Tanaman Cabe Rawit Si Pedas Kaya Manfaat. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian online yang jual dan menyediakan berbagai sarana dan prasarana pertanian terlengkap dengan kualitas terbaik.
Tanaman cabe rawit si pedas yang kaya dengan banyak manfaat. Si pedas ini cocok jadi peluang usaha untuk petani karena memiliki potensi untung dengan hasil yang menjanjikan.
Cabe Rawit
Cabe rawit adalah salah satu jenis tanaman cabai yang banyak digemari di Indonesia. Tanaman ini bisa dengan mudah kita temui pada banyak daerah. Tinggi tanaman ini bisa mencapai sekitar ± 50 – 100 cm dengan banyak percabangan.
Buah cabe rawit biasanya memiliki rasa pedas setara dengan 11.050 SI (Satuan Internasional) dan 50.000 – 100.000 Skala Scoville. Banyak orang menyukai buahnya selain karena rasanya yang pedas juga sangat cocok diolah menjadi berbagai bahan masakan dengan cita rasa lezat.
Manfaat Cabe Rawit
Tanaman cabe rawit memiliki berbagai kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Karena itu, mengkonsumsi cabai ini dijamin pasti menyehatkan badan.
Beberapa manfaat cabe rawit untuk tubuh yaitu :
· Memperlancar metabolisme tubuh
Mengkonsumsi cabe rawit dalam jumlah cukup mampu meningkatkan produksi enzim serta asam lambung, sehingga sistem metabolisme tubuh menjadi lancar.
· Mempercepat proses penyembuhan luka
Vitamin C dalam cabe rawit mampu membantu pembentukan kolagen, sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat.
· Meningkatkan sistem imun tubuh
Nutrisi vitamin C dalam cabe rawit mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga melindungi tubuh dari serangan penyakit.
· Mengatasi sakit kepala
Zat capsaicin dalam cabe rawit mampu memberikan sensasi pedas saat dikonsumsi, sehingga rasa pusing saat sakit kepala bisa teratasi.
· Kesehatan mata tetap terjaga
Cabe rawit kaya dengan kandungan vitamin B2, sehingga apabila dikonsumsi secara cukup akan menyehatkan mata.
· Mencegah penyakit beri – beri
Buah cabe rawit kaya dengan vitamin B1. Vitamin B1 ini mampu mencegah penyakit beri – beri, asalkan dikonsumsi secukupnya.
· Mencegah penyakit jantung
Buah dari tanaman cabe rawit kaya dengan kandungan nutrisi beta karoten, potassium, asam folat, dan vitamin B6 mampu menjaga kestabilan tekanan darah, sehingga mampu mencegah tubuh terserang penyakit jantung.
Baca Juga : Sayuran Kubis Tanaman Sayuran Banyak Manfaat Untuk Petani
Benih Cabe Rawit Unggul

Kebutuhan petani dalam mendapatkaan benih cabe rawit unggul menjadi salah satu hal penting dalam mendapatkan hasil panen cabe rawit yang berkualitas tinggi. Dengan menggunakan benih berkualitas unggul, maka kualitas hasil panen juga akan berkualitas.
Untuk itu, Pertanian Indonesia akan memberikan beberapa rekomendasi produk benih cabe rawit unggulan untuk Anda. Produk – produk benih cabe rawit rekomendasi Pertanian Indonesia yaitu :
· Bhaskara F1
Bhaskara F1 adalah benih cabe rawit unggul hibrida kualitas terbaik produk dari PT Bisi International, Tbk dengan merek dagang Kapal Terbang. Benih Bhaskara F1 direkomendasikan ditanam pada daerah dataran rendah sampai dataran tinggi pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari Bhaskara F1 Cap Kapal Terbang yaitu tahan terhadap serangan hama thrips dan aphid, pembentukan buah tetap mudah, buah berukuran besar, dan tahan pengangkutan jarak jauh.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman cabe rawit Bhaskara F1 berumur sekitar ± 64 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 0,8 kg per tanaman.
· Bara F1
Bara F1 adalah benih cabe rawit unggul hibrida berkualitas terbaik produk dari PT East West Seed Indonesia, Tbk dengan merek dagang Panah Merah. Benih Bara F1 Cap Panah Merah cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari Bara F1 yaitu tahan penyakit bakteri, pembentukan buah tetap mudah, tahan pengangkutan jarak jauh, dan mudah terjual ke pedagang.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman cabe rawit Bara F1 berumur sekitar ± 100 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 10 ton per ha.
· Shypoon
Shypoon adalah benih cabe rawit unggul kualitas terbaik produk dari Halbanero. Benih Shypoon Halbanero cocok ditanam pada daerah dataran rendah sampai dataran tinggi pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari Shypoon yaitu tahan serangan Gemini virus, penanaman lebih mudah, tahan pengangkutan jarak jauh, serta mudah terjual ke pedagang.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman cabe rawit Shypoon berumur sekitar ± 100 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 0,9 kg per tanaman.
