Nativo Fungisida Produk Unggulan Hasil Terjamin. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia merupakan toko pertanian online yang menjual berbagai kebutuhan pertanian online paling lengkap yang menjual berbagai kebutuhan pertanian online harga terjamin murah.
Pertanian Indonesia adalah supplier, agen, reseller, drophipper, dan distributor produk tani dengan reputasi terpercaya.
Konsumen di seluruh penjuru Indonesia pun telah Pertanian Indonesia miliki. So, tentunya calon konsumen yang ingin bertransaksi dengan kami tak perlu merasa khawatir.
Fungisida Nativo 75 WG ampuh dalam mengatasi serangan penyakit akibat jamur. Serangan penyakit akibat jamur bisa teratasi dengan mengaplikasikan Nativo fungisida dengan dosis yang sesuai.
Segera beli fungisida Nativo 75 WG harga murah hanya di toko online Pertanian Indonesia.
Di masa kini, komoditi hortikultura sudah menjelma menjadi salah satu komoditas terpenting di Indonesia.
Kenapa ? Karena tanaman dari komoditi hortikultura (seperti buah – buahan dan sayur – sayuran) mempunyai tingkat produktivitas tinggi dengan nilai jual yang tergolong menjanjikan.
Selain untuk dijual, hasil panen dari komoditas hortikultura juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
Kandungan nutrisi yang dipunyai oleh komoditi hortikultura sangatlah beragam serta cukup lengkap, karena itu mengkonsumsinya akan sangat bermanfaat untuk tubuh.
Secara umum, hortikultura buah dan sayuran sebagian besarnya tersusun oleh air dengan presentase sebesar ± 90 %.
Dengan begitu, meskipun mempunyai volume besar namun apabila dikonsumsi tak akan terlalu membuat kalori bertambah.
Hal itu tentunya membuat buah – buahan dan sayur – sayuran sangatlah cocok untuk dikonsumsi oleh orang yang tengah menjalankan program diet.
Ancaman Gangguan Penyakit Karena Jamur Pada Tanaman

Ancaman Gangguan Penyakit Karena Jamur Pada Tanaman
Jamur merupakan organisme yang menyerupai tanaman tingkat atas / tinggi, karena mempunyai dinding sel, berkembang biak dengan spora, tak bergerak, namun tak memiliki klorofil.
Biasanya, cendawan ini tidak mempunyai akar, batang, serta daun, dan tak memiliki sistem pembuluh yang ada pada tanaman tingkat tinggi.
Jamur sudah lama menjadi salah satu ancaman nyata dalam kegiatan pembudidayaan tanaman.
Organisme ini memperoleh sumber makanannya dari makhluk hidup yang masih hidup ataupun sudah organisme yang sudah mati.
Bentuk nyata ancaman dari jamur contohnya seperti :
-
Akar Gada
Penyakit akar gada disebabkan oleh infeksi patogen jamur bernama Plasmodiophora brassicae.
Jamur ini tergolong ke dalam parasit obligat serta mampu mempengaruhi banyak tanaman penting, seperti kubis, lobak, kembang kol, dan lainnya.
Spora cendawan Plasmodiophora bisa bertahan hidup pada tanah yang sudah tercemari jamur ini selama ± 2 tahun.
Spora ini bisa menginfeksi bagian akar tumbuhan yang rentan, kemudian berkecambah serta menginfeksi rambut akar sehingga mengakibatkan akar menjadi membengkak.
Gejala serangan akar gada yakni bagian daun tanaman menjadi menguning serta layu, tanaman mengalami pembusukan, akar mengalami pembengkakan, dan hasil panen menjadi berkurang.
Baca Juga : FMC Produsen Pestisida Harga Terjamin Terjangkau
-
Layu Fusarium
Penyakit layu fusarium merupakan penyakit yang terjadi karena infeksi cendawan bernama Fusarium oxysporum.
Jamur Fusarium akan mengakibatkan tanaman menjadi layu, sesuai dengan nama penyakit ini.
Penyakit layu fusarium bisa menyerang banyak tanaman, contohnya seperti tomat, labu, kapas, jahe, anggur, buncis, cabai, dan lainnya.
Pola kerusakan yang diakibatkan oleh cendawan Fusarium akan terlihat spesifik pada tanaman yang terserang.
Genangan air hujan, rendahnya pH tanah, dan tingkat kelembaban tinggi menjadi beberapa faktor pendukung penyebaran jamur Fusarium oxysporum.
Infeksi awal penyakit layu fusarium umumnya terjadi pada bagian leher batang bawah yang bersinggungan secara langsung dengan tanah.
