Pupuk Dan Pemupukan Dalam Budidaya Tanaman. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian termurah dan terlengkap dengan kualitas terbaik dan terpercaya di Indonesia.
Pupuk dan pemupukan merupakan 2 hal yang tak bisa terpisahkan dalam budidaya tanaman. Aplikasi pemupukan harus dilakukan secara baik serta benar agar kualitas produksi tanaman tetap berkualitas baik.
Sejarah Penggunaan Pupuk
Pupuk merupakan zat yang ditambahkan pada tanah untuk meningkatan hasil serta tingkat pertumbuhan tanaman. Penggunaannya pertama kali digunakan oleh petani kuno.
Lalu seiring waktu berjalan teknologi penggunaannya mengalami perkembangan signifikan karena kebutuhan bahan kimia yang telah ditemukan.
Pupuk mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan serta pertumbuhan tanaman. Kebutuhan pupuk yang dibutuhkan tanaman perlu diperhatikan agar kebutuhan nutrisi yang diberikan tidak terlalu banyak dimana bisa menyebabkan keadaan yang berbahaya bagi tanaman.
Penggunaan material ini diperkirakan sudah digunakan sejak ± 5000 tahun lalu sejak manusia mulai mengenal sistem bercocok tanam. Daerah – daerah yang pertama kali menggunakannya yaitu daerah sekitar aliran sungai di Efrat, Nil, Indus, Cina, dan Amerika Latin.
Lahan – lahan tanam di sekitar daerah aliran sungai tersebut menjadi lebih subur karena menerima endapan lumpur yang kaya dengan kandungan unsur hara saat banjir tiap tahun.
Baca Juga : Cara Bisnis Online Produk Pertanian Sebagai Usaha Rumahan
Pemupukan

Pemupukan adalah pemberian bahan / material yang bertujuan agar menyediakan kebutuhan unsur hara pada tanaman.
Secara umum, aplikasi pemupukan dilakukan saat masih berbentuk padat atau cair melalui tanah serta diserap oleh bagian akar tanaman. Selain itu, aplikasi pemupukan juga bisa diberikan melalui permukaan tanaman, seperti bagian daun.
Selain untuk menambah / menyediakan kebutuhan unsur hara, aplikasi pemupukan juga bertujuan agar memperbaiki kondisi tanah secara kimia dan fisik, atau bisa disebut juga dengan pembenahan tanah (amandement).
Dalam melakukan pemupukan, terdapat berbagai macam alat / sarana pertanian penting yang berperan besar di dalamnya. Alat / sarana pertanian tersebut diantaranya seperti mulsa, dolomite / kapur pertanian, pembenah tanah, belerang, dan lain – lain.
Aplikasi pemupukan merupakan salah bentuk usaha menjaga kesuburan tanah. Tanpa penambahan unsur hara tambahan, atau hanya mengandalkan unsur hara dari tanah saja maka produk pertanian yang dihasilkan akan mengalami penurunan kualitas.
Penurunan kualitas hasil produksi tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan nutrisi unsur hara tanaman dengan jumlah unsur hara yang terkandung dalam tanah.
Unsur hara yang terkandung dalam tanah ikut berkurang secara berkala karna ikut terbawa bersama dengan erosi, penguapan, hasil panen, serta pelindian.
Tujuan utama dari aplikasi pemupukan yaitu menjaga ketersediaan unsur hara secara maksimal untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta perkembangan tanaman sehingga kualitas dan kuantitas hasil produksi menjadi meningkat dan lebih baik.
Aplikasi pemupukan secara efisien merupakan pemupukan dengan jumlah, dosis, dan waktu yang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Beberapa faktor penting yang berpengaruh terhadap proses pemupukan diantaranya seperti :
· Pupuk : mutu, harga, sifat, serta ketersediaan
· Tanaman : jenis, umur serta hasil panen yang diharapkan
· Iklim : angin, curah hujan, temperatur, serta sinar matahari
· Tanah : kondisi biologis, kondisi fisik, serta kondisi kimia
Baca Juga : Trend Produk Cara Dan Formula Bisnis Pertanian Indonesia
Jenis Jenis Pupuk
Pemilihan jenis pupuk yang tepat menjadi salah satu hal penting saat akan diberikan pada tanaman. Oleh karena itu, jenis pupuk yang tepat memberikan pengaruh besar dalam perkembangan tanaman.
