Pestisida Organik Dan Peran Pentingnya Dalam Pertanian

Pestisida Organik Dan Peran Pentingnya Dalam Pertanian081252271859 WA/SMS Pertanian IndonesiaPertanian Indonesia merupakan toko online yang menyediakan berbagai sarana dan prasarana pertanian dengan kualitas terbaik dan harga murah.

Pestisida organik memiliki berbagai manfaat dalam pertanian. Penggunaannya secara baik dan benar akan bisa berperan sangat penting dan mampu memberikan hasil maksimal untuk petani.

Pestisida Dan Jenisnya

Pestisida adalah sebuah bahan atau material yang digunakan untuk membasmi, mengendalikan, dan membunuh organisme – organisme pengganggu. Sasaran dari penggunaan pestisida yaitu mikroba, tikus, gulma, serangga, mamalia, burung, dll.

Berdasarkan sejarah, penggunaan pestisda sudah ada sejak zaman sebelum 2000 SM. Pada waktu itu, bentuknya berupa sulfur yang dtaburkan pada lahan tanam di Sumeria ± 4500 tahun lalu.

Hal tersebut diketahui berdasarkan kitab Rig Veda yang menyebutkan bahwa tanaman beracun digunakan untuk mengatasi serangan hama. Pada abad ke 15 – 20, pestisida terus berkembang dengan pesat dan masih terus berkembang hingga saat ini.

Secara umum, pestisida memiliki sifat beracun. Karena itu, penggunaan pestisida harus secara hati – hati agar tidak menimbulkan dampak negatif pada tumbuhan.

Secara umum, pestisida terdiri dari beberapa jenis. Jenis tersebut contohnya yaitu :

·         Herbisida

Herbisida adalah senyawa atau material yang diberikan pada lahan tanam untuk membasmi, mengendalikan, atau membunuh gulma (tanaman liar). 

·         Fungisida

Fungisida adalah senyawa atau material yang diberikan pada lahan tanam untuk mengendalikan, membasmi, dan membunuh cendawan / jamur penyebab penyakit.

Penyakit – penyakit akibat serangan cendawan contohnya yaitu  :

1.   Layu fusarium

Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Cendawan ini mampu berkembang biak dengan mudah dan bisa menyebar melalui media seperti air, angin, dll.

Tingkat kelembaban udara tinggi sangat berpengaruh besar untuk perkembangan jamur Fusarium. Cendawan ini mulai memasuki tumbuhan melalui bagian leher batang tumbuhan yang bersinggungan dengan tanah.

Setelah itu, bagian tersebut biasanya akan mulai berwarna coklat dan membusuk. Bagian batang yang telah membusuk tersebut akan diselimuti oleh massa spora berwarna putih keabu – abuan apabila kondisi kelembaban tanah cukup tinggi.

Gejala umum penyakit layu fusarium yaitu tumbuhan nampak layu pada siang hari dan akan normal kembali pada pagi dan sore hari.

2.   Bercak daun

Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora capsici. Penyebaran cendawan ini biasanya menyebar melalui media seperti hama vector, air hujan, angin, dan alat – alat pertanian.

Apabila penyakit bercak daun ini tidak segera diatasi, maka hal ini akan sangat meresahkan petani karena akan menyebabkan kerusakan lebih parah.

Kondisi cuaca yang lembab ditambah dengan musim hujan menjadi faktor pendukung perkembangan penyakit bercak daun.

Gejala umum tumbuhan terserang penyakit bercak daun yaitu muncul bercak tidak beraturan, daun menjadi kering dan menggulung, dan akhirnya daun menjadi rontok.

3.   Akar gada

Penyakit akar gada disebabkan oleh infeksi cendawan Plasmodiophora brassicaePenyakit akar gada menyerang sistem perakaran tumbuhan sehingga menyebabkan akar menjadi membesar dan menyebabkan penyerapan unsur hara dan mineral menjadi terhambat.

Cendawan Plasmodiophora sering menyerang tumbuhan kubis – kubisan. Bahkan tingkat produksi kubis bisa berkurang cukup besar akibat serangan cendawan ini.

Spora cendawan Plasmodiophora bahkan bisa bertahan hidup di dalam tanah selama 10 – 20 tahun dalam keadaan istirahat pada daerah endemik penyakit akar gada.

Gejala umum tumbuhan terserang penyakit akar gada yaitu tumbuhan menjadi kerdil, akar menjadi bengkak, dan tumbuhan menjadi layu.

·         Insektisida

Insektisida adalah senyawa atau material yang diberikan pada lahan tanam untuk mengatasi, mengendalikan, dan membunuh hama serangga. Banyak sekali serangga yang bisa menyebabkan kerugian pada tumbuhan, seperti :

1.   Wereng coklat

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah hewan serangga berukuran kecil yang umumnya sering menyerang tanaman padi.

Biasanya, hewan ini lebih menyukai tanaman padi berumur muda meskipun pada masa pemanenan padi hewan ini tetap bisa menyerang.

