Insektisida Decis Mudahkan Petani Atasi Serangan Hama

Insektisida Decis Mudahkan Petani Atasi Serangan Hama. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian online yang jual dan menyediakan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana pertanian lengkap dengan harga murah dan bersaing.

Insektisida Decis produk Bayer tersedia lengkap dengan harga murah di Pertanian Indonesia. Decis 25 EC bekerja secara kontak dan lambung, sehingga petani tak perlu ragu untuk menggunakan produk insektisida unggul dari Bayer ini.

Serangan Serangga Sebabkan Petani Merugi

Serangan serangga pada tanaman budidaya selalu menimbulkan kerusakan yang sangat merugikan untuk petani. Karena itu, kini petani mulai banyak mencari cara untuk mengatasi serangan serangga.

Ada banyak cara yang digunakan petani dalam mengatasi serangga, mulai dari memasang perangkap, memanfaatkan predator alami, mengambil dan memusnahkan serangga secara langsung, melakukan aplikasi insektisida sesuai dosis, dll.

Nah, kali ini Pertanian Indonesia akan membahas mengenai cara mengatasi serangan serangga dengan menggunakan produk insektisida. Di pasaran sendiri, banyak sekali produk – produk insektisida unggul yang beredar.

Salah satu contoh produk insektisida unggul yang ada di pasaran ialah Decis 25 EC. Apa itu Decis 25 EC ?? Apa saja keunggulan dari Decis 25 EC ?? Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Baca Juga : Buah Pare Pahit Hasil Manis Untuk Budidaya

Insektisida Decis

Decis 25 EC adalah produk pestisida jenis insektisida kualitas unggul produksi dari PT Bayer Indonesia. Decis Bayer tergolong ke dalam golongan insektisida sistemik dan memiliki bentuk formulasi berupa pekatan berwarna kuning jernih berbahan aktif Deltametrin 25 g/L.

Insektisida Decis ramah lingkungan dan aman terhadap predator alami, sehingga petani sangat diuntungkan apabila menggunakan Decis 25 EC untuk mengatasi serangan hama serangga.

Beberapa contoh keunggulan serta kegunaan insektisida Decis contohnya yaitu :

·        Sangat efektif untuk mengatasi hama ulat

·       Hanya membutuhkan waktu singkat untuk bisa bereaksi. Dalam waktu beberapa menit saja, Decis mampu membuat hama jatuh dan akhirnya mati

·     Bersifat repellent, sehingga mampu mencegah munculnya hama pada tanaman yang telah terkena insektisida Decis

·         Cocok diaplikasikan pada banyak tanaman

·         Bekerja sebagai racun kontak dan lambung, sehingga mampu bekerja secara cepat

·         Bisa dicampurkan dengan produk insektisida lain

·         Harga relatif terjangkau dan memiliki daya yang sangat baik

·         Ramah terhadap lingkungan sekitar

·         Mudah larut dalam air karena berbentuk pekatan

·         Memiliki spektrum luas, sehingga mampu mengendalikan serangan berbagai jenis hama

·         Telah banyak digunakan oleh petani, sehingga kualitasnya tidak perlu untuk diragukan

·       Memiliki efek anti feeding, sehingga hama yang menyerang nantinya akan berhenti makan (meskipun masih belum mati), sehingga tiak lagi menimbulkan kerusakan pada tanaman

·         Dosis penggunaan cukup rendah apabila dibandingkan produk insektisida lainnya

Dosis serta Waktu Aplikasi Insektisida Decis Secara Tepat

Dalam mengaplikasikan insektisida Decis, perhatikan betul dosis takaran yang akan diberikan serta waktu aplikasinya pada tanaman. Dengan memperhatikan hal tersebut, mengatasi hama serangga akan menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan efek negatif.

Untuk dosis penggunaan insektisida Decis 25 EC, gunakan sebanyak ± 250 – 300 ml per hektar. Dosis takaran tersebut sangat efektif untuk mengatasi hama ulat yang bisa terlihat dari banyaknya jumlah ulat yang mati.

