Antracol Bayer 70 WP Fungisida Unggul Bunuh Cendawan Penyebab Penyakit. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian online yang jual dan menyediakan berbagai sarana prasarana pertanian dengan harga murah dan kualitas terbaik.
Antracol Bayer 70 WP produk fungisida berkualitas terbaik untuk mengatasi penyakit tanaman akibat infeksi cendawan/jamur. Produk Bayer ini sudah banyak digunakan petani Indonesia, sehingga pestisida produk Bayer ini kualitasnya tidak perlu untuk diragukan.
Pestisida Antracol
Di jaman sekarang, budidaya tanaman sudah jadi kegiatan sehari – hari yang dilakukan oleh petani. Umumnya, tanaman yang mereka budidayakan tersebut cukup bervariasi. Mulai dari tanaman sayur – sayuran, buah – buahan, dll.
Tentu saja dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman petani menginginkan hasil maksimal. Namun, akan selalu ada saja hambatan ketika tanaman tumbuh. Salah satu ancaman ketika melakukan budidaya tanaman adalah adanya penyakit tanaman akibat infeksi cendawan.
Adanya penyakit tersebut tentu memberikan hasil negatif pada petani, mulai dari penurunan kuantitas atau kualitas hasil tumbuhan hingga akhirnya bisa menyebabkan gagal panen.
Karena itu, perlu cara penanganan yang tepat untuk bisa menangani hal tersebut. Salah satu caranya adalah menggunakan produk fungisida berkualitas terbaik. Pertanian Indonesia memiliki rekomendasi produk fungisida terbaik untuk Anda, contohnya yaitu Antracol 70 WP dari Bayer.
Apa itu Antracol 70 WP ?? Apa saja keunggulan dari produk satu ini ?? Simak penjelasannya pada uraian dibawah ini.
Antracol Bayer

Pestisida Antracol adalah produk fungisida unggul produksi dari PT Bayer Indonesia. Produk unggulan dari Bayer ini memiliki bentuk formulasi berupa tepung berwarna putih kekuningan atau krem serta bisa dilarutkan dengan air.
Bayer Antracol memiliki bahan aktif berupa Propineb 70%. Produk Antracol Bayer bisa diaplikasikan pada banyak tumbuhan seperti kacang panjang, cengkeh, mangga, tomat, cabe, bawang merah, kopi, semangka, anggur, teh, tembakau, rosella, kubis, anggrek, dll.
Manfaat Penggunaan Fungisida Antracol Bayer 70 WP
Menggunakan fungisida Antracol Bayer memberikan banyak manfaat untuk tanaman. Beberapa contoh manfaat penggunaan fungisida Antracol Bayer 70 WP yaitu :
· Membuat tumbuhan menjadi lebih sehat
· Menjaga serta melindungi tunas baru hasil dari penyetekan dari busuk bibit
· Ampuh dalam menghambat serta membasmi penyakit akibat jamur/cendawan
· Membuat tanaman terhindar dari penyakit busuk
Baca Juga : Bambu Ijo Pupuk Daun Unggul Lengkap Untuk Petani
Penyakit Yang Bisa Diatasi Menggunakan Antracol Bayer
Antracol Bayer sangat ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit akibat serangan cendawan. Tak salah apabila banyak petani menggunakan produk ini untuk mengatasi penyakit tumbuhan akibat serangan jamur.
Beberapa contoh penyakit yang bisa diatasi dengan menggunakan Antracol Bayer yaitu :
· Embun Tepung
Penyebab embun tepung adalah infeksi cendawan Erysiphaceae. Spora cendawan ini bisa bertahan di dalam kuncup serta sisa – sisa tanaman lain. Spora Erysiphaceae bisa menyebar ke tanaman terdekat melalui media seperti air, angin, dan serangga.
Embun tepung bisa berkembang cukup normal dalam kondisi kering. Cendawan ini bisa bertahan pada suhu sekitar ± 10° - 12° C, tetapi akan lebih optimal dalam kondisi suhu 30° C. Tingkat penyebaran embun tepung akan makin dipercepat oleh sedikit curah hujan serta embun pagi yang teratur.
