Cabrio Untuk Cabe Solusi Ampuh Atasi Penyakit Cabai Akibat Jamur

Cabrio Untuk Cabe Solusi Ampuh Atasi Penyakit Cabai Akibat Jamur. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia ialah toko pertanian pilihan konsumen dalam mendapatkan aneka ragam sarana prasarana tani lengkap.

Fungisida Cabrio untuk cabe cocok untuk basmi jamur penyebab penyakit tanaman. Cabrio Top 60 WG fungisida terbaik dengan berbagai keunggulan. Rasakan sendiri manfaat penggunaan fungisida Cabrio Top 60 WG sekarang juga.

Cabai merupakan tanaman hortikultura dari genus Capsicum yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tentu masyarakat Indonesia sudah tak asing dengan tumbuhan ini karena banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari.

Cabe (Capsicum annuum) masih satu keluarga dengan tomat dan paprika. Tanaman ini memiliki jenis, ukuran, warna, serta tingkat kepedasan berbeda – beda seperti cabe rawit, cabe keriting, cabe merah, dll.

Tumbuhan dari genus Capsicum merupakan tumbuhan asli dari Benua Amerika, lalu dibawa masuk bersama dengan 2000 jenis tumbuhan lainnya di abad ke 16 oleh pelaut Spanyol serta Portugis ke Negara – Negara Asia Tenggara.

Banyak orang Indonesia menyukai cita rasa makanan pedas yang dihasilkan dari cabai. Bahkan, mereka beranggapan bahwa tidak mengkonsumsi makanan pedas maka akan seperti ada yang kurang.

Selain cita rasa cabai yang khas, di dalam cabai terkandung aneka ragam nutrisi bermanfaat untuk tubuh. Nutrisi – nutrisi tersebut tentu saja sangat berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh.

Beberapa manfaat tersebut diantaranya seperti :

Mengatasi nyeri sendi

Zat capsaicin dalam cabe mampu merangsang tubuh dalam melepaskan hormon endorfin dalam tubuh. Bekerja sama dengan reseptor rasa sakit, sensasi panas dari cabai mampu membantu membuat ujung syaraf berhenti mengirim sinyal rasa sakit, misalnya seperti nyeri sendi.

Baca Juga : Gandasil B Untuk Bawang Merah Pupuk Terbaik Untuk Petani

Kesehatan jantung tetap terjaga

Kandungan kaliumasam folatvitamin B6, serta beta karoten mampu membuat kondisi jantung tetap prima. Sehingga, kesehatan jantung pun tetap terjaga.

Sistem kekebalan tubuh menjadi meningkat

Di dalam cabe terkandung vitamin C yang mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh, maka tubuh pun selalu dalam kondisi prima.

Mencegah penuaan dini

Di dalam cabe terkandung vitamin A serta vitamin C yang berperan penting dalam melawan penuaan dini, seperti keriput maupun garis – garis halus. Kecantikan tubuh pun bisa terus dijaga.

Kesehatan mata tetap terjaga

Kandungan zat lutein dalam cabe mampu mencegah mata rusak akibat proses penuaan, seperti misalnya katarak, degenerasi makula, dll. Kesehatan mata pun tetap terjaga dan selalu berkondisi prima.

Sederet manfaat diatas tentu sudah menunjukkan betapa penting keberadaan tanaman cabe di Indonesia. Ditambah lagi, cabe sendiri termasuk dalam komoditas hortikultura yang tergolong cukup menjanjikan.

Tak hanya menjadi bahan bumbu utama, cabai juga banyak diolah menjadi aneka ragam olahan dengan nilai ekonomi tinggi. Hal tersebutlah yang menjadikan tantangan tersendiri bagi pelaku agro industri, agrobisnis maupun petani.

Penyakit Tanaman Cabe Akibat Serangan Jamur

Dengan nilai ekonomi yang tergolong tinggi, maka tak heran banyak petani melakukan budidaya cabe. Namun tentu melakukan budidaya cabe tak bisa sembarangan karena mulai dari awal proses pembudidayaan perlu dilakukan secara baik dan benar.

