Gramoxone Untuk Jagung Efektif Untuk Membasmi Gulma

Gramoxone Untuk Jagung Efektif Untuk Membasmi Gulma. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko tani unggulan konsumen untuk mendapatkan aneka macam produk sarana prasarana pertanian lengkap harga bersaing.

Gramoxone untuk jagung bisa membantu petani atasi gulma. Penggunaan Gramoxone untuk jagung terbukti bisa membuat jagung tumbuh secara sempurna. Pertanian Indonesia toko tani terpercaya jual Gramoxone untuk jagung harga murah kualitas terbaik untuk petani.

Jagung. Siapa yang tidak tau dengan tanaman berkarbohirat tinggi ini ?? Tanaman ini termasuk sebagai salah satu dari tanaman pangan terpenting di dunia sampai dengan saat ini.

Mengapa ?? Karena di dalam jagung terkandung karbohidrat tinggi yang menjadi sumber tenaga untuk melakukan aktivitas sehari – hari.

Sebenarnya, jagung bukan merupakan tanaman asli dari Nusantara. Berdasarkan teori yang banyak berkembang, diperkirakan bahwa tanaman ini berasal dari Amerika Tengah sekitar ± 10.000 tahun lalu.

Bangsa Maya dan Olmek merupakan yang pertama kali mendomestikasi tanaman jagung dan mengembangkan teknik pembudidayaannya.

Teknik tersebut dibawa oleh Bangsa Maya serta Olmek ke Amerika Selatan sekitar ± 7.000 tahun lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru ± 4.000 tahun lalu.

Sekitar tahun 2.500 SM, seluruh penjuru Benua Amerika telah mengenal tanaman jagung. Di akhir abad ke 15, orang – orang Eropa mulai membawa komoditas cabai ke Eropa serta Asia.

Di tempat – tempat baru yang dikunjungi itulah tanaman jagung akan mulai beradaptasi , dan mampu hidup sampai seperti sekarang. Nama panggilan dari tanaman ini bermacam – macam, seperti gandung, kastela, jagong, wataru, dsb.

Luas tanam jagung Nasional dalam periode Oktober 2019 – September 2020 berdasarkan data dari Pemerintah melalui sistem data Kementerian Pertanian mencapai ± 5,5 juta hektar.

Sementara itu, untuk periode Januari – Desember 2020 luas tanam jagung Nasional mencapai ± 5,16 juta hektar.

Bisa diasumsikan, dari periode Januari – Desember 2020 tingkat produksi jagung Nasional dengan tingkat kadar air 15 persen berkisar sekitar ± 24, 95 juta ton pipil kering.

Tentu, dengan data tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa potensi budidayanya di Indonesia tergolong cukup menjanjikan.

Baca Juga : Pupuk Susulan Cabe Musim Hujan Bantu Perkembangan Serta Pertumbuhan Cabai

Ancaman Gulma Terhadap Pembudidayaan Jagung

Meskipun tergolong potensi hasilnya menjanjikan serta mudah dibudidayakan, tanaman jagung tentu harus dirawat secara baik dan benar. Salah satu yang harus diwaspadai ketika melakukan budidaya jagung adalah adanya gangguan hama maupun penyakit.

Salah satu faktor penyebab perkembangan hama maupun penyakit tersebut adalah keberadaan gulma. Gulma atau rumput liar adalah tumbuhan liar yang keberadaannya tidak dikehendaki selain tanaman budidaya, dalam hal ini adalah jagung.

Umumnya, rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman jagung asalnya dari biji gulma sebelumnya yang telah berada di dalam tanah. Gulma tersebut tentu saja membuat pertumbuhan serta perkembangan tanaman jagung menjadi terganggu.

Karena itu, memiliki pengetahuan tentang gulma pada tanaman jagung akan berpengaruh besar bagi petani dalam melakukan pembudidayaan jagung.

Pembudidayaan jagung tanpa adanya rumput liar pun akan membuat hasil produksi berkualitas bagus.

Pertanian Indonesia punya beberapa contoh jenis gulma yang sering mengganggu pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Contoh gulma – gulma pengganggu tersebut diantaranya yaitu :

Gulma Berdaun Lebar

Gulma berdaun lebar biasanya tumbuh saat akhir masa budidaya tanaman. Yang tergolong ke dalam golongan rumput liar berdaun lebar contohnya adalah gulma dari famili Pteridophyta dan Dicotyledoneae.