Gejala serangan embun tepung yaitu pada awalnya terdapat bintik – bintik berwarna kuning pada sisi atas daun, lalu pada tahap selanjutnya lapisan tepung berwarna keputihan, setelahnya berwarna keabu – abuan, menutupi serta menyebar pada buah, batang, dan daun.
Cendawan Erysiphaceae mengambil nutrisi dari tanaman dan lapisan yang terlihat seperti debu pada daun ini akan menghambat proses fotosintesis, sehingga menghambat proses pertumbuhan tanaman. Saat embun tepung telah berkembang, bagian yang terinfeksi menjadi berkerut, daun menjadi rontok, dan tanaman mungkin akan mati.
· Karat Daun
Penyebab karat daun adalah infeksi cendawan H. vastatrix B.et Br. Organisme ini tergolong dalam parasit obligat, yaitu hanya bisa berkembang pada sel hidup. Cendawan ini memiliki uredospora seperti tepung berwarna merah jingga sampai kuning tua.
Uredospora yang masih muda memiliki bentuk bulat, lalu pada umur lebih lanjut spora ini memiliki bentuk seperti ginjal dengan satu sisi berbentuk agak cembung dengan permukaan kasar, sementara pada sisi lainnya berbentuk seperti ginjal dengan sisi rata serta halus.
Gejala serangan karat daun yaitu awalnya muncul bercak berwarna kuning muda berbentuk bulatan kecil bergaris tengah ± 0,5 cm pada permukaan bawah daun yang berubah menjadi kuning tua, lalu bercak – bercak yang berdekatan akan menyatu sehingga ukurannya menjadi lebih besar dan bentuknya tak beraturan.
Pada bercak tersebut terbentuk tepung yang awalnya berwarna kuning / jingga berubah warna menjadi putih karena adanya jamur hiper parasit pada uredospora.
Penyakit ini bisa membuat daun yang terserang akan gugur sebelum waktunya (prematur), sementara pada serangan berat membuat daun rontok, cabang/ranting mati, dan akhirnya tumbuhan lama – kelamaan juga akan mati.
· Bercak Ungu
Penyebab bercak ungu adalah infeksi cendawan Alternaria porri. Secara umum, bercak ungu menyerang pada musim hujan, meskipun pada beberapa kasus bisa terjadi pada musim kemarau.
Penyebaran bercak ungu bisa terjadi melalui media angin. Penyakit bercak ungu banyak menyerang berbagai tanaman, seperti bawang merah, bawang putih, bawang Bombay, serta bawang daun.
Patogen Alternaria porri bisa bertahan dari musim ke musim pada sisa – sisa tumbuhan sebagai konidium. Konidium menyebar oleh angin pada malam hari, sementara infeksinya terjadi melalui luka – luka dan mulut kulit.
Gejala serangan bercak ungu yaitu terdapat bercak berukuran kecil dan melekuk berwarna kelabu sampai putih, apabila membesar, bercak menjadi terlihat bercincin dengan warna agak keunguan, serta pada cuaca lembab permukaan bercak menjadi berwarna coklat sampai hitam.
Baca Juga : Bibit Bayam Kualitas Terbaik Untuk Petani Serta Cara Budidayanya
· Busuk Daun
Penyebab busuk daun adalah infeksi cendawan Phytophthora infestans. Patogen ini bisa menyerang berbagai tanaman, seperti paprika, kentang, terong, cabai, tomat, serta tanaman famili Solanaceae lainnya.
Penyakit ini diperkirakan berasal dari pegunungan Andes dan masuk ke Eropa serta Amerika Serikat. Sekitar tahun 1845 – 1860 busuk daun bahkan telah mampu menyebabkan bahaya kelaparan di Irlandia, karena saat itu penyakit ini menyerang tanaman kentang dimana merupakan makanan pokok bagi Negara tersebut.
Busuk daun juga menjadi salah satu penyebab kekalahan perang Negara Jerman pada perang Dunia 1. Pada tahun 1917, busuk daun telah menyebabkan kebinasaan tanaman kentang hingga lebih kurang sepertiga tanaman kentang yang menghasilkan bahan makanan penting selama masa perang.