Agar lebih optimal, berikan insektisida Decis 25 EC dengan cara penyemprotan volume tinggi dengan interval waktu penyemprotan sekitar seminggu sekali. Hal tersebut bertujuan agar menjadi lebih efektif karena racun insektisida Decis 25 EC bekerja secara kontak dan lambung pada hama yang menyerang tanaman.

Apabila Anda mengaplikasikan Decis menggunakan cara fogging, perhatikan waktu penggunaannya. Supaya lebih efektif, lakukan pengaplikasian pada waktu malam hari.

Jenis tanaman yang cocok untuk diaplikasikan insektisida Decis yaitu kubis, lada, jagung, cabai, tembakau, teh, belimbing, apel, bawang merah, kentang, kelapa sawit, kapas, kacang panjang, kacang hijau, kakao, semangka, jeruk, mentimun, mangga, lada, tomat, melon, dll.

Baca Juga : Insektisida Prevathon Unggulan Petani Atasi Serangan Serangga

Hama Sasaran Insektisida Decis


Insektisida Decis cocok diaplikasikan pada berbagai tanaman yang telah terserang oleh hama serangga. Beberapa contoh hama yang menjadi sasaran penggunaan insektisida Decis yaitu :

·         Ulat Perusak daun (Plutella Xylostella)

Ulat perusak daun (Plutella xylostella) merupakan serangga yang menjadi hama utama pada banyak tanaman, seperti kubis – kubisan. Siklus hidup Plutella xylostella terdiri dari 4 fase, mulai dari telur, larva (ulat), pupa (kepompong), serta imago (serangga dewasa).

Hewan ini oleh petani disebut juga sebagai ulat tritip. Ulat ini biasanya akan bersembunyi di balik daun untuk memakan jaringan daun hingga sampai jaringan daun menjadi kosong. Beberapa faktor yang berpengaruh besar terhadap pemicu terjadinya serangan berat pada serangan Plutella xylostella pada tanaman adalah suhu dan kelembaban udara.

Gejala serangan hama Plutella xylostella diataranya yaitu terdapat bercak – bercak berwarna putih dengan bentuk tidak beraturan dan berukuran tidak lebih dari 5 mm, lalu lama – lama akan sobek dan membuat lubang pada daun yang terserang.

Untuk mengatasi serangan Plutella xylostella, gunakan insektisida Decis dengan cara penyemprotan volume tinggi dengan dosis sebanyak ± 0,8 ml/l.

·         Wereng Mangga (Idiocerus sp.)

Wereng mangga (Idiocerus sp.) adalah salah satu jenis hama yang menyerang tanaman mangga. Siklus hidup wereng mangga yaitu mulai dari telur, nimfa, serta imago / serangga dewasa.

Hewan serangga ini memiliki tubuh dengan warna coklat tua atau keemasan, dengan bentuk seperti kepala bundar dan lebar serta mata bundar. Serangan hama wereng biasanya terjadi pada saat tanaman mangga sudah berproduksi.

Hama ini bisa memiliki populasi sebanyak ± 200 ekor per tandan bunga. Di bagian bawah tandan bunga, biasanya terdapat embun jelaga berwarna hitam akibat sekresi wereng dewasa yang jatuh pada daun mangga.

Gejala serangan hama wereng mangga yaitu jaringan tanaman yang terserang menjadi berwarna coklat, bunga muda menjadi gagal tumbuh, serta terdapat kotoran wereng yang menarik serangga lainnya untuk mendekat dan menjadi tempat tumbuhnya jamur jelaga.

Untuk mengatasi serangan wereng mangga, caranya yaitu dengan menggunakan insektisida Decis dengan cara penyemprotan volume tinggi dengan dosis sebanyak ± 0,25 – 0,50 ml/l.

·         Penggerek Batang (Ostrinia furnacalis)

Hama penggerek batang (Ostrinia furnacalis) adalah salah satu hama utama dari tumbuhan jagung. Penggerek batang termasuk ke dalam kelompok ngengat dan anggota suku Crambidae yang banyak dikenal menyukai anggota rumput – rumputan.

