CARA BUDIDAYA SELADA YANG BAIK DAN BENAR

Budidaya selada merupakan budidaya tanaman sayuran biasa ditanam di iklim sedang maupun tropik. Benih selada berkualitas dengan harga murah bisa dibeli di toko Pertanian Indonesia ( SMS / WA : 0812 - 5227 - 1859 ). Budidaya selada  biasa dipilih petani adalah jenis selada Lactuca sativa, merupakan tumbuhan asli lembah dari bagian timur Laut Tengah.

Jenis Selada lactuca ( lectus ) dikonsumsi pada daunnya karena segar dan bertekstur lunak  saat dimakan. Selada dikonsumsi daunnya banyak dimanfaatkan sebagai sayuran salad, atau juga untuk tambahan pada makanan gado-gado atau pada burger.

Bahkan oleh sebagian peternak, selada daun ditambahkan juga sebagai campuran untuk pakan hewan ternak mereka. Selada juga dijadikan pemanis sajian piring di restoran-restoran mahal.

Terdapat beberapa jenis selada yang dibudidayakan di Indonesia dan benih selada berkualitas dijual di toko online Pertanian Indonesia ( Selaku Agen, Distributor dan Dealer Resmi ) perusahaan  benih, pestisida, pupuk  dan alat pendukung pertanian, kami siap mengirim ke seluruh wilayah Indonesia.

Tersedia benih selada New Grand Rapids, Grand Rapid dan Red Rapid kualitas terbaik dengan harga murah.

MENGENAL TANAMAN SELADA

Tanaman selada di Indonesia terdapat bermacam-macam jenis yaitu, jenis selada dengan bentuk daunnya krop bulat lepas dan bentuk daun yang mengembang. Kelompok yang lain adalah jenis selada  bentuk krop daunnya lonjong atau bulat dan berbentuk lebih padat.

Ada juga selada dengan bentuk daunnya bergelombang dan mengkerut dan biasa disebut selada keriting. Selada keriting biasa ditanam di daerah tropis atau  panas.

Tanaman selada sekarang tidak lagi didominasi lahan di dataran tinggi, namun sekarang dataran rendah dapat ditanami jenis selada yang adaptif dengan lingkungan di Indonesia. Dapat ditanam di dataran antara 100 - 1.200 mdpl dengan hasil yang memuaskan.

Di bawah ini akan kami jabarkan tentang cara budidaya selada keriting dan selada merah yang baik dan benar mulai dari persiapan benih sampai panen.

BACA JUGA : TOMAT SERVO, JUAL 10 KEUNGGULAN UNTUK MASUK PASAR

PERSIAPAN DAN PERSEMAIAN BENIH

CARA BUDIDAYA SELADA YANG BAIK DAN BENAR

Benih selada keriting serta selada merah yang dipilih haruslah sehat dan berkualitas, di letakkan pada media semai yang lembab, merupakan campuran dari tanah dan pupuk kandang atau kompos masak dengan perbandingan 2 : 1.

Setelah benih di semai, tutup media semai dengan mulsa jerami atau daun pisang agar media semai tetap lembab. Jika media semai tampak kering, beri air dengan cara disemprotkan secara halus.

Setelah 3 - 4 hari biasanya benih selada kerinting dan selada air akan berkecambah, dan penutup media semai dapat dibuang. Penyemprotan bibit bisa dilakukan dengan Sprayer Elektrik secara halus tetap dilakukan agar media tetap lembab sampai umur 17 hari setelah tanam ( hst ) .

Tempat persemaian selain di lahan juga bisa pada baki semai dengan media sama yaitu campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. Bila hujan lebat, beri naungan pada tempat persemaian untuk melindungi bibit yang baru tumbuh dari curahan air hujan langsung.

PENGOLAHAN LAHAN

Pengolahan lahan dilakukan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan penyerapan unsur hara dapat berlangsung baik.

Pengolahan lahan dilakukan 2 minggu sebelum melakukan penanaman atau bibit dipindahkan ke lahan tetap sekaligus juga dengan menghilangkan rumput-rumput liar dan sisa-sisa tanaman sebelumnya.

Untuk menambah unsur hara dalam tanah, tebarkan pupuk kandang sebanyak 20 ton/Ha atau dengan kompos sebanyak 2 kg/m2 luas lahan.

Pemberian pupuk organik bertujuan untuk menggemburkan tanah dan mengaktifkan mikroorganisme dalam tanah sebagai pengurai unsur hara. Buatlah bedengan dengan lebar 1 m dan tinggi bedengan 15 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan.

Bila yang dipakai lahan basah bekas sawah, maka tinggi bedengan dibuat setinggi 20 cm dan dikiri kanan bedengan dibuat saluran air.

PENANAMAN BIBIT TANAMAN SELADA

Penanaman dilakukan bila bedengan telah siap ditanami bibit, dan bibit sudah berumur 3 minggu atau sudah keluar daun 3 - 4 helai.

Sebaiknya penanaman bibit saat pagi hari dan tidak saat turun hujan karena tanaman selada daun kurang tahan terhadap hujan.

Buat lubang tanam pada bedengan 10 x 15 cm atau 20 x 20 cm dengan cara ditugal, kedalaman disesuaikan dengan panjang akar tanaman.