Perkembangan patogen Phytopthora dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti curah hujan, tingkat kelambaban, serta suhu. Sementara, penyebaran sporanya bisa melalui media seperti angin, air, atau serangga.
Busuk daun umumnya sering menyerang tanaman pada daerah dataran tinggi dengan tingkat kelembaban yang juga tinggi. Kondisi lingkungan yang mendukung, seperti suhu sekitar ± 18 – 21° C serta tingkat kelembaban udara tinggi (≥ 80%) juga semakin memperparah penyakit busuk daun.
Gejala serangan busuk daun yaitu awalnya terdapat bercak basah pada tepian daun, lalu bercak melebar membentuk daerah berwarna coklat/kelabu dengan bagian tengah berwarna agak gelap dan basah, serta pada serangan berat tanaman yang terserang akan mati.
· Cacar Daun
Cacar daun disebabkan oleh infeksi cendawan Exobasidium vexans. Cacar daun bisa menyerang beberapa bagian tanaman, seperti batang, daun, buah, dan juga bunga.
Penularan cendawan Exobasidium cukup mudah karena sporanya tergolong cukup kecil serta halus, sehingga mudah terbawa oleh angin. Apabila tanaman dalam kondisi lemah, maka tanaman tersebut bisa mati secara perlahan – lahan.
Bibit yang masih dalam persemaian pun tetap bisa terserang cacar daun. Tingkat kelembaban udara adalah salah satu faktor yang berpengaruh besar dalam perkembangan penyakit cacar daun.
Gejala serangan penyakit cacar daun yaitu pada awalnya terlihat bintik – bintik kecil tembus cahaya, lalu bercak melebar dengan bagian pusatnya tak berwarna dibatasi dengan cincin berwarna hijau yang lebih hijau dari sekelilingnya dan menonjol ke bagian bawah. Bercak tersebut berwarna putih dan mengandung spora.
· Bercak Daun
Penyebab penyakit bercak daun adalah jamur Cercospora nicotianae. Akibat serangan jamur ini, kualitas serta kuantitas hasil panen tanaman menjadi menurun.
Tanaman yang sehat termasuk rentan tertular penyakit bercak daun, dan ketika musim hujan tiba maka peluang tanaman terserang penyakit bercak daun akan semakin lebih besar. Hal tersebut diakibatkan oleh tingkat kelembaban suhu yang ikut meningkat akibat hujan.
Gejala serangan penyakit bercak daun yaitu terdapat bercak dimana mulai muncul pada saat tumbuhan berumur ± 4 – 6 minggu, berbentuk lingkaran berdiameter 1,5 – 6 mm dengan bagian tepi berwarna coklat tua dan bagian pusat bercak transparan.
Pada kondisi lembab, daun yang telah terinfeksi menjadi berwarna kuning dan busuk, sementara pada kondisi kering daun menjadi kering lalu rontok.
· Antraknosa
Penyakit antraknosa disebabkan oleh infeksi cendawan Colletotrichum gloesporioides. Salah satu tanaman yang mudah terserang oleh patogen ini adalah mangga. Cendawan Colletotrichum termasuk dalam salah satu organisme penyebab pembusukan terpenting pada mangga.
Cendawan Colletotrichum mampu bertahan pada sisa – sisa tumbuhan atau biji dalam tanah. Ketika dalam kondisi yang sesuai, cendawan ini bisa menyebar ke tumbuhan melalui media angin serta percikan air hujan.
Faktor pendukung berkembangnya penyakit antraknosa diantaranya yaitu pH rendah, tingkat kelembaban sangat tinggi, serta temperatur udara sedang (18 – 28° C). Sementara itu, cuaca kering, suhu ektrim, serta tingginya radiasi matahari justru akan menghambat pertumbuhan penyakit antraknosa.
Penyakit antraknosa bisa muncul pada bagian daun serta tangkai daun, tetapi penyakit ini justru sebenarnya adalah penyakit buah. Gejala serangan antraknosa pada daun terlihat dari adanya bintik – bintik berwarna abu – abu sampai coklat pada tepian lebih gelap serta lingkungan kuning di sekitarnya.
