatur juga menyebutkan bahwa tanaman ini berasal dari Mediterania serta Asia Tenggara.

Berdasarkan penelusuran peneliti, bawang merah tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan oleh manusia.

Hal itu bisa dibuktikan pada zaman I dan II Dinasty (3200 – 2700 SM) dimana Bangsa Mesir sudah melukiskan bawang merah pada tugu – tugu serta patung – patung buatan mereka.

Sedangkan, di Israel tanaman ini telah dikenal sejak tahun 1500 SM. Sementara, pada catatan Yunani kuno, bawang merah sudah dibudidayakan sejak 4000 tahun lalu.

Sementara itu, di kawasan SpanyolEropa Barat, serta Eropa Timur tanaman ini sudah dibudidayakan sejak 1000 tahun lalu serta terus menyebar ke daratan Amerika. Selanjutnya, bawang merah terus berkembang sampai ke Asia Selatan.

Sampai saat ini, bawang merah tergolong sebagai salah satu komoditas hortikultura yang menjadi prioritas Dirjen Hortikultura Kementan dalam upaya pengembangan menjadi lebih baik.

Beberapa alasan mengapa bawang merah cukup diprioritaskan yaitu :

Harganya tergolong sangat fluktuatif serta menjadi salah satu komoditas penyumbang sebagian besar inflasi

Meningkatnya permintaan kebutuhan bawang merah di masa depan

Menjadi sumber pendapatan untuk banyak petani

Dari alasan tersebut, tentu saja Kementan sangat memprioritaskan bawang merah untuk terus dikembangkan.

Baca Juga : Zatavy F1 Murah Cocok Untuk Petani Tanam

Dengan begitu, diharapkan dalam beberapa tahun mendatang Indonesia bisa swasembada bawang merah.

Manfaat Bawang Merah Untuk Tubuh

Bawang merah memiliki banyak kandungan nutrisi bermanfaat untuk tubuh. Dengan banyaknya kandungan nutrisi tersebut, maka jika dikonsumsi dalam jumlah cukup akan memberikan manfaat untuk tubuh secara optimal.

Beberapa contoh manfaat bawang merah yang bisa didapatkatkan ketika mengkonsumsinya yaitu :

Mengontrol diabetes

Diabetes jadi salah satu penyakit yang banyak diidap oleh banyak orang. Karena itu, bawang merah sangat dikonsumsi untuk penderita diabetes. Kandungan flavonoid di dalamnya mampu mengatasi diabetes, sehingga sangat baik untuk penderita diabetes.

Mencegah tingkat infeksi penyakit

Kandungan protein berperan besar dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan begitu, maka penyakit tak bisa mudah menyerang tubuh. 

Menjaga kesehatan rambut

Kandungan sulfur di dalam bawang merah mampu membantu produksi jaringan kolagen yang berperan dalam pertumbuhan rambut, sehingga mampu menjaga kesehatan rambut.

Menyehatkan otak

Kandungan folat di dalam bawang merah mampu berkontribusi dalam menyehatkan otak, seperti meningkatkan kondisi kesehatan mental serta emosional.

Ancaman Penyakit Akibat Infeksi Jamur Pada Bawang Merah

Dari manfaat diatas, tentu menjadikan bawang merah sangat memiliki prospek menjanjikan ke depannya. Maka, petani ataupun hobbies tak perlu ragu dalam melakukan budidaya bawang merah.

Proses budidayanya sama seperti budidaya tanaman pada umumnya. Mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, pemanenan, dll.

Seperti penjelasan sebelumnya, pengendalian hama penyakit merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan.

Meskipun benih bawang merah yang akan Anda gunakan memiliki ketahanan terhadap hama penyakit tertentu, ancaman tersebut selalu mengintai. Terutama, jika tidak dipelihara secara baik.

Salah satu penyebab umum terjadinya serangan penyakit pada bawang merah adalah infeksi jamur. Beberapa contoh penyakit bawang merah akibat infeksi cendawan yaitu :

Embun Bulu

Embun bulu atau Downy mildew disebabkan oleh serangan cendawan Peronospora destructor. Cendawan Peronospora destructor bisa bertahan hidup secara baik pada sisa – sisa tanaman inang maupun berkecambah dengan cepat.