· Super Sae
Super Sae adalah benih cabe rawit unggul terbaik produk dari PT Nusantara Genetika Agro dengan merek dagang Cap Sebelas. Benih Super Sae Cap Sebelas cocok ditanam pada daerah dataran rendah sampai dataran tinggi pada musim kemarau ataupun musim hujan.
Keunggulan dari Super Sae yaitu tahan serangan penyakit antraknosa dan hama thrips serta aphid, vigor tanaman kokoh, tahan simpan, dan disukai oleh banyak petani Indonesia.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman cabe rawit Super Sae berumur sekitar ± 90 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 1,2 kg per tanaman.
Baca Juga : Buah Tomat Kaya Nutrisi Potensi Untung Menjanjikan
Budidaya Tanaman Cabe Rawit
Budidaya tanaman cabe rawit cocok untuk petani hortikultura. Namun, untuk melakukan budidaya tanaman cabe rawit harus dilakukan secara baik dan benar.
Pertanian Indonesia akan memberikan langkah – langkah budidaya tanaman cabe rawit secara baik dan benar. Budidaya tanaman cabe rawit secara tepat yaitu :
· Persiapan Benih
Siapkan benih yang ingin Anda tanam. Siapkan juga tray semai sebagai tempat untuk menyemai benih. Langkah pertama, buat media semai yang terbuat dari campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang / kompos dengan perbandingan 3 : 1 : 2. Masukkan media semai tersebut ke dalam tray semai.
Rendam benih dalam air hangat (45 - 50° C) selama 1 jam untuk mempercepat proses perkecambahan benih. Setelah 1 jam, lihat kondisi benih. Apabila terdapat benih yang mengapung / mengambang, buang benih tersebut.
Selanjutnya, benih yang telah direndam air hangat ditiriskan dan juga diangin - anginkan diatas permukaan kertas koran agar ketika proses penyemaian benih menjadi lebih mudah. Sesudah semuanya siap, masukkan benih ke dalam tray semai.
Untuk menjaga tingkat kelembaban benih, tutupi tray semai dengan daun pisang / karung plastik / goni. Jangan lupa lakukan penyiraman pada benih dengan cara memercikkan air pada tray semai.
Dalam waktu 5 – 7 hari, benih akan mulai tumbuh. Dalam waktu ini, tutup persemaian sudah bisa dibuka. Setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun atau sudah berumur 20 – 30 hari, bibit sudah siap untuk pindah ke lahan tanam.
· Pengolahan Lahan Tanam
Saat proses persiapan benih, lakukan juga pengolahan lahan tanam secara bersamaan. Hal ini bertujuan agar saat bibit siap tanam lahan tanam juga sudah siap.
Untuk mengolah lahan tanam, lakukan dengan menggunakan cangkul atau menggunakan traktor sedalam ± 40 cm sampai gembur. Setelah gembur, cek pH tanah.
Apabila pH tanah terlalu asam, berikan kapur pertanian / dolomite untuk menetralkan tingkat keasaman tanah. Berikan dolomite / kapur pertanian dengan dosis sebanyak ± 1 – 4 ton per ha tergantung dengan tingkat keasaman tanah.
Setelah itu, buat bedengan dengan rincian ukuran tinggi panjang menyesuaikan dengan kondisi lahan tanam, tinggi 30 – 40 cm, dan lebar 100 – 110 cm. Jangan lupa berikan jarak tanam sekitar ± 60 cm.
Setelah selesai membuat bedengan, berikan pupuk dasar pada bedengan. Gunakan pupuk organik, bisa berupa pupuk kandang atau kompos dengan dosis sebanyak ± 15 – 20 ton per ha. Tambahkan juga dengan pupuk KCL, SP 36, dan urea apabila tanah masih kurang subur.
Pasang mulsa pada bedengan. Lalu, buat lubang tanam pada bedengan. Berikan jarak sekitar ± 50 – 60 cm. Untuk lubang tanam dalam 1 baris bedengan, berikan jarak antar baris sekitar ± 60 cm. Buat lubang tanam secara tidak sejajar agar meningkatkan penetrasi sirkulasi udara dan sinar matahari.
· Penanaman
Setelah bibit berumur 20 – 30 hari atau sudah memiliki 4 – 5 helai daun, pindahkan bibit ke lahan tanam. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam dengan hati – hati, lalu tutupi dengan tanah sekitar. Sirami dengan air agar tingkat kelembabannya tetap terjaga.
Sebaiknya lakukan proses penanaman ini pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik sinar matahari.
Baca Juga : Cabai Merah Unggulan Petani Indonesia
· Perawatan / Pemeliharaan
Untuk menjaga kelangsungan budidaya tanaman cabe rawit, rawat dan pelihara agar tetap bisa tumbuh dan siap panen. Pertama, sirami tanaman secukupnya. Lakukan penyiraman / pengairan 2 kali sehari, yakni pada pagi / sore hari. Apabila musim hujan, tidak perlu melakukan penyiraman.