Hama wereng coklat menyerang tumbuhan dengan cara menghisap cairan tanaman dan juga menyebarkan virus berbahaya untuk tanaman yang terserang.

Ciri – ciri serangan hama wereng coklat pada tanaman yaitu daun menjadi bengkok, daun menjadi berwarna hijau gelap, tanaman seperti terbakar, dan tanaman menjadi mati.

2.   Walang sangit

Walang sangit (Leptocorisa spp.) juga termasuk dalam salah satu hama yang juga sering menyerang tanaman padi. Hewan ini memiliki berbagai nama lain, seperti kungkang, pianggang, tenang, dll.

Hama walang sangit memiliki tubuh berukuran ± 2 cm dengan warna coklat kelabu dan terdapat semacam belalai yang digunakan untuk menyerap cairan tumbuhan.

Walang sangit menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman, sehingga tanaman menjadi menguning dan kekurangan unsur hara.

3.   Belalang

Belalang (Caelifera) merupakan serangga herbivora dari ordo Orthoptera. Hewan serangga ini memiliki antenna pendek pada bagian kepalanya.

Kebanyakan spesies belalang memiliki sayap pada bagian tubuhnya, meskipun terkadang sayanya tidak bisa digunakan secara baik dan benar untuk terbang.

Untuk ukurannya, biasanya belalang betina memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan belalang jantan. Sementara untuk habitatnya, belalang menyukai tempat seperti hutan, sawah, kebun, dll.

Gejala serangan hama belalang yaitu daun menjadi berlubang, tingkat produktivitas tanaman menjadi menurun, dan daun menjadi habis pada serangan berat.

4.   Lalat bibit

Lalat bibit merupakan jenis lalat yang sering menyerang tanaman jagung. Jenis lalat ini jika tidk segera dimusnahkan maka akan menyebabkan petani menjadi rugi.

Hama ini mudah ditemui pada musim hujan. Penyebabnya karena lalat bibit menyukai kondisi lingkungan lembab. Selain itu, pada kondisi lingkungan kering biasanya telurnya tidak akan menetas.

Gejala serangan lalat bibit pada tanaman yaitu daun berubah warna dari hijau menjadi kuning, bagian batang menjadi membusuk, tanaman menjadi kerdil, dan akhirnya akan mati.

Baca Juga : Benih Bawang Merah Hibrida Unggulan Petani

Pestisida Organik

Pestisida organik adalah pestisida (herbisida, insektisida, nematisida, atau lainnya) yang terbuat dari bahan – bahan organik / alami, seperti hewan, mikroorganisme, tumbuh – tumbuhan, dll.

Karena terbuat dari bahan – bahan alami yang tidak berbahaya, maka pestisida organik lebih aman untuk manusia dan ramah lingkungan.

Pestisida organik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pestisida anorganik, seperti :

·         Aman untuk dikonsumsi tumbuhan

·         Pembuatannya relatif lebih mudah

·         Ramah terhadap lingkungan sekitar

·         Mampu memberikan nilai tambah pada tumbuhan

·         Tidak akan menyebabkan resistensi pada hama

Meskipun memiliki banyak kelebihan, pestisida organik juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan – kekurangan tersebut diantaranya seperti :

·         Kurang praktis

·         Daya kerja relatif lebih lambat

·         Tidak tahan terhadap sinar matahari

·         Tidak membunuh sasaran secara langsung

·         Tidak tahan bila disimpan dalam jangka waktu lama

Baca Juga : Alat Pertanian Sarana Penting Dalam Kegiatan Bercocok Tanam

Cara Membuat Pestisida Organik Secara Mudah

Jika Anda ingin membuat sendiri pestisida organik, Pertanian Indonesia akan memberikan tahapan cara – cara membuat pestisida organik secara benar. Namun, sebelum itu siapkan bahan baku pembuatnya terlebih dahulu.

Bahan – bahan pestisida organik yang harus disiapkan diantaranya seperti kunyit 1 ons, lengkuas 3 ons, 3 batang serai, bawang putih 1 ons, serta merica secukupnya. Sasaran dari penggunaan pestisida organik ini adalah laba – laba, jangkrik, ulat daun, tungau, semut, kutu, belalang, lalat buah, dll.

Setelah semua bahan baku telah siap, tumbuk semua bahan – bahan tersebut sampai halus. Kemudian, campurkan dengan 1 liter air dan panaskan sampai mendidih. Setelah mendidih, segera pindahkan pada mangkok besar atau wadah lainnya.

Selanjutnya, tambahkan dengan sabun cuci piring secukupnya dan aduk sampai merata. Dinginkan, lalu sebelum digunakan saring campuran menggunakan saringan agar tidak menyumbat pada alat semprot.

Cara aplikasinya yaitu dengan cara disemprot pada tumbuhan yang terserang hama. Untuk setiap 100 cc sampai 200 cc ditambahkan dengan 3 – 4 liter air.

