Mulsa Bell Berkualitas Untuk Budidaya Tanaman Hasil Tinggi

Mulsa Bell Berkualitas Untuk Budidaya Tanaman Hasil Tinggi. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian yang menyediakan dan jual berbagai sarana prasarana pertanian dengan harga murah serta berkualitas terbaik.

Mulsa Bell produk mulsa pertanian yang berkualitas tinggi. Cocok digunakan petani untuk membantu proses budidaya tanaman. Mulsa Bell membuat proses budidaya tanaman menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Sejarah Pertanian Dunia Dan Indonesia

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya alam oleh manusia untuk menghasilkan berbagai sumber energi, pangan, industri, atau pun produk lain untuk memenuhi lingkungan hidupnya.

Kegiatan pertanian adalah kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi bumi yang hangat akibat berakhirnya zaman es sekitar ± 11.000 SM (Sebelum Masehi) membuat bumi mengalami kekeringan dalam waktu panjang.

Kondisi ini malah semakin menguntungkan pertumbuhan serta perkembangan tanaman semusim. Dalam waktu singkat, tanaman semusim tersebut akan menghasilkan biji atau umbi dan dikonsumsi oleh manusia.

Berdasarkan fakta serta bukti – bukti sejarah peninggalan masa lalu, para ahli prasejarah bersepakat bahwa kegiatan praktik pertanian pertama kali dilakukan di daerah Mesopotamia sekitar tahun ± 8000 SM.

Pada waktu itu, daerah tersebut memiliki kondisi yang lebih hijau dari sekarang. Beberapa contoh jenis tanaman yang berasal dari daerah ini yaitu buncis, flax, gandum, kacang arab, jelai, dll.

Sementara itu, di daerah lain juga dikembangkan jenis tanaman lainnya yang sesuai dengan kondisi topografi serta iklim. Di China, jewawut serta padi mulai didomestikasi sejak ± 7500 SM, lalu diikuti dengan kacang hijau, kacang azuki, serta kedelai. Selain itu, di 3 daerah di Amerika mulai membudidayakan beberapa tanaman, seperti bunga matahari, kentang, dan labu.

Kondisi cuaca tropis pada daerah Asia Tropik dan Afrika cenderung membuat masyarakat tetap mengembangkan keahlian berburu dan meramu, karena cukup mudah untuk memperoleh bahan pangan.

Ketika masyarakat Austronesia bermigrasi ke wilayah Indonesia, mereka yang telah mengenal keahlian dalam bidang pertanian tersebut membawa serta teknologi serta keahliannya pada kegiatan pertanian pada budidaya padi sawah serta perladangan.

Di Indonesia sendiri, sektor pertanian juga memiliki peran penting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor ini berperan besar dalam menyumbang devisa Negara (masuk dalam 5 besar penyumbang devisa terbesar).

Sejak dahulu, sektor pertanian Indonesia selalu menghasilkan hasil pertanian berkualitas. Contohnya saja yaitu kacang tanah, jagung, padi, kedelai, cabai, ubi jalar, kopi, teh, karet, tebu, rotan, kelapa, dll.

Pertanian di Indonesia hingga hari ini terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Dengan berkembangnya sektor pertanian di Indonesia maka pertumbuhan di Indonesia pun turut mengalami kenaikan.

Bentuk – bentuk pertanian di Indonesia sendiri terdiri dari beberapa macam. Contohnya saja yaitu tegalan, sawah, serta pekarangan.

·         Tegalan

Tegalan merupakan suatu daerah lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan. Umumnya, tegalan ditanami tanaman musiman atau pun tahunan, serta terpisah dari lingkungan dalam rumah.

Biasanya, lahan tegalan cukup sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena memiliki permukaan yang tidak rata. Bahkan, ketika musim kemarau akan lebih kering dan sulit untuk ditanami tanaman pertanian.