Bintik – bintik tersebut itu lalu membesar serta menyatu untuk membentuk area sel mati berukuran cukup besar. Bintik kecil berwarna terang terlihat pertama kali pada bagian kulit buah.
Baca Juga : Furadan 3GR Produk FMC Ampuh Atasi Hama Nematoda
Aplikasi Dan Dosis Penggunaan Antracol 70 WP
Penggunaan Antracol Bayer 70 WP harus sesuai dosis dan aplikasi yang terdapat pada petunjuk label di kemasan. Larutkan Antracol Bayer dengan air terlebih dahulu, lalu semprotkan pada tumbuhan dengan menggunakan sprayer.
Bisa ditambahkan juga dengan perekat pada tanaman lain untuk menambah tingkat keefektifan Antracol Bayer. Lakukan proses penyemprotan Antracol Bayer 70 WP pada waktu pagi serta sore hari.
Catatan Dalam Menggunakan Fungisida Antracol Bayer

Dalam menggunakan Antracol Bayer, ada beberapa hal yang
menjadi catatan. Contohnya saja adalah kelebihan serta kekurangan dari produk
satu ini. Dengan mengetahui hal tersebut, maka Anda bisa menentukan
Kelebihan dari fungisida Antracol Bayer yaitu :
· Sangat ampuh dalam mengendalikan berbagai
jenis cendawan penyebab penyakit pada tumbuhan
· Bersifat sebagai fungisida kontak, sehingga
bekerja secara cepat dan protektif untuk mengendalikan jamur pada tumbuhan
· Langsung bekerja secara konstan ketika
diaplikasikan pada tanaman yang terinfeksi
· Mudah dilarutkan ke air, serta sangat baik
digunakan baik pada musim hujan ataupun musim kemarau
· Praktis dan mudah untuk digunakan
Sementara, untuk
kelemahan/kekurangan dari Antracol Bayer
yaitu :
· Antracol Bayer yang telah dilarutkan dengan
air akan mengendap di dasar wadah apabila tidak segera digunakan
· Tidak bisa tersimpan dalam jangka waktu
terlalu lama, karena bisa membuat warnanya menjadi berubah serta menggumpal
· Masih perlu tambahan perekat dalam
memaksimalkan kinerja Antracol Bayer untuk beberapa jenis tumbuhan
Setelah mengetahui
kelebihan serta kekurangan dari Antracol
70 WP dari Bayer, kini saatnya
Anda perlu mengetahui beberapa catatan
mengenai Antracol Bayer. Beberapa
catatan dalam menggunakan Antracol Bayer
yaitu :
· Baca petunjuk penggunaan fungisida Antracol
Bayer 70 WP terlebih dahulu sebelum mulai mengaplikasikannya pada tanaman
· Hati – hati dalam mengaplikasikan fungisida Antracol
Bayer 70 WP karena bisa menyebabkan keracunan
· Simpan dan jauhkan fungisida Antracol 70 WP
produk Bayer dari jangkauan anak – anak untuk menghindari hal – hal yang tidak
diinginkan
· Pertanian Indonesia
jual fungisida Antracol 70 WP produk Bayer kemasan sachet isi bersih 250 gram,
500 gram, dan 1 kg
· Toko online Pertanian Indonesia siap
mengirim fungisida Bayer Antracol dengan bekerja sama dengan perusahaan jasa
ekspedisi pengiriman terpercaya untuk memastikan pesanan sampai ke alamat
tujuan
Baca
Juga : Dekamon Produk ZPT Terbaik Untuk Budidaya Tanaman
Demikian artikel ini saya
tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga setelah Anda membaca artikel ini Anda bisa merasakan manfaatnya.
Apabila masih terdapat hal
– hal yang kurang jelas mengenai artikel berjudul Antracol Bayer 70 WP Fungisida
Unggul Bunuh Cendawan Penyebab Penyakit ini, segera hubungi saja Pertanian
Indonesia melalui layanan chat di laman web kami atau bisa juga melalui
no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Salam sukses
dan sampai jumpa lagi pada artikel lainnya.