Samite 135 EC Produk
Akarisida Cap Kapal Terbang Unggul Atasi Hama. 081252271859 WA/SMS Pertanian
Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian
yang menyediakan berbagai kebutuhan pertanian dengan harga murah dengan
kualitas terbaik.
Samite produk akarisida ampuh produk Cap Kapal Terbang yang telah terbukti dalam mengatasi hama kutu, tungau, dan caplak. Akarisida Samite tersedia di Pertanian Indonesia. Dapatkan segera produk Samite 135 EC untuk mengatasi serangan hama kutu serta tungau.
Ancaman Kutu Dan Tungau
Hama kutu atau tungau
telah menjadi salah satu ancaman nyata dalam mengganggu kestabilan serta
menurunkan kualitas serta kuantitas tanaman. Karena itu, petani kini dituntut
untuk lebih bisa untuk bisa mengendalikan hama kutu dan tungau.
Selain mampu menyebabkan
kerusakan secara langsung, beberapa jenis kutu serta tungau juga menjadi hama
vector penyakit. Penyakit – penyakit tersebut tentu akan menambah parah tingkat
kerusakan akibat serangan hama kutu dan tungau.
Untuk mengatasi serangan hama
kutu dan tungau, ada beberapa cara untuk mengatasinya. Salah satu cara untuk
mengatasi serangan hama kutu dan tungau adalah dengan menggunakan pestisida.
Penggunaan Pestisida Dan Sejarahnya
Pestisida merupakan bahan
kimia yang dipergunakan untuk membasmi, menolak, serta mengendalikan organisme
pengganggu. Nama pestisida ini berasal dari kata pesti yang berarti hama
serta cide yang berarti pembasmi.
Sasaran penggunaan
pestisida contohnya yaitu ikan, mamalia, gulma, mikroba, burung, serangga, dll yang
dianggap cukup mengganggu. Sebagian besar pestisida bersifat beracun, sehingga
Anda harus berhati – hati dalam menggunakan pestisida.
Apabila Anda menggunakan
pestisida secara sembarangan dan tak sesuai aturan, maka hal tersebut bisa
menyebabkan kerusakan pada ekosistem dan lingkungan sekitar serta membahayakan
kesehatan manusia.
Penggunaan pestisida telah
diketahui sebelum tahun 2000 SM.
Awalnya, tujuan penggunaan pestisida adalah untuk melindungi tanaman pertanian.
Pestisida pertama berbentuk berupa sulfur dalam bentuk unsur yang ditebarkan
pada lahan pertanian di Sumeria ±
4500 tahun lalu.
Kitab suci Rig
Veda yang telah berumur sekitar ± 4000 tahun telah
menyebutkan bahwa tanaman beracun digunakan untuk mengendalikan hama penyerang
tanaman.
Mulai dari abad ke 15
hingga abad ke 20, pestisida terus mengalami perkembangan signifikan hingga sampai
seperti masa sekarang.
Jenis pestisida yang digunakan
untuk membasmi tungau serta kutu adalah akarisida. Lalu apa itu akarisida?? Mengapa
kita perlu menggunakan akarisida untuk mengatasi kutu dan tungau??
Baca
Juga : Dekamon Produk ZPT Terbaik Untuk Budidaya Tanaman
Akarisida
Akarisida
adalah jenis pestisida yang digunakan untuk mengatasi serangan hama kutu,
caplak, dan tungau. Kata akarisida berasal dari kata akari, yang berarti kutu
atau tungau. Pestisida ini juga disebut dengan Mitesida.
Fungsi utama dari
akarisida adalah untuk membunuh kutu atau tungau yang ada pada tanaman. Di
Indonesia sendiri, sudah banyak beredar produk – produk akarisida ampuh untuk
mengatasi serangan hama kutu dan tungau.
Salah satu contoh produk
pestisida tersebut adalah Samite 135 EC.
Apa saja keunggulan dari produk ini?? Lalu apa perbedaan produk ini dibandingkan
dengan produk – produk lainnya?? Simak penjelasannya pada uraian dibawah ini.
Akarisida Samite 135 EC

Akarisida
Samite 135 EC adalah produk pestisida ampuh produksi PT Tanindo Intertraco / PT Multi Sarana Indotani untuk mengatasi serangan hama kutu dan tungau.