Ciri – ciri gulma berdaun lebar yaitu bentuk daunnya melebar, tulang daun berbentuk jala, serta gulma tumbuh secara menjalar atau tegak. Gulma berdaun lebar ini umumnya termasuk dalam tumbuhan dikotil serta perkembangiakannya melalui biji.

Contoh gulma berdaun lebar yaitu Ageratum conyzoidesPhysalis longifoliaAmaranthus spinosus, dll.

Gulma Golongan Teki

Gulma dari golongan teki umumnya termasuk dalam famili Cyperaceae. Batang teki umumnya bentuknya bulat, terkadang juga segitiga dan juga tak berongga. Daun teki biasanya tersusun dalam 3 deretan dan tak memiliki lidah – lidah daun.

Daya tahan dari teki tergolong cukup bagus terutama terhadap pengendaian secara mekanik. Hal tersebut disebabkan oleh umbi batang teki di dalam tanah yang mampu bertahan dalam waktu cukup lama (berbulan – bulan).

Contoh gulma dari golongan teki diantaranya yaitu Scripus juncoidesCyperus rotundus, dan Fimbristylis littoralis, dll.

Gulma Golongan Rumput

Gulma golongan rumput tergolong ke dalam kelompok famili Poaceae / Gramineae. Ciri – ciri dari golongan rumput yaitu batangnya agak pipih atau bulat, dan kebanyakan memiliki rongga.

Daun – daun soliter pada buku – buku tersusun dalam 2 deret. Bagian daun biasanya berbentuk garis dengan tepian daun rata. Lidah – lidah daun juga sering terlihat jelas pada batas antara helaian daun dengan pelepah daun.

Gulma golongan rumput yang sering muncul pada tanaman jagung contohnya yaitu Echinochloa colonaImperata cylindricaEleusine indicaCynodon dactylon, dll.

Gulma Berdaun Sempit

Gulma berdaun sempit sering ditemukan pada lahan – lahan pertanian, seperti kebun, ladang, sawah, dll. Jenis gulma ini akan lebih aktif tumbuh pada lahan tanam bernutrisi cukup.

Walaupun ukurannya daunnya lebih kecil dibandingkan dengan rumput liar jenis lainnya, tetapi tingkat kerusakan akibat tumbuhan satu ini tetap membahayakan jika terus dibiarkan saja.

Baca Juga : Jual Bibit Hidroponik Terdekat Kualitas Terjamin

Contoh gulma berdaun sempit ini yaitu rumput ilalang, rumput putihan, rumput lulangan, meniran, dll. Rumput liar pengganggu diatas tentu harus segera diatasi untuk menghindari terjadinya kerusakan pada tanaman jagung dalam waktu berkepanjangan.

Kerusakan berkepanjangan tentu menjadi hal yang harus dihindari, oleh karena itu petani harus segera melakukan tindakan pengendalian.

Tindakan pengendalian rumput liar bisa bermacam – macam, seperti mencabut secara langsung dan membakarnya, melakukan rotasi tanaman, melakukan pengolahan tanah, mengaplikasikan herbisida, dll.

Gramoxone Untuk Jagung Solusi Sempurna Untuk Atasi Gulma

Seperti uraian sebelumnya, salah satu cara mengendalikan rumput liar pengganggu adalah menggunakan herbisida berkualitas ampuh. Produk – produk herbisida kini pun sudah sangat mudah kita temukan dan pilih sendiri.

Salah satu produk rekomendasi Pertanian Indonesia untuk mengatasi permasalahan gulma pada tanaman jagung adalah Gramoxone 276 SL. Apa itu Gramoxone ?

Gramoxone 276 SL ialah produk racun rumput purna tumbuh unggul dan terbaik hasil produksi dari PT Syngenta IndonesiaHerbisida Gramoxone bentuk formulasinya berupa larutan dalam air berbahan aktif parakuat diklorida 276 g/l dan bekerja secara kontak.