Jenis pupuk terbagi menjadi beberapa contoh, diantaranya seperti :
· Dari bahannya
a) Pupuk anorganik
Merupakan jenis yang memiliki kandungan senyawa anorganik. Contoh dari jenis ini diantaranya seperti TSP, ZA, NPK, Urea, dll.
b) Pupuk organik
Merupakan jenis yang memiliki kandungan senyawa organik. Contoh dari jenis ini diantaranya seperti pupuk kandang, kompos, dll.
· Dari cara aplikasinya
a) Pupuk akar
Merupakan jenis yang cara aplikasinya diberikan dengan cara ditaburkan dengan cara ditabur di sekeliling tanaman.
b) Pupuk daun
Merupakan jenis yang cara aplikasinya diberikan dengan cara ditaburkan dengan cara disemprotkan pada bagian daun.
· Dari unsur hara yang terkandung
a) Pupuk Majemuk
Merupakan jenis dengan kandungan unsur hara lebih dari 1 macam. Contohnya seperti NPK yang mengandung unsur N, P, serta K.
b) Pupuk Tunggal
Merupakan jenis dengan kandungan unsur hara hanya 1 macam. Contohnya seperti urea yang mengandung unsur Nitrogen.
· Dari cara melepaskan unsur hara
a) Slow Release
Merupakan jenis yang melepaskan unsur hara secara perlahan. Pelepasan unsur hara terjadi sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman yang dibutuhkan. Contoh dari jenis ini yaitu TSP.
b) Fast Release
Merupakan jenis yang melepaskan unsur hara secara cepat serta mudah diserap oleh tanaman.
Pelepasan unsur hara relatif cukup singkat, sehingga setelah unsur hara diserap bisa langsung dimafaatkan oleh tanaman. Contoh dari jenis ini yaitu KCL, ZA, dll.
· Dari bentuk fisiknya
a) Pupuk cair
Merupakan jenis yang memiliki bentuk cair. Jenis ini biasanya memiliki kandungan unsur hara mikro.
b) Pupuk padat
Merupakan jenis yang memiliki bentuk padat. Jenis ini biasanya memiliki kandungan unsur hara makro.
· Dari reaksi fisiologinya
a) Pupuk netral
Merupakan jenis yang tidak menyebabkan kebasaan atau kemasaman pada tanah. Contoh dari jenis ini yaitu ammonium nitrat.
b) Pupuk basa
Merupakan jenis yang meningkatkan pH tanah atau menyebabkan tanah menjadi lebih basa. Contoh dari jenis ini yaitu natrium nitrat.
c) Pupuk masam
Merupakan jenis yang menurunkan pH tanah atau menyebabkan tanah menjadi lebih masam. Contoh dari jenis ini yaitu ammounium sulfat / ZA.
Baca Juga : Hai Lux F1 Cabe Terbaru Beli Murah Dan Promo Dimana ?
Produk Pupuk Dan Dosis Pemupukan Secara Baik Dan Benar

Produk pupuk unggul di
pasaran kini sudah banyak serta mudah ditemui dengan harga bervariasi. Karena itu,
Pertanian Indonesia memiliki
beberapa rekomendasi produk pupuk unggul serta dosis pemupukannya.
Beberapa produk pupuk
unggul rekomendasi dari Pertanian Indonesia diantaranya seperti
:
·
AB
Mix
AB Mix merupakan sebuah
produk pupuk terbaru yang diformulasi dari mineral – mineral yang larut dalam
air. Nutrisi AB Mix mengandung unsur
hara penting yang sangat berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan
tanaman.
Nutrisi hidroponik AB Mix
terbuat dari campuran antara larutan A dan larutan B dengan konsentrasi
tertentu.
Penggunaan
nutrisi hidroponik AB Mix banyak
digunakan dalam budidaya tanaman secara hidroponik, seperti buah buahan dan
sayuran.
Cara
pemakaiannya yaitu dengan mencampurkan larutan A dan larutan B dengan dosis masing
– masing sekitar 10 ml. Tambahkan air sebanyak 1 liter dan campurkan sampai
merata.
Dosis
pemupukan AB Mix pada tanaman bisa diberikan dengan dosis sebanyak ±
250 ml per tanaman, seminggu 2 kali.
