Cabe Dewata 76 F1 Varietas Cabai Unggul Dari Panah Merah. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia toko tani terpercaya yang menyediakan aneka ragam sarana prasarana pertanian terlengkap harga murah berkualitas terbaik.

Dewata 76 F1 produk baru dari Panah Merah mulai trending di kalangan petani. Produk Dewata 76 memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan produk lainnya. Dewata 76 F1 Cap Panah Merah produk terbaik untuk petani budidaya cabe.

Makanan bercita rasa pedas telah menjadi identik bagi masyarakat Indonesia. Mengapa ?? Tentu saja karena banyak masyarakat yang menyukai masakan bercita rasa pedas.

Bahkan, mereka menganggap bahwa mengkonsumsi makanan bercita rasa pedas sebagai sebuah kebutuhan.

Rasa pedas yang dihasilkan dari makanan pedas umumnya berasal dari buah cabai. Entah berasal dari cabe keriting, cabe besar, ataupun cabe rawit. Dengan mengkonsumsinya dalam jumlah cukup, tentu tubuh bisa mendapatkan manfaat.

Cabai sendiri merupakan tanaman perdu semusim yang buahnya rasanya pedas. Rasa pedas tersebut dihasilkan oleh suatu zat bernama capsaicin. Secara umum, tanaman cabe memiliki adaptasi yang luas serta hampir tiap hari dibutuhkan oleh masyarakat.

Tanaman cabe mampu tumbuh secara baik apabila tumbuh pada lingkungan dengan suhu ± 25 – 27° C pada siang hari serta 18 – 20° C pada malam hari, tingkat kelembaban udara cukup  tinggi (50 – 70%), intensitas cahaya matahari < 70%, serta curah hujan tinggi (600 – 1200 mm per tahun).

Cabe Rawit Varietas Cabe Banyak Manfaat

Salah satu varietas cabe yang banyak ditemui di Indonesia adalah varietas cabe rawit. Bentuk buahnya tumbuh menjulang ke arah atas.

Ukuran buah cabe rawit lebih kecil dibandingkan dengan varietas lainnya, dengan warna buah hijau saat masih muda dan berwarna merah tua saat sudah siap panen.

Di Indonesia, cabai rawit sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan – masakan pedas. Meskipun ukuran buahnya cenderung lebih kecil dari varietas lain, namun tingkat kepedasannya justru cukup tinggi karena dalam skala Scoville nilainya berkisar antara 50.000 – 100.000.

Baca Juga : Racun Rumput Paling Kuat Andalan Petani Basmi Gulma

Didalam cabai rawit terkandung aneka ragam nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Manfaat – manfaat tersebut tentu sangat berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh.

Beberapa contoh manfaat mengkonsumsi cabe rawit diantaranya seperti :

Meredakan nyeri

Kandungan zat capsaicin berperan besar dalam meredakan nyeri, sehingga jika tubuh terasa nyeri maka nyeri tersebut akan segera hilang

Menurunkan resiko terserang penyakit kanker

Zat capsaicin mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker, sehingga resiko terjadinya kanker bisa menurun

Sistem pencernaan menjadi lebih lancar

Kandungan aneka zat dalam cabai rawit mampu memberikan stimulasi pada saraf di perut, sehingga terhindar dari resiko cedera. Selain itu, dengan stimulasi tersebut membuat sistem pencernaan menjadi lebih lancar

Cabe Dewata 76 F1 Produk Benih Cabai Rawit Terbaru Kualitas Terbaik

Dewata 76 F1 adalah salah satu produk baru dari PT East West Seed Indonesia, Tbk (Cap Panah Merah). Benih Dewata 76 produk Panah Merah benih cabai rawit berkualitas terbaik dan trending di kalangan petani.

Mengapa trending ?? Karena tentu saja benih Dewata 76 F1 memiliki banyak karakteristik serta keunggulan dibandingkan dengan produk lainnya, sehingga membuat petani tak ragu menggunakan produk dari Eastwestseed ini.

Beberapa contoh karakteristik serta keunggulan dari benih Dewata 76 F1 yaitu :

Benih Dewata 76 F1 memiliki tingkat adaptasi yang baik serta cocok dibudidayakan pada daerah dataran rendah sampai dataran tinggi

Dewata 76 toleran terhadap serangan hama Aphid dan thrips, serta penyakit antraknosa

Cabe Dewata 76 memiliki vigor kokoh, ruas tegak, pendek, serta memiliki cabang produktif yang banyak

Kulit buah Dewata 76 berwarna merah orange sampai merah cerah saat tua dengan rasa yang pedas

Proses budidaya Dewata 76 produk terbaru Panah Merah lebih aman serta mudah karena tahan serangan hama penyakit

Proses pembentukan buah cabe Dewata 76 tetap mudah meskipun dalam kondisi cuaca buruk, sehingga menjadi salah satu produk favorit petani untuk budidaya

Buah Dewata 76 F1 bisa dipanen setelah berumur ± 70 – 75 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 12 – 15 ton per ha

Buah cabe Dewata 76 tahan simpan serta tahan kemas, sehingga saat proses pengangkutan jarak jauh tetap aman

Hasil panen cabe Dewata 76 sudah terkenal berkualitas baik, sehingga mudah terjual ke pedagang di pasar

Baca Juga : Jual Spare Part Alat Pertanian Terlengkap

Budidaya Cabe Rawit Dewata 76 F1 Solusi Menguntungkan Untuk Petani

Budidaya cabe rawit Dewata 76 F1 bisa menjadi solusi jitu untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi petani. Keuntungan dari budidaya cabe rawit Dewata 76  F1 tergolong cukup menjanjikan, sehingga petani tak perlu ragu melakukan budidaya cabe Dewata 76 F1.