Produk ini termasuk dalam
salah satu pestisida unggulan dari PT
MSI, sehingga Anda tak perlu ragu untuk memilih akarisida Samite.
Samite termasuk dalam
golongan akarisida yang bekerja sebagai racun kontak. Akarisida Samite memiliki
bentuk formulasi berupa pekatan berwarna kuning yang bisa diemulsikan /
dilarutkan dengan air.
Samite
135 EC memiliki bahan aktif Pyridaben 135 g/l. Kualitas dari Samite cukup
ampuh dan tak perlu diragukan kualitasnya. Permintaan tinggi pestisida berbahan
aktif Piridaben umum terjadi,
terutama untuk petani cabe.
Obat tungau serta predator
hama ini terbukti jadi favorit petani sayuran, karena mampu menghentikan
serangan hama kutu. Dengan menggunakan bahan aktif Piridaben, Samite terbukti
terbaik dan sangat laris di pasaran.
Menggunakan akarisida
Samite, serangan kutu baru bisa terhenti. Tingkat keefektifan akarisida Samite
terbukti cukup tinggi, karena itu tak perlu ragu untuk menggunakan produk ini.
Untuk menggunakan Samite,
caranya cukup mudah. Larutkan Samite dengan air terlebih dahulu, atau bisa juga
ditambahkan dengan perekat supaya hasilnya menjadi lebih baik.
Hama Sasaran Akarisida Samite
Seperti penjelasan
sebelumnya, ada beberapa hama sasaran dari penggunaan akarisida Samite. Apabila
tetap dibiarkan saja, maka tingkat keparahan serangan hama akan menjadi lebih
besar.
Beberapa hama sasaran
akarisida Samite contohnya yaitu :
·
Tungau
Tungau atau
mite
merupakan hewan berukuran kecil dengan 8 tungkai. Hewan ini termasuk dalam
golongan avertebrata dengan jenis beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan
lingkungannya.
Ukurannya
tergolong sangat kecil membuat hewan pemangsa besar tidak tertarik dan membuat
hewan ini mudah menyebar ke seluruh tanaman lainnya.
Dalam
sektor pertanian, tungau merah dan tungau karat buah mampu menyebabkan
kerusakan pada daun beberapa tumbuhan, seperti tomat, cabai, dan juga ketela
pohon.
Hewan
ini dipercaya telah ada sejak ± 400 juta tahun lalu.
Karena itu, tungau telah mengalami perkembangan sejak zaman itu hingga masa
kini. Bagian tanaman yang sering terserang oleh tungau yaitu bagian buah,
batang, serta daun.
Populasi
tungau bisa mudah dijumpai pada permukaan daun bagian atas, dan sebagian
kecilnya menyerang bagian cabang serta buah.
Ketika
menyerang tanaman, tungau akan menghisap klorofil dari daun, sehingga warnanya
berubah menjadi berwarna keperakan dan berbintik – bintik kelabu.
Gejala
umum serangan tungau pada tanaman yaitu lapisan epidermis daun menjadi rusak, tampak
bekas tusukan pada buah, dan pada serangan parah bagian tanaman lain seperti
buah yang telah masak tetap bisa terserang.
·
Kutu
Kutu merupakan
salah satu hewan berukuran kecil yang banyak menyebabkan kerusakan pada
tanaman, sehingga menyebabkan kerugian pada petani.
Serangga
berukuran kecil ini bisa menyerang banyak tanaman, seperti sawi, terong, cabai,
jeruk, kentang, semangka, apel, kopi, timun, tomat, buncis, kubis, dll.
Kutu penyerang tanaman sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, seperti thrips, aphids, dan kutu kebul. Kutu – kutu tersebut umumnya hidup secara berkelompok dan menyerang bagian – bagian tanaman seperti pucuk, tunas, dan bunga dengan cara menghisap cairan dari tanaman inangnya.
1. Thrips
Thrips adalah salah satu hama vector /
pembawa virus yang bisa menyebabkan penyakit keriting daun.
Contoh beberapa jenis thrips yang sudah
diketahui yaitu thrips parvispinus (thrips cabai), thrips palmi (thrips
melon), thrips fuscipennis (thrips mawar), serta thrips tabaci (thrips
bawang).