·
Mamigro
N
Mamigro N merupakan sebuah
produk pupuk unggul produksi PT Tanindo
Intertraco dengan merk dagang Cap
Kapal Terbang. Mamigro N atau Mamigro Super N (25 + 6 + 6) bermanfaat
untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman, merangsang pertumbuhan tunas,
daun, dan meningkatkan pembentukan klorofil.
Mamigro N sangat
mudah larut dengan air karena
berbentuk tepung, serta mudah diserap oleh tanaman melalui stomata daun.
Penggunaan Mamigro N bisa dicampur
dengan pestisida lain, asalkan tidak bersifat alkalis kuat.
Cara
pemakaian dan dosis aplikasi pemupukan Mamigro N yaitu larutkan Mamigro N
sebanyak 15 – 25 gram dengan air 10 liter, lalu disemprotkan pada seluruh
bagian permukaan daun secara merata, dan pada bagian – bagian tanaman lain.
Waktu
aplikasi pemupukan Mamigro N paling baik yaitu saat pagi atau sore hari, dengan
diberikan interval waktu 7 – 10 hari sekali.
·
Gardena
B
Gardena B merupakan produk
pupuk unggul produksi PT Multi Sarana
Indotani dengan merk dagang Cap
Kapal Terbang. Gardena B
memiliki kandungan unsur hara lengkap, mudah
diserap tanaman, serta berbentuk tepung dan mudah larut dalam air.
Penggunaan
Gardena B mampu merangsang
pembentukan bunga dan buah, mempercepat perkembangan organ – organ tanaman, dan
meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Cara
pemakaian dan dosis aplikasi pemupukan Gardena B yaitu larutkan Gardena B
sebanyak 15 – 25 gram dengan air 10 liter. Tempatkan pada sprayer, lalu
semprotkan secara merata pada bagian permukaan daun tanaman dan bagian – bagian
lainnya.
Waktu
aplikasi pemupukan Gardena B direkomendasikan pada waktu pagi atau sore hari
untuk menghindari sinar matahari berlebih. Lakukan penyemprotan secara
berkelanjutan, dengan interval waktu sekitar 7 – 10 hari.
·
EM4
EM4 merupakan produk
pupuk unggul produksi PT Songgolangit Persada,
Tbk. Di dalam EM4 terkandung
berbagai campuran mikroorganisme menguntungkan yang berasal dari alam.
Penggunaan
EM4 mampu meningkatkan dan menjaga
kestabilan produksi tanaman, memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologis
tanah, serta menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.
Cara
aplikasi EM4 yaitu bermacam - macam, tergantung dengan tujuan Anda menggunakannya.
Contohnya
untuk proses pemeliharaan tanaman, penggunaannya dengan dosis sebanyak 1 – 2 liter
per ha yang dilarutkan dengan 100 – 200 liter air pada 7 hst dengan diberikan interval
waktu setiap 1 – 2 minggu sekali.
·
Pupuk
Anggrek Namira
Merupakan
produk pupuk unggul produksi Idmira
Technology dan berbentuk cairan. Di dalamnya, terkandung banyak nutrisi
seperti boron, zinc, mangan, nitrogen, fosfor, kalium, dll.
Penggunaannya
bisa diaplikasikan pada berbagai tanaman, seperti terong, mentimun, semangka,
wortel, oyong, melon, kacang panjang, dll.
Manfaat
yang bisa didapatkan dari penggunaan pupuk anggrek Namira diantaranya seperti merangsang pertumbuhan tunas,
akar, dan daun, serta mencegah kerontokan bunga dan meningkatkan pembungaan
pada tanaman.
Cara
pemakaian dan dosis aplikasi pemupukannya yaitu diberikan dengan dosis sebanyak
2 ml/1 liter air. Sesuaikan dengan petunjuk aplikasi yang tertera pada kemasan.
Baca
Juga : StartUp Pertanian Indonesia Penting Bagi Petani
Demikian artikel berjudul Pupuk
Dan Pemupukan Dalam Budidaya Tanaman ini saya tulis dan sampaikan
kepada Anda. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat serta dampak positif
untuk Anda.
Jika masih terdapat hal –
hal yang masih kurang jelas Anda bisa langsung menghubungi Pertanian Indonesia melalui layanan fitur chat di laman web kami
atau melalui no. telepon 081252271859 (Layanan
WA/SMS). Sekian dan terima kasih.