Agar mendapatkan hasil maksimal dari hasil produksi Dewata 76 F1, maka proses pembudidayaannya tentu harus dilakukan secara baik dan benar dari awal sampai akhir.

Budidaya cabe rawit Dewata 76 F1 secara baik dan benar diantaranya yaitu :

Penyemaian benih

Proses penyemaian benih bertujuan untuk mengurangi tingkat kematian bibit akibat tidak mampu beradaptasi dengan kondisi lahan tanam. Dengan melakukan penyemaian benih, maka bibit bisa terlindung dari gangguan cuaca ataupun gangguan lainnya.

Pertama, siapkan tempat penyemaian benih. Lalu, siapkan tempat semai berupa tray semai (jumlah lubang tray semai bisa disesuaikan dengan kebutuhan).

Selanjutnya, buat media semai yang terdiri dari campuran pupuk kompos / kandang, tanah, serta arang sekam dengan perbandingan 2 : 3 : 1. Masukkan 3 bahan tersebut ke dalam tray semai.

Kemudian, rendam benih yang akan disemai dengan air hangat dalam waktu 1 jam untuk menyortir benih mana yang berkualitas bagus dan benih mana yang berkualitas tidak bagus. Sesudah 1 jam, cek dan lihat kondisi benih.

Jika terdapat benih yang mengapung, maka segera ambil dan buang benih tersebut. Kenapa ?? Karena benih yang mengapung memiliki kualitas tidak baik.

Selanjutnya, tiriskan benih yang telah terendam air dan letakkan diatas kertas koran sampai benar – benar kering. Setelah kering, masukkan benih ke dalam tray semai.

Untuk menjaga benih supaya tetap lembab, tray semai bisa diberikan tutup berupa plastik / goni / daun pisang. Sirami benih secara teratur setiap hari dengan cara air dipercikkan pada tray semai.

Setelah 5 – 7 hari, bibit akan mulai tumbuh dari tray semai. Tumbuhnya bibit ini membuat tutup tray semai sudah bisa dibuka dan tak perlu ditutupi lagi.

Pengolahan lahan tanam

Bersihkan lahan tanam dari kerikil, gulma, batu, dll sampai bersih. Setelah benar – benar bersih, cangkul lahan tanam sampai gembur sedalam ± 40 cm. Selanjutnya, cek tingkat keasaman tanah.

Jika pH tanah terlalu asam, maka berikan dolomite atau kapur pertanian untuk menetralkan pH tanah. Berikan dengan dosis sebanyak ± 1 – 4 ton per ha (sesuai dengan tingkat keasaman tanah).

Langkah selanjutnya adalah membuat bedengan pada lahan tanam. Buat bedengan dengan ukuran tinggi ± 30 – 40 cm, lebar ± 100 – 110 cm, serta panjang menyesuaikan dengan kondisi lahan tanam. Jangan lupa juga berikan jarak tanam ± 60 cm.

Selesai membuat bedengan, bedengan perlu diberikan pupuk dasar. Pupuk dasar yang diberikan dianjurkan menggunakan pupuk organik agar lebih mudah diserap.

Jika kondisi tanah pada lahan tanam dirasa kurang subur, bisa menambahkan pupuk lain seperti urea, SP 36, serta KCL.

Kemudian, pasang mulsa diatas bedengan. Selanjutnya, lubangi bedengan sebagai tempat penanaman bibit menggunakan alat pelubang mulsa. Beri jarak tanam antar lubang tanam sekitar 60 cm.

Pembuatan lubang tanam sebaiknya secara tidak sejajar agar penetrasi sinar matahari serta sirkulasi udara menjadi lebih meningkat.

Baca Juga : Pupuk Mikro Meroke Fitoflex Kualitas Tinggi

Penanaman

Proses penanaman bisa dilakukan setelah bibit berumur ± 3 – 4 minggu atau sudah memiliki 3 – 4 helai daun. Ambil bibit dari tempat penyemaian benih, lalu pindahkan bibit ke lahan tanam.

Masukkan bibit ke dalam lubang tanam secara hati – hati, lalu tutupi dengan tanah sekitarnya. Ratakan, lalu selanjutnya sirami dengan air secukupnya untuk menjaga tingkat kelembabannya.

Lakukan proses penanaman ini pada waktu pagi ataupun sore hari agar terhindar dari terik sinar matahari yang justru akan berdampak negatif pada bibit.

