Tanaman Semangka Buah Manis Digemari Petani. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian yang menyediakan dan jual berbagai kebutuhan tani terlengkap dengan harga murah dan kualitas terbaik.

Tanaman semangka memiliki buah manis yang kaya dengan manfaat, sehingga sangat disukai oleh masyarakat dari yang muda sampai yang tua. Selain itu, tanaman ini mudah ditanam sehingga sangat menguntungkan untuk petani buah.

Semangka, Jenis, Dan Manfaatnya

Semangka adalah tanaman dari suku Cucurbitaceae yang hidup secara merambat. Buahnya sering dimanfaatkan untuk konsumsi sehari – hari. Kaya dengan nutrisi yang sangat bermanfaat untuk tubuh membuat buahnya sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Buah semangka memiliki rasa manis dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam. Ada yang lonjong, bulat, kotak, dll. Kandungan nutrisi di dalamnya pun tidak jauh berbeda dan tetap memberikan banyak manfaat untuk tubuh apabila dikonsumsi.

Secara umum, semangka terbagi menjadi 3 jenis. 3 jenis tersebut diantaranya seperti :

·         Semangka berbiji

Semangka berbiji umumnya dikenal sebagai semangka tradisional dengan bentuk lonjong dan berukuran cukup besar. Rasanya manis dengan daging buah berwarna merah dan biji berwarna hitam.

·         Semangka tanpa biji

Jenis semangka ini sudah ada sejak 50 tahun lalu. Teksturnya lembek, warna daging buahnya lebih pucat dibandingkan dengan semangka berbiji, dan tidak selalu mengandung banyak air.

·         Semangka inul

Semangka inul memiliki buah semangka berbentuk lonjong seperti pepaya, dengan kulit buah berwarna hijau gelap dengan berat rata – rata 2,5 – 3,5 kg.

Buahnya disukai oleh masyarakat karena sangat cocok sebagai buah meja. Nama inul sendiri didapatkan dari bentuknya yang lonjong dan ukurannya yang kecil.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, buah semangka kaya dengan berbagai nutrisi membuat buah semangka memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Manfaat – manfaat tersebut contohnya seperti :

·         Mengatasi nyeri otot

Kandungan arginina, sitrulin, dan asam amino dalam buah semangka mampu membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, sehingga bisa mengatasi nyeri otot.

·         Menjaga kesehatan jantung

Kesehatan jantung bisa terjaga dengan mengkonsumsi buah semangka, karena memiliki nutrisi berupa likopen yang mampu melindungi sel tubuh dan menurunkan resiko terserang penyakit jantung.

·         Mempertahankan hidrasi

Buah semangka kaya dengan kandungan air dan elektrolit dalam jumlah besar, sehingga bisa membantu mengatasi hidrasi pada seluruh bagian tubuh.

Baca Juga : Hama Tanaman Ancaman Utama Dalam Kegiatan Budidaya

Benih Semangka Untuk Budidaya Petani

Benih semangka berkualitas unggul jadi solusi jitu untuk petani dalam mendapatkan hasil panen yang berkualitas tinggi. Pertanian Indonesia memiliki beberapa rekomendasi benih semangka unggul untuk petani Indonesia untuk mendapatkan kualitas terbaik.

Produk – produk benih semangka unggul rekomendasi Pertanian Indonesia yaitu :

·         Amara F1

Amara F1 adalah benih semangka berbiji hibrida produksi dari PT East West Seed Indonesia, Tbk. Benih Amara F1 tersedia dalam kemasan sachet 20 gram dan direkomendasikan ditanam pada daerah dataran rendah.

Keunggulan dari Amara F1 yaitu tahan terhadap penyakit layu fusarium dan layu bakteri, tahan pengangkutan jarak jauh, pembentukan buah tetap mudah dalam kondisi cuaca buruk, dan ukuran buah cukup besar.

Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman semangka Amara F1 berumur sekitar ± 65 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 38 ton per ha.

·         Angela F1

Angela F1 adalah benih semangka tanpa biji hibrida produksi dari PT East West Seed Indonesia, Tbk. Benih Angela F1 tersedia dalam kemasan sachet 20 gram dan direkomendasikan ditanam pada daerah dataran rendah.

Keunggulan dari Angela F1 yaitu tahan terhadap penyakit layu bakteri dan layu fusarium, pembentukan buah tetap mudah meskipun dalam kondisi cuaca tidak baik, tahan kekurangan kalsium, dan bisa dibuahkan lebih dari satu per tanaman.

Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman semangka Angela F1 berumur sekitar ± 65 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 40 ton per ha.

·         Gadis Manis F1

Gadis Manis F1 adalah benih semangka inul hibrida produksi dari PT Known You Seed Indonesia. Benih Gadis Manis F1 tersedia dalam kemasan sachet berisi 400 butir dan direkomendasikan ditanam pada daerah dataran rendah.

Keunggulan dari Gadis Manis F1 yaitu tahan simpan, tahan pengangkutan jarak jauh, tahan hama penyakit, dan pembentukan buah tetap mudah meskipun dalam kondisi cuaca tidak baik.

Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman semangka Gadis Manis F1 berukuran sekitar ± 65 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 30 ton per ha.

Baca Juga : Kacang Buncis Banyak Manfaat Cocok Untuk Budidaya

Budidaya Semangka Dengan Tepat

Setelah mendapatkan benih yang ingin Anda tanam, maka proses budidaya tanaman semangka sudah bisa dilakukan. Namun proses ini harus dilakukan secara baik dan benar untuk memaksimalkan potensi hasil tanaman semangka.

Langkah – langkah dalam melakukan budidaya semangka secara baik dan benar yaitu :

·         Penyemaian benih

Pertama, rendam benih terlebih dahulu dalam air hangat selama ± 20 menit. Setelah 20 menit, biasanya akan terlihat benih yang tenggelam dan mengapung. Buang benih yang mengapung karena apabila ditanam pertumbuhannya tidak akan sempurna.

Selanjutnya, ambil benih yang tenggelam. Cuci dengan air bersih, lalu keringkan di udara terbuka. Setelah kering, semai benih pada tray semai. Untuk memperlancar sirkulasi airnya, cukup lubangi tray semai secukupnya.

Isikan media semai pada tray semai sebanyak ¾ bagiannya sehari sebelum melakukan penyemaian benih. Komposisi media semai yang digunakan berupa tanah, pasir, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah siap, masukkan benih ke dalam tray semai.

Sirami benih secara rutin sebanyak 1 – 2 kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Namun pastikan agar media semai tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Cukup sirami secukupnya saja.

Apabila bibit sudah memiliki 3 -  6 helai daun, maka bibit sudah siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.

·         Pengolahan tanah

Lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu untuk mempermudah proses penanaman. Dengan mengolah tanah terlebih dahulu maka kondisi lahan tanam menjadi lebih gembur dan kaya dengan nutrisi.

Untuk mengolah tanah, cangkul atau bajak tanah dengan menggunakan traktor. Lakukan sampai tanah menjadi gembur, lalu buat bedengan pada lahan tanam. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar sekitar ± 2 meter, panjang menyesuaikan dengan kondisi lahan tanam, dan tinggi ± 40 cm.

Berikan jarak antar bedengan sekitar ± 100 – 150 cm, kemudian buat lubang tanam pada bedengan. Buat lubang tanam dengan rincian ukuran sekitar ± 30 x 30 x 30 cm. Selanjutnya, cek tingkat keasaman tanah.

Apabila pH tanah terlalu asam, berikan kapur pertanian atau dolomite agar pH tanah menjadi lebih sesuai. Selanjutnya, jangan lupa berikan pupuk dasar pada bedengan. Gunakan pupuk organik (pupuk kandang / kompos) agar menambah kandungan unsur hara dalam tanah.

·         Penanaman

Setelah bibit memiliki 3 – 6 helai daun, pindahkan bibit ke lahan tanam. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam secara hati – hati, lalu tutupi dengan tanah tipis – tipis. Setelah itu, tutupi bedengan dengan menggunakan mulsa plastik.

Dengan menutupi bedengan dengan menggunakan mulsa plastik, maka suhu hangat dan tingkat kelembaban pada bedengan menjadi tetap terjaga.

·         Pemeliharaan

Proses pemeliharaan untuk tanaman semangka harus dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap baik dan menghasilkan hasil produksi yang maksimal.

Proses perawatan tanaman semangka terdiri dari beberapa tahap. Tahapan – tahapan dalam proses pemeliharaan tersebut diantaranya yaitu :

1.   Penyulaman bibit

Apabila terdapat bibit yang mati atau tumbuh dengan kualitas kurang baik, segera sulami bibit dengan bibit yang berkualitas baik. Dengan melakukan penyulaman bibit, maka kualitas hasil panen tetap terjaga dan tetap seragam.

2.   Penyiraman / pengairan

Berikan air dengan cara menyirami bibit secara rutin. Lakukan secara rutin tiap hari sebanyak 2 kali sehari, yakni pada pagi serta sore hari.

3.   Penyiangan gulma

Siangi gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman semangka. Selain itu, dengan melakukan penyiangan gulma maka penyerapan nutrisi menjadi lebih sempurna.

4.   Pemupukan susulan

Berikan pupuk susulan pada tanaman semangka dengan menggunakan beberapa pupuk.

Untuk aplikasi pemupukan susulan pertama, berikan pada tanaman saat berumur ± 7 hst dengan memberikan pupuk KNO3 dengan dosis 2,5 gram per tanaman dan NPK dengan dosis 4,5 gram per tanaman.

Pada aplikasi pemupukan susulan kedua, berikan saat sudah berumur 14 hst dengan menggunakan pupuk KNO3 dengan dosis 2,5 gram per tanaman dan NPK dengan dosis 8,5 gram per tanaman.