Bagian yang sudah terinfeksi tersebut mengalami pembusukan serta warnanya berubah menjadi coklat.
Gejala serangan layu fusarium yakni tanaman mengalami layu ketika siang hari dan akan normal kembali ketika malam hari, dan jaringan vaskuler di dalam batang menjadi berwarna coklat ataupun merah.
-
Antraknosa
Antraknosa atau patek adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi jamur Colletotrichum capsici.
Hingga saat ini, penyakit patek menjadi salah satu ancaman utama petani dalam menjalankan kegiatan pembudidayaan tanaman, seperti mentimun, melon, paprika, buncis, dan lainnya.
Faktor – faktor yang berpengaruh dalam berkembangnya penyakit patek yakni jarak tanam terlalu dekat, suhu 24 – 30° C, serta tingkat kelembaban tinggi (80 – 92 %).
Gejala serangan patek yakni muncul bercak – bercak kecil berwarna hitam pada bagian buah, buah menjadi berkerut dan membusuk, mengering, kemudian akhirnya menjadi rontok.
-
Bercak Hitam
Penyakit bercak hitam disebabkan oleh infeksi jamur bernama Colletotrichum lindemuthianum.
Umumnya, penyakit ini dibawa oleh benih yang sudah terinfeksi jamur Colletotrichum.
Tetapi, cendawan ini mampu bertahan hidup pada sisa – sisa tanaman dan inang alternatif.
Daun – daun basah, curah hujan tinggi, suhu sejuk hingga sedang (13 hingga 21° C), dan tingkat kelembaban tinggi akan semakin mendukungnya berkembangnya penyakit bercak hitam.
Media penyebaran jamur Colletotrichum bisa menyebar melalui berbagai media, contohnya seperti air dan cedera mekanis ketika pengerjaan lahan yang dilakukan ketika daun – daun masih basah.
Gejala serangan bercak hitam yakni terdapat bercak – bercak bundar berwarna coklat tua hingga hitam pada bagian batang serta daun, pada pembuluh dan tangkai daun terdapat luka berwarna merah bata hingga hitam, dan terdapat luka melingkar berwarna coklat muda pada bagian batang dan polong.
-
Busuk Daun
Penyakit busuk daun terjadi karena akibat infeksi jamur bernama Phytophthora infestan.
Pada pertengahan musim kemarau, resiko penyebaran jamur ini akan sangat tinggi.
Cendawan Phytophthora menginfeksi lewat bagian tanaman yang mengalami luka dan juga sobekan.
Tingkat kelembaban serta juga suhu menjadi faktor penting dalam berkembangnya penyakit busuk daun.
Lingkungan dengan tingkat kelembaban tinggi (> 90 %) dan suhu berkisar ± 18 – 26° C sangat digemari oleh jamur Phytophthora untuk ditinggali.
Gejala serangan busuk daun yakni ada terdapat bercak daun berwarna coklat, bagian bawah daun tertutupi oleh lapisan berwarna putih, pada buah muncul noda keriput berwarna coklat atau abu – abu, dan daging buah menjadi mengeras dan membusuk.
-
Rebah Kecambah
Penyakit rebah kecambah terjadi akibat infeksi jamur bernama Phytium spp.
Patogen jamur bisa bertahan hidup pada sisa – sisa tanaman ataupun di dalam tanah selama beberapa tahun.
Kandungan nitrogen yang tinggi, cuaca hujan, serta tanah yang lembab akan semakin mendukung penyakit rebah kecambah berkembang.
Untuk penyebarannya, spora cendawan Phytium mampu menyebar melalui peralatan kerja yang terinfeksi, sisa – sisa tumbuhan, dan lumpur pada pakaian serta sepatu.
Gejala tanaman terinfeksi rebah kecambah pada bibit seperti benih membusuk sebelum tumbuh menjadi bibit, jaringan bibit menjadi berubah abu – abu / hitam / coklat dan berair, dan pada bibit muda yang tumbang terdapat cendawan / jamur berwarna abu – abu ataupun putih yang menutupi.
-
Bercak Daun Septoria
Penyakit bercak daun terjadi akibat infeksi jamur bernama Septoria lycopersici.
Suhu lingkungan antara 15 hingga 27° C akan semakin mengoptimalkan berkembangnya cendawan Septoria.
Media penyebaran spora cendawan dapat melalui media seperti air, air hujan, tangan, hewan serangga, serta peralatan pertanian.
Umumnya, tanaman yang sering terserang oleh penyakit bercak daun ialah tanaman kentang dan tomat.