Untuk penyebarannya, spora patogen ini bisa menyebar melalui media angin. Tingkat infeksinya akan semakin tinggi apabila didukung oleh banyak faktor pendukung, seperti rendahnya suhu di malam hari serta lembabnya kondisi udara.

Oleh karena itu, penyakit embun bulu bersifat tular tanah, tular udara, serta tular bibit, khususnya jika sistem drainase buruk serta lahan basah.

Dalam kondisi lembab, curah hujan tinggi atau berkabut, cendawan akan membentuk massa spora berjumlah sangat banyak serta terlihat sebagai bulu – bulu halus berwarna ungu yang menutupi daun bagian luar serta umbi.

Gejala lebih jelas terlihat apabila daun basah terkena embun. Apabila infeksi terjadi saat awal pertumbuhan, tanaman yang terserang masih bisa bertahan hidup walaupun pertumbuhannya terhambat serta bagian daun berwarna hijau pucat.

Bercak infeksi pada daun bisa menyebar di bagian bawah daun sampai mencapai umbi lapis, lalu menjalar ke seluruh lapisan. Akibatnya, umbi menjadi berwarna coklat.

Serangan lanjut akan menyebabkan bagian umbi membusuk, tetapi lapisan luarnya mengering serta berkerut, daun layu dan mengering, serta sering dijumpai anyaman miselia berwarna hitam.

Gejala lokal umumnya berupa infeksi sekunder yang menyebabkan bercak bercak pada daun dengan bentuk lonjong dan berwarna pucat.

Antraknosa

Penyakit antraknosa tergolong banyak menginfeksi tanaman baik dari buah – buahan maupun sayur – sayuran.

Baca Juga : Jual Polybag Cap Jempol Kualitas Terjamin

Antraknosa atau patek bawang merah disebabkan oleh serangan jamur Colletotrichum gloesporiodes.

Patogen ini bisa bertahan hidup pada sisa – sisa tanaman, biji, serta tanah selama 4 tahun. Ada 2 cara infeksi yang bisa terjadi ketika menginfeksi tanaman baru.

Infeksi primer umumnya terjadi saat spora terbawa tanah atau spora menginfeksi bibit selama proses perkecambahan dan tumbuh secara sistemik dalam jaringan.

Dalam kasus lainnya, spora terciprat ke daun bagian bawah melalui perantara tetesan air hujan dan mulai menginfeksi bagian atas.

Untuk infeksi sekunder mulai terjadi saat spora yang dihasilkan di dalam daun atau lesi buah menyebar melalui media hujan, embun, serangga penghisap, ataupun pekerja lapangan.

Suhu dingin sampai hangat (20 – 30° C), tanah ber pH tinggi, curah hujan tinggi, daun basah berkepanjangan, serta lebatnya kanopi akan semakin mendukung perkembangan penyakit antraknosa.

Gejala antraknosa diawali dengan kemunculan lesi berwarna abu – abu sampai coklat di  bagian batang, daun, polong, ataupun buah.

Bintik – bintik tersebut bisa memiliki bentuk oval, lingkaran, ataupun tak beraturan dengan bagian tepi berwarna cooklat tua, kemerahan, serta keunguan.

Saat kondisi cuaca menguntungkan, bintik – bintik  tersebut menjadi lebih banyak, membesar, lalu menyatu dan berubah menjadi berwarna coklat tua dan hitam di dalam prosesnya.

Bagian pusatnya secara berangsur – angsur menjadi berwarna keabu – abuan, serta ketika fase selanjutnya kemungkinan menunjukkan bintik – bintik berukuran kecil yang tersebar.

Ketika lebih parah, daun menjadi layu, kering, dan rontok, sehingga menyebabkan tanaman mengalami defoliasi dini.

Di bagian batang, lesi memanjang, berbentuk cekung berwarna kecoklatan. Ketika membesar lesi bisa mengelilingi pangkal batang, sehingga mengakibatkan tanaman layu.