·         Sawah

Sawah adalah lahan usaha pertanian yang secara fisik memiliki permukaan rata yang dibatasi oleh pematang.  Di sawah, umumnya ditanami oleh tanaman seperti padi, palawija, ataupun tanaman budidaya lainnya. Untuk mengairi sawah, air yang digunakan umumnya berasal dari mata air, sungai, atau pun air hujan.

·         Pekarangan

Pekarangan merupakan lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (umumnya dipagari dan termasuk dalam wilayah rumah) dimana biasanya dipergunakan untuk ditanami tanaman pertanian.

Baca Juga : Buldok Insektisida Ampuh Mengatasi Hama Serangga

Alat Pertanian Penunjang Petani

Ketika melakukan budidaya tanaman, petani tentu membutuhkan banyak sarana dan prasarana pertanian yang digunakan untuk menunjang kegiatannya. Dengan menggunakan sarana serta prasarana tersebut, maka petani lebih mudah dalam melakukan kegiatan bercocok tanam.

Beberapa contoh alat pertanian pembantu untuk petani yaitu :

·         Tray semai

Pembibitan merupakan salah satu proses penanaman biji atau benih tanaman, hingga biji tersebut menjadi bibit (tanaman muda). Penggunaan tray semai biasanya dilakukan pada saat awal melakukan budidaya tanaman.

Tray semai adalah sebuah wadah / tempat tanaman benih atau bibit sementara, sampai dalam jangka waktu tertentu sebelum mulai dipindahkan dan ditanam pada media tanam selanjutnya.

Sarana pertanian ini pada awalnya dikembangkan oleh berbagai Negara – Negara Barat (Amerika dan Eropa), lalu penggunaan alat kocor menjadi sangat populer dan diterima oleh seluruh dunia.

Teknik pembibitan menggunakan tray semai pun menjadi semakin diakui sebagai sebuah teknik baru dari sistem penyemaian. Dari kepopuleran alat kocor inilah seluruh dunia hingga saat ini menggunakan tray semai sebagai salah satu komponen penting dalam proses pembibitan tanaman.

·         Alat Kocor

Alat kocor adalah peralatan pertanian yang berfungsi untuk mengocor atau menyirami tanaman. Di kalangan petani, alat kocor sudah banyak digunakan petani meskipun jumlahnya kini mengalami penurunan.

Alat kocor tanaman cocok digunakan untuk menyirami tanaman hortikultura. Jika dibandingkan pemupukan dengan cara ditabur, pemupukan dengan menggunakan alat kocor jauh lebih efektif.

Keunggulan dari penggunaan alat kocor ini diantaranya yaitu praktis untuk digunakan, serta mudah untuk dilepas dan dipasang. Dengan menggunakan alat kocor, proses pemupukan menjadi lebih efektif serta efisien.

·         Sprayer

Sprayer merupakan alat semprot pertanian yang berfungsi untuk memecahkan cairan, larutan, ataupun suspense menjadi droplets (butiran cairan) atau spray. Alat semprot pertanian ini biasa digunakan pada proses penyemprotan pupuk, pestisida, dll.

Sprayer bekerja dengan cara memecah cairan menjadi butiran – butiran partikel halus berukuran kecil yang menyerupai seperti kabut. Pembentukan butiran – butiran halus tersebut adalah hasil dari proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan, kemudian dialirkan dengan selang karet menuju alat pengabut bersamaan dengan cairan.

Dengan bentuk serta ukuran halus tersebut membuat penggunaan pestisida menjadi sangat efektif dan terdistribusi secara merata pada seluruh bagian tanaman. Selain itu, pemakaian sprayer juga bisa mengurangi dosis pemberian pestisida berlebih, sehingga lebih hemat serta tidak merusak tanaman.

Baca Juga : Fungisida Folicur 25 WP Pestisida Ampuh Untuk Petani Atasi Serangan Jamur

·         Mulsa

Mulsa adalah suatu bahan atau material penutup tanaman budidaya yang bertujuan untuk menekan pertumbuhan gulma  dan penyakit dan menjaga tingkat kelembaban tanah, sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik.