Produk unggulan Syngenta ini sudah banyak digunakan oleh petani dan kualitasnya sudah terbukti, sehingga jika Anda ingin menggunakan Gramoxone Anda sudah tak perlu merasa khawatir.

Keunggulan – keunggulan lain yang dimiliki oleh Gramoxone contohnya seperti :

Ramah lingkungan, sehingga aman terhadap lingkungan sekitar

Memiliki 3 bahan pengaman, yaitu zat pemuntah, zat pembau, serta zat pewarna

Efektif mengendalikan berbagai jenis rumput liar

Tidak akan terbawa oleh air saat turun hujan

Memiliki spectrum luas

Mudah dan praktis saat diaplikasikan

Memiliki efek reaksi cepat, sehingga bisa langsung dilihat hasilnya

Dari keunggulan – keunggulan diatas, Syngenta Gramoxone sudah terbukti memberikan hasil terbaik untuk petani. Asalkan diaplikasikan dalam dosis yang tepat, maka hasil panen optimal akan didapatkan.

Gramoxone herbisida sudah memiliki izin resmi dari Kementerian Pertanian. Dalam data sistem Kementerian Pertanian, herbisida Gramoxone terdaftar melalui nomor pendaftaran RI. 010301197436.

Gramoxone 276 SL dengan segala keunggulan diatas tentu sudah sangat cocok untuk petani gunakan. Penggunaan secara tepat tentu akan berpengaruh dan berdampak besar untuk tanaman jagung. Tentu, hal tersebut menjadi sebuah indikasi yang bagus untuk petani.

Penggunaan Gramoxone untuk jagung harus mengikuti prinsip tepat waktu aplikasi, tepat dosis, serta tepat cara. Apa arti dari prinsip – prinsip tersebut ??

Tepat waktu aplikasi berarti ketika mengaplikasikan Gramoxone untuk jagung harus menyesuaikan pada kondisi yang sesuai. Tepat dosis berarti dosis yang diaplikasikan pada tanaman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Untuk prinsip tepat cara, artinya cara pengaplikasian herbisida Gramoxone harus tepat. Misalnya apakah harus diaplikasikan dengan cara ditabur, disemprotkan, dll.

Pada tanaman jagung, umumnya gulma yang sering menyerang yaitu contohnya Ageratum conyzoidesBorreria latifoliaCleome asveraSynedrella nodifloraAxonopus compressusIgitaria ciliarisEleusine indicaCyperus rotundus, dll.

Untuk membasmi gulma berdaun lebar Synedrella nodiflora, aplikasikan Gramoxone dengan cara penyemprotan volume tinggi ± 1,5 – 3 l / ha.

Baca Juga : Columbus Benih Cabe Rawit Bisi Kualitas Handal

Untuk membasmi gulma berdaun sempit Eleusine indicaIgitaria ciliaris, dan teki Cyperus rotundus, aplikasikan Gramoxone dengan cara penyemprotan volume tinggi ± 0,87 – 1,75 l/ha.

Sementara itu, untuk membasmi gulma berdaun sempit Axonopus compressus, aplikasikan Gramoxone dengan cara penyemprotan volume tinggi ± 1 – 2 l / ha.

Pemeliharaan Jagung Selain Mengaplikasikan Gramoxone

Selain mengaplikasikan Gramoxone untuk jagung, tentu proses pemeliharaan lainnya juga harus dilakukan seperti biasa. Misalnya seperti melakukan penyiraman secara teratur, memberikan pupuk, dsb.

Proses penyiraman bertujuan agar kebutuhan air menjadi tercukupi. Selain itu, tanah / media tanam menjadi basah sehingga tingkat kelembabannya tetap terjaga. Sirami setiap 2 kali sehari saat musim kemarau, yakni pada pagi serta sore hari.

Jika saat musim hujan, Anda tidak usah melakukan penyiraman setiap hari. Lakukan penyiraman dalam jangka waktu setiap 2 minggu sekali saat kondisi musim hujan.

Untuk pemberian pupuk dilakukan selama beberapa kali. Aplikasi pertama tanaman jagung diaplikasikan saat berumur ± 7 – 10 hst disaat sudah memiliki 3 helai daun. Pupuk yang diaplikasikan berupa Phonska 150 kg/ha dan Urea 100 kg/ha.