Layu Fusarium

Penyakit layu fusarium mampu menyerang banyak tanaman, tak terkecuali dengan bawang merah. Layu fusarium adalah penyakit akibat serangan cendawan Fusarium oxysporum.

Penyakit layu fusarium berkembang di bagian dalam jaringan transportasi tanaman, sehingga berpengaruh terhadap pasokan unsur hara dan air.

Proses infeksi bisa terjadi secara langsung melalui ujung akar, atau bisa juga melalui luka pada akar. Setelah berhasil menginfeksi suatu area, selama beberapa tahun patogen cendawan Fusarium akan tetap aktif.

Di beberapa kasus, tanaman yang terserang menunjukkan tanda – tanda layu bahkan ketika masih muda dengan menguningnya daun. Untuk tanaman dewasa, muncul sedikit tanda – tanda layu pada beberapa bagian.

Tanda – tanda tersebut paling umum terjadi ketika selama jam – jam terpanas dalam satu hari. Daun lalu menguning, terkadang hanya satu sisi saja.

Bercak Ungu

Infeksi jamur Alternaria porri adalah penyebab dari penyakit bercak ungu. Cendawan ini bertahan hidup pada sisa – sisa tanaman terinfeksi atau di sekitar permukaan tanah.

Spora dari patogen Alternaria porri menginfeksi tanaman melalui banyak media, seperti percikan air hujan, air irigasi, angin, dll.

Penyakit bercak ungu akan semakin parah jika didukung oleh banyak faktor, seperti tingkat kelembaban tinggi (80 – 90 %), serta suhu lingkungan berkisar 21° – 30° C.

Gejala penyakit bercak ungu biasanya tergantung dengan tingkat kelembaban lingkungan sekitar. Munculnya bintik – bintik kecil, tak beraturan, berbentuk cekung dan berwarna keputihan pada daun serta tangkai bunga lebih tua.

Seiring berjalannya waktu, bercak – bercak ini bisa menyebar sampai beberapa sentimeter serta mempunyai batas berwarna kekuningan.

Lesi bisa menyatu dan mengelilingi daun ataupun tangkai bunga, mengakibatkan layu serta kematian. Bagian umbi juga bisa terserang, terutama pada bagian leher apabila terluka saat dipanen.

Baca Juga : Benih Jagung Hibrida Umur Pendek Buat Petani Untung

Amistartop Untuk Bawang Merah Atasi Penyakit Akibat Jamur

Untuk mengatasi ancaman penyakit akibat jamur, petani bawang merah bisa melakukan berbagai cara. Satu cara praktis yang bisa digunakan oleh petani ialah menggunakan produk fungisida berkualitas.

Di kalangan petani sendiri, sudah banyak beredar produk – produk fungisida untuk petani gunakan. Salah satu contoh fungisida yang cocok diaplikasikan pada bawang merah adalah Amistartop 325 SC.

Amistartop 325 SC ialah produk fungisida berkualitas terbaik hasil produksi PT Syngenta IndonesiaFungisida Amistartop produk unggulan dari Syngenta ini sudah terbukti kualitasnya dan banyak dipergunakan oleh petani Indonesia.

Amistartop fungisida memiliki 2 macam bahan aktif, contohnya yaitu Azoksistrobin 200 g/l dan Difenokonazol 125 g/l.

Amistartop obat jamur terbaik produk unggulan Syngenta bentuk formulasinya berupa pekatan cair berwarna kuning muda serta mudah larut bersama air.

Fungisida Amistartop selain berfungsi sebagai fungisida juga berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan serta hasil panen tanaman.

Syngenta Amistartop dari data Kementan RI sudah memiliki ijin resmi melalui nomor pendaftaran RI. 01020120052228. Mengapa petani harus memilih produk Amistartop ?? Karena produk dari Syngenta ini memiliki banyak keunggulan.