Aplikasi pemupukan susulan ketiga, berikan saat sudah berumur 21 hst dengan menggunakan pupuk KCI dengan dosis 15 gram per tanaman dan NPK dengan dosis 12,5 gram per tanaman.

Untuk aplikasi pemupukan susulan keempat, berikan saat sudah berumur 35 hst dengan menggunakan pupuk ZA dengan dosis 8,5 gram per tanaman dan NPK dengan dosis 12,5 gram per tanaman.

Aplikasi pemupukan susulan kelima diberikan saat tanaman sudah berumur ± 45 – 50 hst dengan menggunakan pupuk ZA dengan dosis sebanyak 10 gram per tanaman.

Baca Juga : Benih Terong Ijo Potensi Hasil Tinggi Dan Menjanjikan

·         Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit menjadi salah satu hal yang harus dilakukan dalam kegiatan budidaya tanaman semangka. Serangan hama dan penyakit akan memberikan dampak negatif untuk petani karena merusak tanaman semangka.

Hama dan penyakit pada tanaman semangka diantaranya seperti :

1.   Embun tepung

Penyebab penyakit embun tepung adalah serangan cendawan Microsphaera diffusa. Penyakit embun tepung menjadi salah satu penyakit yang umum menyerang tanaman semangka.

Gejala tanaman terserang penyakit embun tepung yaitu terdapat bintik – bintik berwarna kuning, daun menjadi rontok, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan lama – lama akan mati.

Untuk mengendalikan serangan penyakit embun tepung, beberapa caranya yaitu dengan membuang dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, dan melakukan aplikasi fungisida sesuai dosis.

2.   Rebah semai

Penyakit rebah semai disebabkan oleh infeksi cendawan Pythium ultimum. Biasanya, penyakit ini menyerang bibit yang sedang disemai.

Gejala tanaman terserang penyakit rebah semai yaitu batang bibit berwarna coklat, lalu mulai merambat dan menyebabkan rebah dan mati.

Untuk mengendalikan penyakit rebah semai, caranya yaitu dengan merendam benih sebelum disemai dengan air hangat, dan melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.

3.   Gangsir / jangkrik

Gangsir merupakan hewan sejenis jangkrik dengan ukuran cukup besar yang hidup di dalam lubang tanah. Tubuhnya berwarna coklat sampai coklat gelap pada bagian punggungnya, dengan bagian bawah perutnya yang lebih berwarna cerah.

Panjang tubuhnya sekitar ± 37 – 44 mm dengan kepala berbentuk persegi dan berukuran besar. Pada bagian kepalanya juga terdapat sungut peraba yang cukup panjang.

Serangan hama gangsir biasanya terjadi pada malam hari. Gejala serangan gangsir pada tanaman yaitu batang tanaman menjadi putus, dan akhirnya tanaman akan menjadi mati.

Untuk mengatasi hama gangsir, caranya yaitu dengan melakukan aplikasi insektisida sesuai dosis, melakukan penyiangan gulma, menggunakan predator alami, dan melakukan rotasi tanaman.

4.   Oteng - oteng

Hama oteng – oteng adalah sejenis kumbang pemakan daun. Kumbang ini memiliki tubuh berukuran sekitar ± 1 cm dengan warna merah dan bintik – bintik hitam serta sayap dengan warna kuning polos.

Hewan ini berkembang biak dengan cara bertelur. Umumnya, telur oteng – oteng akan diletakkan pada daun, sisa – sisa tanaman inang yang telah mati, dan didalam tanah. Telur oteng – oteng berbentuk bulat lonjong dengan warna putih.

Gejala serangan hama oteng – oteng yaitu daun menjadi berlubang, daun hanya menyisakan tulang daunnya saja, tanaman menjadi layu dan pada akhirnya akan mati.

Untuk mengatasi serangan hama oteng – oteng, caranya yaitu dengan mengambil dan memusnahkan oteng – oteng secara langsung, memanfaatkan predator alami, melakukan rotasi tanaman, dan melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.

·         Pemanenan

Setelah buah semangka memiliki ciri – ciri siap panen, maka segera lakukan proses pemanenan. Ciri – ciri buah semangka siap panen yaitu daunnya sudah mulai agak layu, dan ukurannya cukup besar dan berat.

Untuk cara panen tanaman semangka, caranya dengan memotong tangkai buahnya dengan gunting atau pisau yang tajam. Sisakan tangkai buahnya sepanjang ± 3 – 5 cm dari pangkal buah.

Sesudah buah dipotong dari tangkainya, kumpulkan dan tempatkan pada tempat dengan kondisi suhu udara yang sejuk.

Baca Juga : Tanaman Gambas Sebagai Usaha Agrobisnis

Demikian artikel berjudul Tanaman Semangka Buah Manis Digemari Petani ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel mengenai tanaman semangka ini bisa memberikan manfaat untuk Anda semua.

Apabila masih terdapat hal – hal yang ingin Anda tanyakan langsung saja Anda hubungi Pertanian Indonesia melalui no. telepon 081252271859. Sekian dan terima kasih.

Mungkin anda juga suka