Ada mulsa yang bersifat permanen (seperti serpihan kayu), ada juga yang bersifat sementara (seperti mulsa plastik). Mulsa bisa dipasang sebelum mulai melakukan penanaman atau pun ketika tanaman telah muncul.

Mulsa yang bersifat organik secara alami lama – lama akan menyatu dengan lahan tanam karena proses alami yang melibatkan organisme tanah dan pelapukan non biologis. Jenis mulsa ini banyak digunakan pada berbagai kegiatan pertanian, seperti berkebun, pertanian industri, hingga pertanian subsisten.

Keuntungan menggunakan mulsa organik diantaranya yaitu harganya lebih murah, mudah untuk didapatkan, serta mudah terurai dengan tanah sehingga kandungan bahan organik dalam tanah menjadi bertambah. Contoh dari mulsa organik yaitu jerami / alang – alang, cacahan batang atau daun dari jenis tanaman rumput – rumputan, dll.

Untuk jenis mulsa non organik, jenis ini terbuat dari bahan – bahan sintetis yang tak mudah untuk terurai. Harga dari mulsa jenis ini tergolong mahal, namun sangat sebanding dengan manfaat yang diberikan. Contoh dari mulsa jenis ini adalah mulsa plastik, karung, dan mulsa plastik hitam perak.

Sejarah Penggunaan Mulsa Plastik

Tak bisa dipungkiri, penggunaan mulsa kini sudah menjadi salah satu bagian penting pertanian di seluruh dunia, tak terkecuali juga di Indonesia. Dengan menggunakan sarana pertanian ini, terbukti mampu memberikan dampak signifikan untuk petani.

Mulsa plastik digunakan pertama kali pada tahun 1948 oleh Prof. Emery Myers di Universitas Kentuckey. Persoalan biaya membuat sang professor berusaha mengganti rumah kaca dengan menggunakan mulsa plastik. Karena itulah, Profesor Emery membuat rumah plastik dimana hingga sekarang sudah banyak digunakan dalam bidang pertanian.

Sebenarnya, mulsa berbahan sintetis telah ada dan digunakan sejak tahun 1920-an. Namun, penggunaannya baru booming sekitar tahun 1950-an setelah Prof. Emery mulai memperkenalkannya. Dan sejak itulah penggunaan mulsa plastik menyebar ke seluruh dunia dan menjadi metode penting untuk memperbaiki kualitas hasil pertanian.

Salah satu produk mulsa plastik yang banyak digunakan adalah mulsa Bell. Apa itu mulsa Bell ?? Apa saja keunggulan dari produk ini ?? Simak selengkapnya pada penjelasan dibawah ini.

Baca Juga : Bambu Ijo Pupuk Daun Unggul Lengkap Untuk Petani

Bell Mulsa Unggulan Petani Untuk Budidaya Tanaman

Mulsa Bell adalah produk mulsa unggul berkualitas terbaik produksi dari Tunas Agro. Tunas Agro sendiri  juga dikenal sebagai produsen berbagai produk pertanian lain, seperti Gro-mate Ls, Amino Age, Wonderfat, dll.

Bell adalah produk dari jenis mulsa plastik hitam perak. Bell cocok diaplikasikan dalam kegiatan bercocok tanam yang memiliki banyak manfaat untuk lahan tanam. Penggunaan Bell bisa memberikan banyak manfaat, salah satunya adalah menekan perkembangan serangan kutu serta serangga.

Manfaat Penggunaan Mulsa Bell

Penggunaan mulsa Bell bisa memberikan banyak manfaat dan keuntungan untuk petani. Karena itu, banyak petani menggunakan mulsa Bell untuk bisa mndapatkan berbagai manfaatnya.