Keunggulan yang dimiliki oleh obat jamur Amistartop diantaranya yaitu :

Bentuk formulasinya berupa pekatan cair

Memiliki 2 bahan aktif yang sangat efektif dalam pertumbuhan tanaman

Mempunyai spektrum luas dengan dosis penggunaan rendah, sehingga lebih ekonomis

Bekerja secara sistemik, sehingga penyakit yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan bisa terkendali

Amistartop dilengkapi juga dengan zat pengatur tumbuh, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman

Kualitas hasil panen menjadi lebih baik

Dosis Aplikasi Amistartop Untuk Bawang Merah

Pengaplikasian Amistartop untuk bawang merah perlu diberikan dengan tepat dosis dan tepat cara aplikasi supaya tidak memberikan efek negatif.

Karena itu, mempunyai pengetahuan mengenai dosis serta cara aplikasinya pada bawang merah tentu sangat penting.

Pertama, larutkan pekatan di dalam air. Hasil pencampuran ini tidak akan menimbulkan endapan, sehingga akan lebih efektif. Masukkan ke dalam alat semprot, lalu semprotkan pada semua bagian tanaman.

Untuk dosisnya yaitu sebanyak 0,5 – 1 ml per liter atau sekitar 10 – 15 ml per tangki berukuran 15 liter air. Waktu penyemprotan direkomendasikan dilakukan ketika pagi atau sore hari dan berikan interval penyemprotan setiap 1 minggu sekali.

Jika pengaplikasian dilakukan sesuai cara dan dosis, maka hasil produksi yang didapatkan bisa optimal. Petani pasti akan merasa bahagia dan keuntungan bisa diraup secara maksimal.

Hal – Hal Penting Tentang Tentang Amistartop Untuk Bawang Merah

Ketika mengaplikasikan Amistartop pada bawang merah, petani harus memperhatikan beberapa contoh hal – hal penting. Contoh hal – hal penting tersebut diantaranya adalah :

Terlebih dahulu baca petunjuk pengaplikasian fungisida Amistartop sebelum mulai diaplikasikan untuk bawang merah

Jauhkan Amistartop untuk bawang merah dari jangkauan anak – anak kecil agar tak terjadi hal – hal tak diinginkan

Aplikasikan Amistartop untuk bawang merah dengan menggunakan prinsip tepat waktu dan dosis

Ketika melakukan penyemprotan fungisida Amistartop, gunakan APD lengkap (sepatu, pakaian pelindung, sarung tangan, masker, kacamata, dll) untuk melindungi tubuh

Harga Amistartop untuk bawang merah yang Pertanian Indonesia jual terjamin murah dan kualitasnya original dari produsen

Simpan di tempat aman dan terlindung supaya lebih tahan lama

Toko tani Pertanian Indonesia menyediakan produk Amistartop 325 SC dari Syngenta murah secara online

Jual Amistartop Untuk Bawang Merah Di Pertanian Indonesia

Baca Juga : Folicur Bayer Pestisida Terbaik Bagi Petani

Pertanian Indonesia adalah sahabat petani dalam memperoleh berbagai kebutuhannya, termasuk Amistartop 325 SC.

Kami jual Amistartop Syngenta kualitas original dengan harga kompetitif. Selain itu, toko pertanian terdekat Pertanian Indonesia juga menyediakan solusi jitu untuk petani yang memerlukan edukasi mengenai pertanian.

Kami punya banyak tips dan trik tentang pembudidayaan maupun perlindungan terhadap tanaman, termasuk juga bawang merah.

Pertanian Indonesia menyediakan fungisida Amistartop kemasan botol netto 250 ml, 100 ml, dan 50 ml. Kami siap kirim ke alamat tujuan pesanan dan dijamin pasti sampai ke alamat tujuan.

Nah, itulah dia sekilas artikel dari Pertanian Indonesia tentang produk Amistartop. Jika pembaca tertarik, Anda bisa membelinya melalui laman produk Amistartop 325 SC.

Demikianlah artikel berjudul Amistartop Untuk Bawang Merah Atasi Penyakit Akibat Jamur ini kami tulis untuk semua pembaca.

Semoga memberikan banyak manfaat dan dampak positif untuk semua pembaca setia artikel Pertanian Indonesia. Semoga selalu sukses dan sampai bertemu lagi dengan kami pada kesempatan selanjutnya.