Thrips dewasa memiliki ukuran sebesar 1 –
1,2 cm dan berwarna hitam atau cenderung gelap kecoklatan, atau kuning.
Perbedaan warna tersebut dipengaruhi oleh
kondisi lingkungan dengan suhu tinggi. Thrips betina memiliki sepasang sayap,
sementara thrips jantan tidak memiliki sayap.
Hama thrips mampu menghasilkan telur
sebanyak ±
80 – 120 butir. Siklus hidupnya termasuk cukup pendek (berlangsung selama ± 3
minggu), dan thrips dewasa mampu hidup selama ± 20 hari.
Telur thrips berbentuk oval, diletakkan
berpencar pada permukaan bagian tanaman atau di dalam jaringan tanaman.
Telur thrips akan menetas lebih cepat pada
suhu tinggi (±
32°
C), sehingga tak heran pada musim kemarau tingkat perkembangbiakan thrips
menjadi semakin pesat.
Gejala serangan hama thrips yaitu terdapat
strip – strip pada daun berwarna keperakan pada daun. Noda tersebut berasal
dari cara makan thrips, sehingga mengakibatkan terjadinya luka pada daun.
Noda berwarna keperakan tersebut pun lama –
lama akan berubah menjadi berwarna coklat muda.
2. Aphids
Aphids spp memiliki warna bervariasi, mulai
dari coklat, merah, hitam, hijau, serta kuning. Beberapa jenis aphids yang
sudah dikenal contohnya yaitu Myzus persicae serta Aphis
gossypii.
Di daerah tropis pada dataran rendah sampai
menengah, musim kemarau merupakan musim dimana biasanya serangan berat Aphids terjadi.
Tanpa adanya aphids jantan sekalipun, aphids betina tetap mampu menghasilkan
telur karena bersifat partenogenesis.
Aphids dewasa akan bereproduksi selama ± 2
– 3 hari, sehingga populasi hama aphids menjadi bertambah dalam jangka waktu
cukup singkat.
Serangga Aphids dewasa umumnya bersayap,
sehingga bisa berpindah dari satu tanaman ke tanaman lainnya secara cepat dan
juga menyebar secara luas dalam jangka waktu singkat.
Karena itu, perlu proses pengendalian secara tepat
untuk bisa membasmi salah satu hama yang ditakuti oleh petani ini. Bila tetap
dibiarkan saja, maka sudah pasti Aphids menjadi salah satu ancaman serius untuk
petani.
Baca
Juga : Fungisida Folicur 25 WP Pestisida Ampuh Untuk Petani Atasi Serangan Jamur
3. Kutu kebul
Kutu kebul (Bemisia Tabaci) atau juga disebut sebagai kutu putih termasuk salah satu hama yang harus diwaspadai serangannya. Hewan ini mempunyai kemampuan berkembang biak sangat cepat karena mampu menghasilkan telur tanpa harus melalui perkawinan terlebih dahulu.
Serangga kutu kebul berukuran cukup kecil serta
memiliki warna putih. Dalam sekali bertelur, kutu kebul mampu bertelur sebanyak
±
50 – 400 butir telur berwarna putih yang diletakkan pada bagian atas permukaan
daun.
Beberapa contoh tanaman yang sering
terserang oleh kutu kebul diantaranya seperti tanaman sayur, buah – buahan,
cabai, serta palawija. Seringkali, hama satu ini lebih memilih untuk berdiam
diri dibalik daun secara berkelompok.
Selain menimbulkan kerusakan secara
langsung, kutu kebul juga menyebabkan kerusakan tidak langsung. Kerusakan langsung
akibat dari serangan hama ini contohnya yaitu bisa menimbulkan gejala belang (mosaik),
klorosis (menguning), serta daun menjadi keriting.
Sementara, pada serangan parah tanaman menjadi
tidak produktif dan berukuran kerdil. Untuk kerusakan tidak langsung, kutu
kebul mampu menjadi hama vector virus penyakit kuning (virus Gemini).
Virus ini ditularkan secara persisten,
sehingga sekali tanaman terserang virus Gemini dimakan oleh kutu kebul maka
selama hidupnya tetap akan menularkan virus Gemini.