Ditambah lagi, kendala seperti serangan penyakit tentu tak bisa diremehkan begitu saja. Sudah banyak kasus memperlihatkan betapa berhayanya contoh ancaman satu ini.

Penyebab serangan penyakit pada tanaman cabe ada beberapa macam. Serangan jamur menjadi salah satu penyebab penyakit pada tanaman cabe.

Cendawan menimbulkan gangguan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe, oleh karena itu harus segera dibasmi supaya cabe bisa tumbuh dengan baik.

Tentu saja, selain itu memiliki pengetahuan tentang penyakit akibat jamur sangatlah penting. Oleh karena itu, Pertanian Indonesia akan memberikan beberapa contoh penyakit tanaman cabe akibat serangan jamur.

Beberapa contoh penyakit tersebut diantaranya seperti :

Embun Tepung

Embun tepung disebabkan oleh infeksi cendawan Leveuillula taurica. Namanya berasal dari salah satu gejala serangan embun tepung, dimana masssa jamur putih di bagian bawah daun berkumpul dan terlihat seperti semacam “serbuk tepung”.

Kondisi optimal bagi perkembangan penyakit embun tepung yaitu lingkungan tidak mendapatkan sinar metahari secara langsung dengan suhu hangat sekitar ± 15 °C – 32° C.

Penularan embun tepung biasanya melalui media angin / udara (airborne) dan tanaman yang ternaungi umumnya lebih udah terinfeksi penyakit embun tepung.

Gejala serangan penyakit embun tepung berawal dari daun bawah lalu menyebar terus ke daun berumur muda (ke bagian atas). Gejala selanjutnya yaitu daun mengeriting ke atas dan terlihat jelas pertumbuhan cendawan berwarna putih di bagian bawah daun.

Bercak kuning yang muncul pada daun berkembang menjadi nekrotik lalu akhirnya daun gugur. Pada serangan parah, tanaman akan terlihat gundul karena hampir semua bagian rontok / gugur.

Baca Juga : Fungisida Dicampur Kalsium Suburkan Tumbuhan

Antraknosa

Penyakit antraknosa disebabkan oleh infeksi cendawan Colletotrichum gloeosporioides. Patogen ini mampu menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman.

Jamur Colletotrichum biasanya banyak hidup pada bagian ranting dan daun. Di awal musim hujan cendawan ini banyak memproduksi spora kecil dan menyebar melalui percikan air hujan serta air irigasi.

Cendawan Colletotrichum biasanya bertahan hidup di sekitar serta di dalam biji, pada sisa – sisa tanaman maupun inang alternatif.

Infeksi buah bisa terjadi dalam suhu 10° C – 30° C, sementara suhu optimal untuk perkembangan penyakit antraknosa. Berkisar pada suhu 23° C – 27° C.

Gejala antraknosa bisa terlihat dengan kemunculan luka melingkar atau bersudut basah pada buah selanjutnya menjadi lebih lunak serta sedikit cekung.

Bagian tengah luka memiliki warna coklat atau oranye lalu mengalami perubahan warna menjadi hitam, sementara jaringan di dekatnya warnanya lebih terang. Sebagian besar permukaan buah juga bisa tertutupi oleh luka tersebut.

Cincin konsentris juga sering ditemukan pada bintik – bintik buah. Buah hijau mengalami infeksi secara tersembunyi serta tak menunjukkan gejala apa – apa sampai buah matang.

Gejala pada daun serta batang muncul sebagai bintik – bintik kecil berwarna abu – abu kecoklatan dan bagian tepi berwarna coklat tua. Di akhir musim, buah yang sudah matang membusuk dan cabang juga mengalami mati pucuk.

Bercak Daun Cercospora

Infeksi cendawan Cercospora capsici menjadi penyebab penyakit bercak daun Cercospora. Penyakit bercak daun Cercospora banyak memberikan gangguan bagi perkembangan dan pertumbuhan banyak tanaman, tak heran banyak petani kewalahan menghadapi penyakit ini.