Gejala serangan bercak daun septoria yakni terdapat bercak – bercak berbentuk lingkaran kecil berwarna abu – abu dengan bagian tepi berwarna coklat gelap pada bagian bawah daun, pada bagian pusatnya muncul titik – titik berwarna hitam, dan daun menjadi agak kuning, layu, serta akhirnya rontok.
Baca Juga : Katalog Alat Tani Paling Lengkap Berkualitas Unggul
Nativo Fungisida Cara Ampuh Atasi Penyakit Akibat Cendawan

Nativo Fungisida Cara Ampuh Atasi Penyakit Akibat Cendawan
Sesudah mengetahui ancaman nyata dari serangan berbagai jamur patogen, sekarang Anda harus tau cara ampuh dalam mengatasi serangan jamur.
Dengan mengetahui cara mengatasi serangan penyakit akibat jamur, maka serangan jamur bisa segera terkendali dan tak mengakibatkan infeksi penyakit pada tanaman.
Untuk mengatasi jamur penyebab penyakit pada tanaman, salah satu caranya ialah dengan melakukan pengaplikasian fungisida.
Salah satu fungisida yang ampuh dan cocok untuk mengendalikan serangan jamur / cendawan ialah fungisida Nativo 75 WG.
Nativo 75 WG merupakan produk fungisida terbaik berkualitas unggul dari Bayer.
Fungisida Nativo mempunyai bentuk formulasi berupa butiran serta dapat dilarutkan bersama air jernih.
Pestisida jenis fungisida ini berbahan aktif tebukonazol 50 % serta trifluksistrobin 25 %.
Selain sebagai fungisida, Bayer Nativo juga berguna sebagai zpt pada tanaman seperti padi dan kentang.
Dan juga obat cendawan Nativo ini bisa pula dipergunakan sebagai bakterisida.
Karakteristik dan kelebihan – kelebihan dari Nativo fungisida yaitu :
- Bisa mengendalikan hampir seluruh cendawan / jamur penyebab penyakit pada tanaman.
- Bekerja secara sistemik, sehingga bisa membunuh cendawan secara sempurna.
- Ampuh dalam mengendalikan serangan cendawan dan bakteri.
- Nativo fungisida bersifat preventif, protektif, kuratif, serta eradikatif, dan berguna pula sebagai zpt pada tanaman.
- Fungisida Nativo 75 WG berbentuk butiran, sehingga mudah tercampur bersama air.
- Nativo 75 WG fungisida bisa dicampurkan dengan pupuk dan perekat pestisida.
- Fungisida Nativo cocok diaplikasikan untuk berbagai tanaman, mulai dari tanaman buah, tanaman sayur, sampai umbi – umbian.
- Pertanian Indonesia menjual fungisida Nativo 75 WG harga terjangkau berkualitas unggul.
- Nativo fungisida tersedia dalam kemasan sachet berisi bersih 12,5 gram & 50 gram.
Nativo 75 WG cocok dipergunakan untuk berbagai tanaman, yakni kacang hijau, mentimun, kopi, kelapa sawit, tomat, kacang panjang, padi, melon, semangka, coklat, anggrek, apel, kacang tanah, dan lainnya.
Cara kerja dari Nativo fungisida yakni bekerja secara sistemik, preventif, protektif, kuratif, serta eradikatif.
Maksudnya adalah aplikasi fungisida Nativo bisa digunakan sebagai tindakan preventif (pencegahan), protektif (perlindungan), kuratif (penyembuhan), dan untuk membersihkan ledakan penyakit (eradikatif).
Kandungan bahan aktif trifluksistrobin pada fungisida Nativo bisa meningkatkan proses metabolisme tanaman, sehingga daya tahannya menjadi meningkat dan bisa menangkal serangan penyakit.
Sementara itu, kandungan bahan aktif tebukonazol bekerja dengan cara mengganggu proses sterol biosintesis pada membran.
Waktu Serta Dosis Aplikasi Fungisida Nativo 75 WG
Seperti yang sudah disebutkan, Nativo fungisida ampuh dalam mengendalikan penyakit karena infeksi cendawan.
Nah, untuk bisa memperoleh hasil optimal dalam mengatasi penyakit akibat jamur Anda harus mengetahui waktu serta dosis aplikasi Nativo fungisida yang tepat.
Dosis aplikasi Nativo fungisida yang tepat berdasarkan penyakit pada tanaman yaitu :
- Bawang Merah : untuk mengendalikan infeksi penyakit layu fusarium. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 150 – 200 g/ha.
- Anggrek : untuk mengendalikan infeksi penyakit bercak daun dan antraknosa. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 200 g/ha.