·
Caplak
Caplak adalah
hewan sejenis kutu berkaki delapan yang hidup dengan cara menjadi parasit pada
makhluk hidup lain, seperti hewan kucing serta anjing. Hewan caplak tergolong
ke dalam anggota phylum Arthropoda dari kelas Arachnida.
Caplak terbagi
menjadi 2 jenis, yakni caplak lunak dan caplak keras. Hewan ini terlihat
seperti binatang kecil dengan bentuk seperti kuaci.
Caplak
hidup dari menghisap darah hewan inangnya, sehingga akibat kebiasaannya ini
caplak menjadi hama vector bagi beberapa penyakit menular.
Caplak
tua / dewasa memiliki 8 tungkai, sementara caplak muda memiliki enam tungkai.
Ketika akan berkembang ke fase berikutnya atau ingin berganti kulit, hewan
caplak membutuhkan darah untuk bisa melakukannya.
Hal
tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan caplak
berevolusi sebagai pemakan darah.
Habitat
fauna caplak umumnya terbagi menjadi 2, yaitu dekat atau bergantung pada
tanaman inang sejak lahir (nidikilous) serta yang tidak dekat
dengan inang (non-nidikilous).
Baca
Juga : Buah Pare Pahit Hasil Manis Untuk Budidaya
Dampak Negatif Penggunaan Akarisida Samite 135 EC Secara Berlebihan
Ketika menggunakan Samite
dengan dosis tak sesuai / berlebihan, akan timbul dampak negatif. Karena itu,
perhatikan betul – betul saat Anda akan
mengaplikasikan Samite 135 EC pada tanaman.
Contoh beberapa dampak negatif
dari penggunaan Samite secara berlebihan yaitu :
·
Tanaman mengalami kerusakan
·
Hama sasaran menjadi lebih resisten
·
Lahan sekitar tanaman menjadi
terkontaminasi
·
Pertumbuhan tanaman menjadi terganggu
·
Perlu menambah biaya ekstra untuk setiap
tanaman yang mengalami kerusakan
Hal – Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menggunakan Akarisida Samite 135 EC

Dalam menggunakan Samite,
terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan secara teliti. Beberapa hal
tersebut contohnya yaitu :
· Baca petunjuk penggunaan akarisida Samite
terlebih dahulu sesuai pada kemasan sebelum mulai mengaplikasikannya pada
tanaman
· Ketika mengaplikasikan Samite pada tanaman,
jangan merokok, makan, ataupun minum
· Gunakan peralatan pengaman kerja lengkap saat
menggunakan Samite
· Setelah selesai mengaplikasikan Samite
dengan menggunakan peralatan kerja lengkap, bersihkan semua peralatan kerja
menggunakan sabun serta air bersih dalam jumlah banyak
· Akarisida Samite 135 EC Cap Kapal Terbang
mampu menyebabkan keracunan pada kulit, mata, serta saluran pernafasan. Karena
itu, jauhkan Samite dari jangkauan anak – anak agar menghindari hal – hal negatif
· Pestisida jenis akarisida Samite 135 EC
tersedia dalam kemasan botol dengan isi bersih 100 ml serta 250 ml
· Pertanian Indonesia menyediakan dan jual
pestisida Samite 135 EC serta melayani pembelian Samite secara online dengan
jaminan pasti sampai ke alamat tujuan konsumen
· Produk asli Samite di Pertanian Indonesia dijamin
memiliki kualitas terbaik dan terpercaya
Baca
Juga : Tanaman Cabe Rawit Si Pedas Kaya Manfaat
Demikian artikel berjudul Samite
135 EC Produk Akarisida Cap Kapal Terbang Unggul Atasi Hama ini saya
tulis serta sampaikan kepada Anda. Semoga artikel tentang akarisida Samite ini bisa memberikan manfaat
dan berdampak positif untuk Anda.
Apabila masih terdapat hal
– hal yang kurang jelas atau ingin Anda tanyakan langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui layanan
chat di laman web kami atau bisa juga melalui no. telepon 081252271859 (Khusus
Layanan WA/SMS). Salam sukses dan sampai jumpa kembali pada artikel
lainnya.