Persebaran hama penggerek batang yaitu mulai dari kawasan Asia Timur hingga Australia (Tiongkok, Indochina, Malesia, Mikronesia, Kepulauan Solomon, dll). Selain menyerang jagung, hama ini juga menyerang tanaman seperti cantel / sorgum.

Bentuk dewasa dari penggerek batang yaitu berupa ngengat kecil dengan bentang sayap sekitar ± 3,5 cm dengan warna coklat kekuningan disertai juga dengan garis – garis berwarna kecoklatan.

Gejala serangan penggerek batang yaitu terdapat lubang kecil pada daun, muncul lubang bekas gerekan pada batang, batang dan bunga jantan menjadi patah, serta terdapat tumpukan bunga jantan rusak dan tongkol jantung yang rusak.

Untuk mengatasi serangan penggerek batang, caranya yaitu dengan menggunakan insektisida Decis dengan dosis sebanyak ±  1 – 1,5 ml/l.

Baca Juga : Sayuran Kubis Tanaman Sayuran Banyak Manfaat Untuk Petani

·         Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera)

Penggerek tongkol (Helicoverpa armigera) sering dijumpai pada banyak tanaman. Siklus hidup dari Helicoverpa armigera terdiri dari 4 fase, yakni telur, larva (ulat), pupa (kepompong), serta imago (serangga dewasa). Dalam fase larva, hewan ini bisa menyerang lebih dari 60 spesies tanaman budidaya, terutama tanaman inang utamanya yaitu jagung.

Ketika bertelur, imago betina bisa menghasilkan telur sebanyak ± 700 butir. Ketika memasuki fase larva, larva Helicoverpa armigera akan menyerang tanaman dengan cara mulai masuk ke dalam tongkol jagung.

Bagian dari biji jagung yang telah mengalami kerusakan akibat gerekan larva Helicoverpa armigera menjadi kosong, sehingga kualitas jagung menjadi menurun.

Gejala serangan hama penggerek tongkol pada tanaman yaitu rambut tongkol jagung menjadi terpotong – potong, terdapat bekas gerekan pada ujung tongkol, serta biji dalam tongkol mengalami kerusakan.

Untuk mengatasi serangan penggerek tongkol, caranya yaitu dengan menggunakan insektisida Decis dengan dosis sebanyak ± 1 – 1,5 ml/l.

·         Penggerek Buah (Hypothenemus hampei)

Penggerek buah (Hypothenemus hampei) merupakan hama yang menjadi salah satu penyebab utama penurunan mutu serta produksi kopi di Indonesia. Kerusakan akibat serangan penggerek buah

Hama penggerek buah kopi memiliki 4 fase dalam pertumbuhannya, seperti telur, larva (ulat), kepompong (pupa), dan imago (serangga dewasa). Untuk ukuran tubuh, sang betina memiliki ukuran lebih besar daripada sang pejantan.

Panjang kumbang jantan yaitu 1,2 mm dan lebar 0,6 – 0,7 mm, sementara untuk kumbang betina memiliki panjang 1,7 mm dan lebar 0,7 mm. Ketika hendak bertelur, kumbang betina akan membuat lubang gerekan terlebih dahulu dengan diameter sekitar ± 1 mm pada buah.

Setelah itu, betina akan mulai bertelur pada lubang yang telah dibuat sebelumnya. Setelah 5 – 9 hari, telur akan menetas menjadi larva.

Fase larva berlangsung selama ± 10 – 26 hari, sementara untuk fase kepompong (pupa) berlangsung selama ± 4 – 9 hari. Pada ketinggian ± 500 mdpl, serangga ini membutuhkan waktu sekitar ± 25 hari untuk berkembang menjadi dewasa.

Sementara pada ketinggian ± 1200 mdpl, perkembangan serangga memerlukan waktu sekitar ± 33 hari. Untuk masa hidupnya, serangga jantan bisa hidup maksimal 103 hari, sementara untuk serangga betinanya mampu hidup selama 156 hari.

Gejala serangan penggerek buah diantaranya yaitu warna buah menjadi berwarna kuning kemarahan lalu gugur / rontok, serta biji menjadi berlubang dan menyebabkan penurunan kualitas buah.