Pengaplikasian pemupukan pertama diusahakan dengan menggunakan cara ditugal. Jarak antara satu tanaman ke tanaman lainnya ± 5 cm. Sesudah pupuk dimasukkan ke dalam lubang tugal, segera tutupi agar tidak mengalami penguapan.

Untuk aplikasi pemupukan kedua, aplikasikan saat jagung sudah memiliki 6 – 8 helai daun atau telah berumur ± 20 – 25 hst. Pupuk yang diaplikasikan yaitu berupa Phonska 100 kg/ ha dan Urea 50 kg/ha.

Pengaplikasian pemupukan kedua diusahakan dengan cara penaburan. Penaburan dilakukan dengan jarak sekitar ± 10 cm dari batang tanaman, lalu setelahnya lakukan proses pembubunan.

Pembubunan dilakukan dengan tujuan supaya pupuk tertutupi sempurna serta juga nantinya akan menopang batang tanaman jagung agar tetap berdiri.

Untuk aplikasi pemupukan ketiga, aplikasikan saat jagung telah berumur ± 35 – 40 hst. Pupuk yang diaplikasikan yaitu berupa pupuk Phonska sebanyak ± 50 kg / ha dan Urea sebanyak ± 50 kg / ha. Untuk cara aplikasinya, sama seperti dengan cara aplikasi pemupukan kedua.

Hal – Hal Penting Tentang Pengaplikasian Gramoxone 

Saat Anda mengaplikasikan Gramoxone pada tanaman jagung, ada beberapa catatan penting ketika mengaplikasikannya. Beberapa hal – hal penting tersebut contohnya yaitu :

Baca tata cara petunjuk penggunaan / pengaplikasian racun rumput Gramoxone pada label kemasannya

Pastikan agar Anda menjauhkan Gramoxone dari anak – anak kecil supaya terhindar dari hal – hal negatif yang mungkin terjadi

Gunakan herbisida Gramoxone tepat dosis serta waktu agar hasil optimal bisa didapatkan

Pastikan ketika mengaplikasikan Gramoxone untuk jagung menggunakan peralatan pengaman lengkap (sarung tangan, kacamata, masker, sepatu, dsb) supaya ketika mengaplikasikannya tubuh tetap terlindung dari bahan – bahan kimia dari Gramoxone

Tempatkan herbisida Gramoxone pada tempat yang aman agar lebih tahan lama dan awet

Pertanian Indonesia Jual Gramoxone Untuk Atasi Gulma Tanaman Jagung

Toko tani Pertanian Indonesia memiliki solusi ampuh atasi gulma untuk petani jagung yang membutuhkan edukasi tentang pertanian.

Baca Juga : Benih Semangka TM Golden Buah Besar Hasil Menjanjikan

Kami memiliki aneka ragam tips serta trik mengenai cara penanaman, perlindungan,  dan pemeliharaan untuk banyak tanaman.

Pertanian Indonesia jual herbisida Gramoxone dari Syngenta. Gramoxone Syngenta tersedia dalam kemasan botol netto 1 liter, 500 ml, 250 ml, serta kemasan galon netto 5 liter.

Harga herbisida Gramoxone di Pertanian Indonesia dijamin terjangkau dan murah untuk konsumen. Sangat cocok petani gunakan dan aplikasikan pada tanaman jagung.

Pertanian Indonesia memiliki banyak mitra tani berkualitas dan reputasinya menjanjikan, seperti misalnya Bisi, Panah Merah, BASF, Bayer, Syngenta, Known You Seed, dll.

Nah, itulah dia rangkuman beragam fungsi dan manfaat Gramoxone untuk jagung. Apakah Anda sekarang tertarik mengaplikasikan herbisida Gramoxone untuk jagung ??

Demikianlah artikel bertema  herbisida ini kami tulis serta sampaikan kepada Anda semua. Semoga dari artikel ini Anda bisa mengambil manfaat dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan Anda.

Jika terdapat hal – hal kurang jelas dari artikel Gramoxone Untuk Jagung Efektif Untuk Membasmi Gulma ini, segera hubungi Pertanian Indonesia melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Untuk Layanan SMS/WA). Sukses terus dan sampai jumpa dengan kami lagi pada artikel – artikel menarik lainnya.