Beberapa contoh manfaat dan keuntungan penggunaan mulsa Bell yaitu :

·         Bell mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah

Dengan meningkatnya aktivitas mikroorganisme tanah, maka nantinya sifat fisika dan kimia tanah menjadi berubah lebih baik

·         Bell bisa meningkatkan hasil produksi panen tanaman

Dengan ketersediaan unsur hara yang cukup serta tidak adanya hama dan penyakit tentu membuat hasil produksi panen menjadi meningkat, dan nantinya juga membuat petani menjadi untung

·         Bell bisa membuat biaya pengeluaran bisa dihemat

Menggunakan Bell membuat biaya pengeluaran lainnya bisa lebih dihemat, seperti biaya pembelian pestisida untuk mengatasi hama, penyakit, dll

·         Bell membuat tingkat kelembaban tanah bisa terjaga

Dengan terjaganya tingkat kelembaban tanah, maka saat musim hujan tidak akan terjadi genangan atau becek yang mengakibatkan akar menjadi busuk. Sementara pada musim kemarau, air pada bedengan tidak mudah menguap

·         Penggunaan Bell bisa membuat terhindar dari serangan gulma

Dengan menggunakan Bell, maka areal tanaman yang ditanami hanya akan cukup untuk ditanami tanaman yang akan dibudidayakan

·         Bell mampu mencegah terjadinya erosi pada bedengan

Penggunaan Bell bisa mencegah terjadinya erosi pada bedengan, sehingga ketika musim hujan bedengan akan tetap terjaga

·         Bell mampu mencegah berkembangnya hama dan penyakit pada tanaman

Penggunaan mulsa Bell bisa memantulkan cahaya dari atas dan bisa mengenai bagian bawahnya, sehingga hama yang terdapat di bawah mulsa akan terganggu dan pergi. Bagian atas Bell berwarna perak, dimana mampu memantulkan sinar matahari hingga sebesar ± 33 %.

·         Ketika menggunakan Bell, kehilangan pupuk bisa dihindari

Karena terlindungi oleh mulsa Bell, maka ketika terjadi hujan pupuk yang telah diberikan pada tanaman tidak akan terbawa oleh arus air. Selain itu, kandungan unsur hara dalam tanah juga tetap terjaga

·    Areal tanaman terlihat rapi di sekitar Bell, sehingga mudah untuk melakukan pengendalian dan pemupukan pada tanaman

Menggunakan mulsa Bell membuat areal penanaman menjadi lebih rapi. Dengan begitu, maka untuk melakukan proses pengendalian hama serta pemupukan menjadi lebih mudah

·         Pemakaian Bell bisa meningkatkan penyerapan air oleh tanah

Lahan tanam yang tertutupi oleh Bell akan terisi penuh oleh tanaman, sehingga tingkat penyerapan nutrisi oleh tanah menjadi meningkat

Catatan Dalam Menggunakan Mulsa Bell Dari Pertanian Indonesia

Saat memasang Mulsa Bell, ada beberapa hal – hal yang perlu diperhatikan. Beberapa hal tersebut diantaranya yaitu :

·      Mulsa Bell produk Tunas Agro Persada tersedia dalam ukuran 1 roll, dengan ukuran lebar bermacam – macam, seperti 80 cm, 100 cm, dan 120 cm

·        Pertanian Indonesia siap melayani pembelian mulsa Bell via online

·        Pasang mulsa Bell secara hati – hati dan presisi agar lahan  tanam tertutup secara sempurna

·     Pertanian Indonesia siap mengirim mulsa Bell sampai ke pemesan dengan jaminan pasti sampai melalui perusahaan jasa ekspedisi terpercaya

·        Toko online Pertanian Indonesia jual produk asli Bell harga murah kualitas original

Baca Juga : Insektisida Prevathon Unggulan Petani Atasi Serangan Hama Serangga

Demikian artikel ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel yang telah saya tulis ini bisa memberikan manfaat dan berdampak positif untuk Anda.

Apabila masih terdapat hal – hal yang kurang jelas mengenai artikel Mulsa Bell Berkualitas Untuk Budidaya Tanaman Hasil Tinggi atau ingin Anda tanyakan langsung saja hubungi Pertanian Indonesia. Hubungi kami lewat layanan chat pada laman web kami atau bisa juga melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Salam sukses dan sampai berjumpa kembali pada artikel lainnya.