PERAWATAN PADA BUDIDAYA SELADA

Perawatan yang dilakukan pada budidaya selada meliputi :

  • PENYIRAMAN
Penyiraman disesuaikan dengan kondisi dan cuaca, bila saat hujan, penyiraman secukupnya saja. Bila saat musim kemarau, penyiraman dilakukan dua kali saat pagi dan sore hari.
Juga terutama bila penanaman pada dataran rendah bersuhu udara panas dan sering tanah menjadi kering, penyiraman lebih sering karena tanaman selada termasuk tanaman yang menyukai air.
Penyiraman juga bisa mengambil air dari parit di kanan kiri bedengan, air pada bedengan tidak boleh berlebihan sampai tanah disekitar tanaman basah karena akan menyebabkan tanaman menjadi mudah roboh.

  • PENYIANGAN

Penyiangan dapat dilakukan mulai tanaman berumur 2 minggu dan disesuaikan dengan kondisi lahan. Karena rumput-rumput yang dibiarkan tumbuh disekitar tanaman dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan menyebabkan persaingan tanaman.

Gulma yang terlalu lebat  juga dapat menyebabkan tanah menjadi lembab dan meningkatnya pertumbuhan jamur penyebab penyakit tanaman.

  • PEMUPUKAN

Pemupukan dapat dilakukan 2 minggu sejak pemindahan bibit dari persemaian. Bila kondisi tanaman tampak kurang subur, tambahkan pupuk kandang yang banyak mengandung unsur Nitrogen tinggi seperti pupuk dari kotoran ayam sebanyak 2 ton/Ha.

Selain pupuk kandang juga bisa ditambahkan pupuk kimia Za 200 kg/ha, TSP 100 kg/Ha, KCl 100 kg/Ha.  Saat tanaman berumur 20 hst, semprotkan pupuk organik sebanyak 3 liter/ha atau 0,3 ml/m2.

BACA JUGA : E-COMMERCE ONLINE TOKO SARANA PERTANIAN

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA SELADA

Hama dan penyakit yang sering ditemui pada budidaya selada antara lain :

  • KUTU DAUN

Kutu daun merupakan hama paling sering menyerang tanaman selada.  Hama ini menyerang daun dan menyebabkan daun mengerut dan mengering karena kekurangan cairan.

Tanaman muda bila terserang kutu daun akan menjadi kerdil dan tumbuh tidak sempurna. Daun terkena hama ini harus dihilangkan dan tanaman  terserang dicabut dan dimusnahkan.

Penyemprotan pestisida dilakukan untuk mencegah serangan yang semakin meluas, dosis dan konsentrasi sesuai pada kemasan.

  • TRIPS

Thrips adalah hama yang sering menyerang tanaman selada juga, menyebabkan daun menjadi kuning dan mengering lalu mati.

Daun yang terserang sebaiknya dicabut dan dibuang agar tidak menular pada tanaman lain. Pengendalian hama thrips menggunakan insektisida petunjuk sesuai pada kemasan.

  • BUSUK BATANG

Penyakit busuk batang adalah jenis penyakit yang sering menyerang tanaman selada. Gejalanya ditandai dengan batang menjadi lunak dan berlendir hingga sampai pada membusuknya akar tanaman.

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Rhizoctonia solani. Untuk mencegah serangan cendawan ini adalah dengan kebersihan lahan dan menjaga kelembaban tanah. Pengendalian dengan menggunakan fungisida sesuai petunjuk pada kemasan.

Karena selada dipanen adalah daunnya, maka hindari pemakaian pestisida sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Perawatan selada secara rutin seperti penyiangan dan penyiraman yang cermat terbukti dapat mencegah serangan hama dan penyakit pada budidaya selada daun.

Pengontrolan terhadap kondisi lahan dan tanaman, menjaga kebersihan lahan dan menjamin ketersediaan nutrisi bagi tanaman juga merupakan salah satu cara pengendalian hama dan penyakit tanaman.

PANEN DAN PASCA PANEN TANAMAN SELADA

Panen tanaman selada keriting dan selada merah dilakukan saat umur 2- 3 bulan, disesuaikan dengan keinginan  pasar. Cara pemanenan selada dengan mencabut tanaman sekaligus dengan akarnya, lalu akar dicuci bersih dan kotoran yang menempel dihilangkan, daun-daun yang rusak dibuang.

Selada daun baik jenis selada keriting atau selada merah yang dipanen dikelompokkan berdasarkan ukuran yang sama sebelum dijual. Selada yang sudah dipanen harus segera dipasarkan karena daun selada tidak dapat bertahan lama, mudah busuk dan layu.

Bila jeda waktu panen dan pemasaran cukup lama, setelah selada dipanen tempatkan pada tempat  lembab dan dekat air, bila akan dipasarkan, daun selada cukup diciprat-ciprat air. Potensi hasil panen selada daun mencapai 15 - 20 ton/ha luas lahan. 

Harga selada keriting serta selada merah apabila langka bisa mencapai 20.000 per kg.  Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi petani yang budidaya selada.

Saat ini mulai trend penanaman jenis selada merah. Namun permintaan pasar untuk jenis selada merah ini belum sebanyak selada keriting dan selada hijau.

BACA JUGA : BELANJA BENIH SAYURAN HARGA MURAH

Apabila pembaca semua ada yang membutuhkan benih selada baik yang selada keriting, selada hijau atau selada merah ( Grand Rapids, New Grand Rapid, Red Rapid ) silakan hubungi toko Pertanian Indonesia ( SMS / WA : 0812 - 5227 - 1859 ). Kami siap mengirim benih selada terbaik ke seluruh wilayah Indonesia dengan cepat dan tepat waktu dengan jaminan barang pasti datang.

Demikian ulasan Kami tentang cara budidaya selada yang baik dan benar, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.