Selanjutnya, lakukan penyiangan gulma. Dengan menyiangi gulma, maka tanaman cabe rawit terhindar dari serangan hama dan penyakit serta penyerapan nutrisi menjadi lebih sempurna.
Setelah itu, jangan lupa lakukan proses pemupukan susulan. Dalam proses ini, gunakan pupuk kompos dengan dosis sebanyak ± 500 – 700 gram per tanaman. Tambahkan juga dengan pupuk NPK dan urea sebagai tambahan pupuk.
· Pengendalian penyakit dan Hama

Salah
satu ancaman utama dalam budidaya tanaman cabe rawit adalah serangan hama dan
penyakit. Serangan hama dan penyakit selalu menyebabkan kerusakan yang membuat
petani menjadi merugi, sehingga harus segera dibasmi.
Beberapa
hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabe rawit yaitu :
1. Kutu Kebul
Hama kutu kebul (Bemisia tabaci) merupakan
salah satu hama yang menjadi ancaman utama banyak petani. Kutu kebul dewasa
atau imago memiliki tubuh sepanjang ± 1 – 1,5 mm dengan warna
putih dan tertutupi lapisan lilin bertepung putih.
Hama kutu kebul mampu menyebabkan kerusakan
secara langsung dan tidak langsung, karena itu perlu cara pengendalian tepat
untuk mengatasi hama ini. Kondisi cuaca yang lembab dan iklim yang mendukung
akan semakin memperparah serangan hama kutu kebul pada tanaman.
Gejala serangan hama kutu kebul yaitu daun
mengalami klorosis, tanaman menjadi layu, daun menjadi gugur, serta tanaman
lama – kelamaan akan mati.
Untuk mengatasi serangan hama kutu kebul,
caranya yaitu dengan memanfaatkan predator alami kutu kebul, mengambil dan
memusnahkan kutu kebul secara langsung, dan melakukan aplikasi insektisida
sesuai dengan dosis.
2. Lalat Buah
Lalat buah adalah salah satu jenis lalat
berukuran kecil yang menjadi hama berbahaya untuk tanaman cabe rawit.
Keberadaan lalat buah sangat meresahkan petani karena mampu menyebabkan gagal
panen.
Hewan ini umumnya memiliki siklus hidup
selama ±
18 – 20 hari (tergantung dengan suhu). Seekor lalat buah betina mampu
menghasilkan telur sebanyak ± 50 – 100 butir.
Setelah 2 – 5 hari, telur akan menetas dan
menjadi larva (belatung) yang menyebabkan banyak kerusakan pada tanaman cabe
rawit.
Gejala serangan hama lalat buah yaitu tangkai
buah menguning, terdapat bintik – bintik berwarna hitam bekas tusukan lalat
buah, buah menjadi busuk, dan apabila buah dibelah akan terdapat belatung.
Untuk mengatasi serangan hama lalat buah,
caranya yaitu dengan melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis,
memasang perangkap lalat buah, dan memanfaatkan predator alami lalat buah.
3. Bercak Daun Cercospora
Penyebab penyakit bercak daun cercospora
yaitu adalah cendawan Cercospora capsici. Jamur ini mampu
menyebar melalui media angin dan menginfeksi tanaman lainnya.
Tingkat kelembaban tinggi (lebih dari 95
persen) dan suhu sekitar ± 12 – 33° C akan semakin
memperparah tingkat serangan bercak daun Cercospora.
Gejala tanaman terserang penyakit bercak
daun Cercospora yaitu terdapat
bercak memanjang berwarna coklat kemerahan, dan pada serangan berat terdapat
bercak – bercak pada bagian batang, bunga, dan daun.
Untuk mengatasi serangan penyakit bercak
daun Cercospora, caranya dengan membuang dan memusnahkan tanaman yang
terserang, melakukan rotasi tanaman, manjaga kebersihan lahan tanam, serta
melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.
·
Pemanenan
Untuk
waktu pemanenan, tergantung dengan varietas benih cabai yang Anda gunakan. Namun,
apabila sudah siap panen terdapat ciri – cirinya. Ciri – ciri buah cabai yang sudah
siap panen yaitu :
1.
Biji padat berisi
2.
Tekstur buah keras
3.
Buah berwarna hijau tua / hijau kemerahan /
hitam kemerahan
Setelah
buah cabai sudah memiliki ciri – ciri siap panen, lakukan proses pemanenan.
Cara panennya yaitu dengan memetik buah bersama dengan tangkainya. Setelah itu,
buah cabai disimpan pada tempat atau langsung dipasarkan pada pedagang pasar.
Baca
Juga : Pestisida Organik Dan Peran Pentingnya Dalam Pertanian
Demikian artikel berjudul Tanaman
Cabe Rawit Si Pedas Kaya Manfaat ini saya tulis dan sampaikan kepada
Anda. Semoga artikel ini bermanfaat dan berdampak positif untuk Anda semua.
Apabila masih terdapat hal
– hal yang kurang jelas langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui no. telepon 081252271859 (Khusus
Layanan WA/SMS) atau melalui layanan chat pada laman web kami. Sekian
dan terima kasih.