- Jeruk : untuk mengendalikan infeksi penyakit embun tepung serta antraknosa. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 200 g/ha.
- Jagung : untuk mengendalikan infeksi penyakit bulai. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 0,8 – 1,2 g/l.
- Kacang Tanah : untuk mengendalikan infeksi penyakit karat. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 150 – 225 g/ha.
- Kacang Hijau : untuk mengendalikan infeksi penyakit bercak daun. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 100 – 150 g/ha.
- Kopi : untuk mengendalikan infeksi penyakit karat daun serta bercak daun coklat. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 1 g/l.
- Mangga : untuk mengendalikan infeksi penyakit antraknosa. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 200 g/ha.
- Cabai Merah : untuk mengendalikan infeksi penyakit bercak daun serta antraknosa. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 100 – 150 g/ha.
- Karet : untuk mengendalikan infeksi penyakit bidang sadap. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 200 g/ha.
- Krisan : untuk mengendalikan infeksi penyakit karat. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 150 – 225 g/ha.
- Melon : untuk mengendalikan infeksi penyakit busuk batang. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 0,75 – 1 g/l.
- Kedelai : untuk mengendalikan infeksi penyakit karat. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 100 – 150 g/ha.
- Kakao : untuk mengendalikan infeksi penyakit pembuluh kayu. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ±0,25 – 0,5 g/l.
- Mentimun : untuk mengendalikan infeksi penyakit embun bulu. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 1 g/l.
- Apel : untuk mengendalikan infeksi penyakit bercak daun serta embun tepung. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 300 g/ha.
- Teh : untuk mengendalikan infeksi penyakit bercak coklat serta cacar daun. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 200 g/ha.
- Semangka : untuk mengendalikan infeksi penyakit antraknosa. Semprotkan Nativo fungisida dengan volume tinggi & dosis sebesar ± 100 – 150 g/ha.
Waktu pengaplikasian yang tepat untuk mengaplikasikan Nativo 75 WG ialah ketika pagi hari (sesudah embun kering atau sebelum panas terik) ataupun pada sore hari (sekitar jam 15.00).
Untuk interval waktu penyemprotan, berikan setiap 1 minggu sekali.
Jika penyakit yang menyerang semakin parah, perbanyak intensitas penyemprotan sesuai dengan rekomendasi penggunaan dosis pada kemasan.
Baca Juga : Dosis Pengaplikasian Score Untuk Padi Secara Tepat
Jual Nativo Fungisida Harga Terjamin Murah

Jual Nativo Fungisida Harga Terjamin Murah
Apabila konsumen tengah mencari produk fungisida Nativo 75 WG berkualitas unggulan, maka Pertanian Indonesia merupakan jawabannya.
Pertanian Indonesia jual Nativo fungisida harga terjangkau berkualitas terbaik.
Toko tani terdekat Pertanian Indonesia juga memiliki banyak tips & trik untuk Anda dalam mengaplikasikan fungisida Nativo 75 WG.
Dengan tips & trik dari kami, maka Anda bisa mendapatkan hasil maksimal dari pengaplikasian pestisida jenis fungisida produksi Bayer ini.
Toko online Pertanian Indonesia juga menjual beraneka produk pertanian lainnya selain fungisida Nativo.
Produk pertanian tersebut contohnya saja seperti benih, pupuk, pestisida, zpt, alat pertanian & spare part, dan lainnya.
Seluruh produk tani bisa Anda beli dari Pertanian Indonesia.
Untuk mengirim pesanan produk Nativo fungisida, maka Pertanian Indonesia menjalin kerjasama dengan mitra pengiriman bereputasi terpercaya di Indonesia sebagai pilihan terbaik.
JNE, Pos Indonesia, serta J&T adalah nama beberapa mitra – mitra pengiriman rekanan kami dalam mengirimkan pesanan.
Produk Nativo fungisida maupun pesanan lainnya pun pastinya akan sampai hingga ke alamat tujuan.
Ingin membeli produk fungisida Nativo 75 WG dengan jaminan harga murah ? Segera saja meluncur ke laman produk fungisida Nativo 75 WG lalu order segera sebelum Anda tak kebagian !!
Nah, itulah dia artikel bertema Nativo fungisida ini kami tulis dan sampaikan kepada Anda semua.
Semoga artikel bertema obat jamur Nativo kali ini bisa banyak memberikan manfaat serta berdampak positif untuk seluruh pembaca.
Apabila masih ada hal – hal kurang jelas tentang artikel berjudul Nativo Fungisida Produk Unggulan Hasil Terjamin ini, hubungi segera Pertanian Indonesia melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS).
Sukses selalu dan sampai jumpa kembali.