Cendawan Cercospora menyebar melalui media udara. Serangan penyakit bercak daun Cercospora biasanya banyak terjadi pada musim hujan. Perkembangan penyakit ini akan semakin didukung oleh faktor kelembaban serta curah hujan tinggi.

Gejala serangan bercak daun Cercospora bermula dengan kemunculan bercak kecil berbentuk bulat serta kering berdiameter ± 0,5 cm pada daun.

Bagian pusat bercak berwarna pucat sampai putih, sementara bagian tepi warnanya lebih tua. Bercak – bercak tersebut secara perlahan – lahan akan membesar. Daun pun akhirnya akan menguning lalu akhirnya rontok.

Selain itu, batang serta tangkai buah juga bisa terinfeksi. Gejala awal terjadinya serangan pada bagian ranting serta buah yaitu terdapat bercak berukuran kecil sedikit berlekuk berwarna kehitam – hitaman, lalu seiring perkembangannya bercak kecil tersebut meluas serta membentuk lingkaran konsentris.

Gejala selanjutnya pada cabang serta ranting yaitu ranting mengering lalu akhirnya mati. Sementara itu, gejala pada buah berawal dengan kemunculan bercak kecil kehitam – hitaman dan sedikit berlekuk, lalu meluas dan membentuk lingkaran konsentris.

Serangan lebih lanjut pada bagian buah akan membuat buah berkerut, kering, serta membusuk.

Busuk Batang

Penyakit busuk batang disebabkan oleh serangan cendawan Phytophthora capsici. Patogen ini mampu menyerang banyak bagian tanaman cabai, seperti akar, batang, cabang, ranting, pucuk, daun, serta buah cabe.

Serangan paling berbahaya dari cendawan Phytophthora capsici biasanya terjadi apabila menyerang pangkal batang dan akar.

Penyebaran spora jamur Phytophthora bisa menyebar melalui media hewan, alat – alat pertanian, air drainase, udara / angin, manusia, dll.

Baca Juga : Benih Buncis Logawa Hasilkan Keuntungan Berlipat

Gejala busuk batang berawal dengan kemunculan bercak kecil berwarna coklat kehitaman yang meluas sampai sekeliling batang tanaman cabai. Kulit batang yang telah terserang membusuk, apabila disentuh terkesan lunak dan mudah terkelupas.

Selain itu, terkadang pada area yang telah terinfeksi terdapat semacam bulu – bulu halus berwarna putih. Ditambah lagi, serangan penyakit busuk batang juga bisa terjadi pada bagian pangkal batang sampai akar tanaman.

Gejalanya yaitu pada bagian pangkal batang membusuk serta lunak, akar membusuk, lunak, serta berwarna kecoklatan.

Gejala – gejala tersebut juga sering terjadi pada bagian ranting, cabang, serta pucuk tanaman cabe. Di bagian atas area terserang akan layu, mengering, lalu akhirnya mati.

Cabrio Untuk Cabe Solusi Terbaik Untuk Petani Cabai

Dari adanya berbagai penyakit akibat jamur diatas, tentu saja petani perlu melakukan tindakan pengendalian secara tepat agar bisa terkendali.

Ada beberapa cara tepat untuk mengatasi hal tersebut, salah satu caranya ialah menggunakan produk fungisida kualitas unggulan. Di pasaran Indonesia sendiri, sampai sekarang telah banyak beredar produk fungisida terbaik untuk tanaman cabe.

Agar petani lebih mudah mendapatkan fungisida untuk tanaman cabe, Pertanian Indonesia akan merekomendasikan salah satu fungisida terbaik yang bisa petani gunakan yakni Cabrio Top 60 WG.

Cabrio Top 60 WG merupakan fungisida berkualitas unggulan hasil produksi dari PT BASF Indonesia. Fungisida Cabrio BASF produk obat jamur berkualitas dengan formulasi butiran. Bahan aktif Cabrio Top yaitu piraklostrobin 5 % dan metiram 55 %.