Pemeliharaan

Perawatan atau pemeliharaan berperan penting untuk menjaga keberlangsungan hidup tanaman. Dengan melakukan proses pemeliharaan, maka hasil maksimal bisa didapatkan oleh petani.

Contoh proses pemeliharaan dalam melakukan budidaya cabe rawit yaitu :

1. Penyiraman / pengairan

Proses penyiraman bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Sirami tanaman cabai dalam jumlah secukupnya. Lakukan proses ini secara teratur sebanyak 2 kali sehari pada musim kemarau (pagi serta sore hari).

Jika pada musim hujan, tidak perlu melakukan proses penyiraman karena kebutuhan air tanaman sudah tercukupi dengan air hujan.

2. Penyiangan Gulma

Siangi gulma dengan cara mencabutnya secara langsung, atau bisa juga menggunakan alat seperti cangkul kecil atau pencong.

Bersihkan gulma secara hati – hati, lalu kumpulkan menjadi 1 tempat. Tunggu sampai kering, lalu bakar gulma tersebut agar spora – spora yang terdapat pada gulma menjadi lenyap tak bersisa.

3. Pemupukan Susulan

Proses pemupukan susulan tentu harus dilakukan supaya cabe Dewata 76 F1 mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Pemupukan susulan bisa dilakukan setelah tanaman berumur sekitar ± 1 bulan setelah ditanam.

Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk kompos atau pupuk organik cair. Aplikasikan pupuk cair yang telah diencerkan terlebih dahulu dengan dosis sebanyak ± 100 ml per setiap tanaman.

Sementara itu, jika Anda mengaplikasikan pupuk kompos dosisnya yaitu sebanyak 500 – 700 gram. Anda juga bisa menambahkan pupuk NPK dan urea sebagai pupuk tambahan untuk tanaman cabe rawit Dewata 76.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Serangan hama serta penyakit harus segera diatasi. Mengapa ?? Karena jika tidak segera diatasi, maka hal tersebut bisa memberikan dampak buruk untuk tanaman.

Ada beberapa contoh hama dan penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan cabe. Beberapa contoh hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman cabe rawit yaitu :

1. Patek / Antraknosa

Penyakit patek atau antraknosa merupakan salah satu jenis penyakit utama tanaman cabe. Patek atau antraknosa disebabkan oleh infeksi cendawan bernama Colletotricum capsici.

Penyakit patek akan semakin berkembang jika didukung oleh beberapa faktor, seperti lingkungan lembab dan basah, terutama pada waktu musim hujan.

Gejala tanaman terserang oleh patek contohnya seperti terdapat tanda bercak melingkar cekung berwarna coklat pada buah, bercak tersebut lalu berkembang dimana menyebabkan buah kering, membusuk, serta jatuh.

2. Layu Bakteri

Penyakit layu bakteri disebabkan oleh serangan bakteri Ralstonia solanacearum. Patogen ini bisa bertahan hidup cukup lama pada tanaman inang alternatif atau bisa juga pada sisa – sisa tanaman.

Gejala tanaman terserang layu bakteri contohnya seperti daun tanaman mengalami layu pada kondisi cuaca yang panas dan akan kembali normal pada cuaca yang dingin (seperti waktu malam hari).

Pemanenan

Proses pemanenan cabe rawit Dewata 76 sudah mulai bisa dilakukan jika sudah terdapat ciri – ciri siap panen.

Ciri – ciri buah cabai rawit Dewata 76 siap panen yaitu buah sudah berumur tua dimana ditandai dengan terbentuk biji – biji padat yang berisi, jika buah ditekan akan terasa keras, serta warna buah berwarna hitam kemerahan,  hijau tua, atau hijau kemerahan.

Pemanenan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Untuk memanen buah cabai, petik buah bersama dengan tangkainya. Saat memetik usahakan bagian ranting serta percabangan tidak mengalami kerusakan.

Nah itulah dia sekilas tentang cabe Dewata 76 F1. Anda tertarik membeli benih Dewata 76 F1 ?? Kini Anda tak perlu lagi bingung membeli benih Dewata 76 F1.

Baca Juga : Produk Nematisida Ampuh Basmi Nematoda

Pertanian Indonesia tempat tepat bagi Anda untuk mendapatkan Dewata 76 F1. Toko Pertanian Indonesia jual benih Dewata 76 F1 kemasan sachet berisi 2250 butir.

Beli Dewata 76 sekarang juga di Pertanian Indonesia sebelum kehabisan. Langsung meluncur ke laman produknya, masukkan ke keranjang, dan langsung bayar. Mudah sekali, bukan ??

Demikianlah artikel bertema cabe rawit ini saya tulis serta sampaikan kepada Anda semua. Semoga artikel ini bisa berdampak positif dan bermanfaat untuk Anda semua.

Jika masih terdapat hal – hal kurang jelas tentang artikel berjudul Cabe Dewata 76 F1 Varietas Cabai Unggul Dari Panah Merah ini, hubungi segera Pertanian Indonesia melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Sampai jumpa lagi dan salam sukses untuk semua pembaca.

Mungkin anda juga suka