Untuk mengatasi serangan penggerek buah, caranya yaitu dengan menggunakan insektisida Decis dengan cara penyemprotan volume tinggi dengan dosis sebanyak ± 0,5 – 1 ml/l.

·         Perusak Krop (Crocidolomia binotalis)

Perusak krop (Crocidolomia binotalis) jadi salah satu hama yang banyak merusak tanaman, terutama tanaman kubis. Serangan perusak krop sudah dimulai sejak dalam fase larva, sehingga hama ini termasuk ditakuti oleh petani.

Dalam sekali bertelur, hama ini bisa bertelur sebanyak ± 30 – 80 butir telur. Telur tersebut memiliki bentuk pipih dan menyerupai genteng rumah dan berwarna jernih. Telur memiliki diameter ± 1 – 2 mm. Fase telur ini berlangsung selama ± 3 hari.

Setelah menetas, larva akan hidup secara berkelompok di balik daun. Setelah 4 – 5 hari, larva akan bergerak ke titik tumbuh tanaman. Pada awalnya ulat yang baru menetas memiliki warna abu – abu, lalu berubah menjadi berwarna hijau muda.

Gejala serangan ulat krop yaitu terdapat bercak putih pada daun, daun menjadi berlubang dan hanya menyisakan tulang daunnya saja, dan apabila bagian pucuk terserang maka tanaman tidak akan bisa membentuk krop.

Untuk mengatasi serangan hama perusak krop, caranya yaitu gunakan insektisida Decis dengan cara penyemprotan volume tinggi dengan dosis sebanyak ± 0,8 ml/l.

·         Lalat Bibit (Agromyza phaseoli)

Lalat bibit (Agromyza phaseoli) menjadi salah satu serangga yang menyebabkan kerusakan pada tanaman, salah satunya adalah tanaman kacang – kacangan. Tanaman yang terserang lalat bibit ini contohnya seperti kedelai, kacang hijau, dll.

Intensitas serangan lalat bibit akan lebih parah terjadi pada musim kemarau. Ketersediaan tanaman inang menjadi salah satu faktor dominan yang menunjang pertumbuhan lalat bibit. Fase larva merupakan fase paling rawan karena larva akan merusak kecambah dan tanaman muda.

Gejala serangan lalat bibit yaitu terdapat alur / garis berkelok – kelok berwarna coklat bekas lubang gerekan larva, terdapat bintik – bintik putih bekas tusukan alat peletak telur serangga betina, tanaman berukuran kerdil, hanya terbentuk sedikit polong, serta tanaman mengalami kematian.

Untuk mengatasi serangan lalat bibit, caranya yaitu menggunakan insektisida Decis dengan penyemprotan volume tinggi dengan dosis sebanyak ± 0,5 ml/l.

Hal – Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menggunakan Insektisida Decis


Dalam mengaplikasikan insektisida Decis, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu sebelum mulai mengaplikasikan insektisida Decis pada tumbuhan. Beberapa hal tersebut contohnya seperti :

·    Baca petunjuk penggunaan insektisida Decis terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya pada tanaman

·     Jauhkan insektisida Decis dari jangkauan anak – anak. Hal ini dilakukan karena insektisida Decis bisa menyebabkan keracunan melalui kulit, mata, serta gangguan pernafasan

·      Pertanian Indonesia jual insektisida Decis produk Bayer harga murah dan siap kirim sampai ke alamat tujuan

·         Tersedia dalam kemasan botol dengan isi bersih 100 ml, 250 ml, dan 500 ml, dan 5 L

Baca Juga : Timun Zatavy F1 Kualitas Terbaik Untuk Petani Indonesia

Demikian artikel berjudul Insektisida Decis Mudahkan Petani Atasi Serangan Hama ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa berdampak dan memberikan manfaat positif untuk Anda semua.

Apabila masih terdapat hal – hal yang kurang jelas atau ingin Anda tanyakan langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui layanan chat pada laman web kami atau bisa juga melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Salam sukses dan sampai bertemu kembali pada artikel lainnya.