Fungisida sekaligus zpt produk BASF ini sudah memiliki kualitas unggulan dan banyak dipercaya petani. Produsen penghasilnya pun sudah memiliki reputasi terpercaya di Indonesia, sehingga produk Cabrio sudah tak perlu diragukan kualitasnya.

Cabrio untuk cabe memiliki beragam keunggulan, seperti misalnya :

Cabrio mampu bekerja secara baik di musim kemarau dan musim hujan

Cabrio tidak menyebabkan resistensi silang

Cabrio Top 60 WG memiliki efek residual lebih baik

Bentuk formulasi Cabrio lebih baik, dimana lebih mudah larut bersama air

Cabrio Top berdaya kerja luas

Cabrio Top 60 WG perpaduan dari fungisida sistemik dan kontak (translaminar), sehingga lebih efektif

Keunggulan – keunggulan tersebut tentu akan semakin memudahkan petani dalam menghadapi ancaman penyakit akibat infeksi jamur.

Dosis Aplikasi Cabrio Untuk Cabe

Untuk menggunakan Cabrio pada tanaman cabai, tentu harus menggunakan dosis serta cara pengaplikasian secara tepat.

Dengan mengaplikasikan dosis serta cara pengaplikasian yang tepat, maka tentu penyakit akibat serangan jamur bisa segera terkendali.

Pengaplikasian Cabrio untuk cabe bisa dilakukan dengan cara penyemprotan. Dosis yang diaplikasikan yaitu sebanyak 0,75 – 1 g/l.

Lakukan pengaplikasian Cabrio dan berikan interval setiap 2 minggu sekali sebagai perlindungan tanaman. Namun, apabila tumbuhan sudah terserang berikan interval aplikasi setiap 4 hari sekali.

Ketika mengaplikasikan Cabrio untuk cabe ini, tentu ada beberapa hal – hal penting untuk diperhatikan. Pertama, tentu saja baca terlebih dahulu petunjuk pemakaian fungisida Cabrio sebelum mulai diaplikasikan.

Kedua, aplikasikan dengan cara yang direkomendasikan yakni penyemprotan volume tinggi. Dengan menggunakan cara tersebut tentu saja hasilnya akan lebih maksimal.

Ketiga, bahan aktif Cabrio merupakan bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu, pastikan untuk menjauhkannya dari jangkauan anak – anak kecil agar tidak terhisap dan tertelan.

Baca Juga : AB Mix Nutrisi Hidroponik Terbaik

Keempat, saat mengaplikasikan Cabrio pastikan menggunakan peralatan pengaman lengkap (masker, kacamata, sepatu boot, sarung tangan, dll). Hal tersebut bertujuan supaya tubuh tetap terlindung saat mengaplikasikan Cabrio untuk cabe.

Dengan memperhatikan cara pengaplikasian Cabrio diatas, tentu nantinya petani akan mendapatkan hasil optimal. Pertumbuhan cabai sempurna dan hasil panen pun kualitasnya akan baik.

Jual Cabrio Untuk Cabe Harga Murah Di Pertanian Indonesia

Dengan aneka keunggulan dari Cabrio Top 60 WG, maka tak salah jika Pertanian Indonesia jual fungisida produk BASF ini untuk petani. Pertanian Indonesia jual Cabrio Top 60 WG untuk atasi serangan patogen jamur penyebab penyakit tanaman.

Cabrio Top 60 WG tersedia di Pertanian Indonesia dengan kualitas original dari produsen BASF. Fungisida Cabrio dijual harga murah dalam kemasan sachet netto 250 gram dan 500 gram. 

Nah, itulah dia sekilas uraian tentang fungisida Cabrio untuk cabe. Jika Anda tertarik dengan obat jamur Cabrio produk BASF ini, segera hubungi Pertanian Indonesia melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS) dan pesan  sekarang juga.

Demikianlah artikel Cabrio Untuk Cabe Solusi Ampuh Atasi Penyakit Cabai Akibat Jamur ini kami sampaikan kepada semua pembaca. Semoga bisa bermanfaat dan berdampak positif untuk Anda semua. Sukses selalu dan sampai berjumpa lagi pada kesempatan selanjutnya.