Produk Pestisida Organik Berkualitas Terbaik

Jika Anda ingin cara praktis tanpa harus bersusah payah membuat pestisida organik, beli saja produk – produk pestisida organik yang sudah ada di pasaran.

Kini, Pertanian Indonesia akan memberikan beberapa produk – produk pestisida organik yang ada di pasaran Indonesia. Produk – produk pestisida organik rekomendasi toko online Pertanian Indonesia yaitu :

·         Trico Green

Trico Green adalah produk fungisida alami / organik berbahan dasar jamur Tricoderma sp. Fungisida ini memiliki bentuk formulasi berupa serbuk berwarna putih kehijauan. Obat jamur Trico Green sangat efektif untuk mengatasi berbagai penyakit pada kedelai, jagung dan padi.

Keunggulan dari fungisida Trico Green yaitu mampu mencegah penyakit rebah kecambah, mencegah serangan penyakit layu fusarium dan phytopthora, serta mampu meningkatkan kesuburan pada tanah.

Trico Green tersedia dalam kemasan sachet 250 gram dan bisa dibeli dengan cara klik disini.

·         Nordox 56 WP

Nordox 56 WP adalah produk pestisida organik yang memiliki bahan aktif tembaga oksida 56 % dengan bentuk formulasi berupa tepung berwarna merah dan bisa disuspensikan dengan air.

Bakterisida / fungisida nordox adalah produk dari Nordox AS yang diwakili oleh CV Mentari di Indonesia. Pestisida organik ini dirancang untuk bisa mengendalikan penyakit pada tumbuhan akibat serangan bakteri dan jamur / cendawan.

Keunggulan dari Nordox 56 WP yaitu mampu membuat tumbuhan terbebas dari serangan keong mas, menekan perkembangan penyakit kresek, menyuburkan tumbuhan, dan mampu menghasilkan anakan menjadi lebih banyak.

Nordox 56 WP tersedia dalam kemasan sachet 100 gram dan 500 gram dan bisa dibeli dengan cara klik disini.

·         Trico G

Trico G adalah produk fungisida dan bio komplek terbaik produksi dari Primasid. Fungisida Trico G terbuat dari bahan – bahan alami berupa campuran jamur Tricoderma sp. dan Gliocladium sp. yang ditambahkan dengan formulasi 8 Bio Katalisator dan Bio antagonis.

Obat jamur Trico G terbukti sangat efektif dalam mengendalikan penyakit pada tanaman, terutama pada padi gogo dan padi sawah. Meskipun begitu, produk ini juga sangat direkomendasikan digunakan untuk berbagai tanaman pangan dan sayur.

Keunggulan – keunggulan dari penggunaan Trico G yaitu mampu mencegah serangan penyakit layu fusarium sp. dan Phytopthora sp, mencegah penyakit rebah kecambah, meningkatkan kesuburan pada tanah, dan mempercepat pemasakan pada pupuk kandang.

Trico G tersedia dalam kemasan sachet 500 gram dan bisa dibeli dengan cara klik disini.

·         Arashi

Arashi adalah produk bakterisida alami produksi dari Bumi Jaya Makmur. Bakterisida Arashi memiliki bentuk formulasi berupa tepung dan mampu mengatasi penyakit pada tumbuhan, seperti penyakit layu akibat serangan cendawan / jamur.

Keunggulan lain dari produk Arashi diantaranya seperti membuat sistem perakaran tumbuhan menjadi lebih kuat, menyuburkan kondisi tanah, dan membuat daun menjadi lebih hijau.

Bakterisida Arashi cocok diaplikasikan pada banyak tumbuhan, seperti tembakau, padi, kentang, tomat, cabe, terong, melon, padi, dll. Untuk aplikasi pada tumbuhan, lakukan dengan cara pengocoran.

Arashi tersedia dalam kemasan sachet 100 gram dan bisa dibeli dengan cara klik disini.

Baca Juga : Benih Terong Ijo Potensi Hasil Tinggi Dan Menjanjikan

Hal – Hal Penting Pada Pestisida Organik

Meskipun sudah memiliki label organik, banyak orang belum paham dan keliru mengenai label organik pada pestisida ini. Masih banyak orang menganggap bahwa kata organik dalam pestisida organik tidak akan menjamin bahwa bahan – bahan yang terkandung di dalamnya aman bagi kesehatan.

Asalkan aplikasi pestisida ini dilakukan sesuai dengan dosis dan ketentuan pemerintah, penggunaan pestisida organik bisa meningkatkan kualitas produk pangan organik dalam negeri, sehingga kualitasnya bisa ditingkatkan lagi.

Meskipun faktanya seperti itu, pernah terdapat sebuah penelitian yang mengungkapkan jika pestisida organik dengan tingkat keefektifan tinggi belum tentu aman dibandingkan dengan pestisida anorganik.

Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa  pada aplikasi pestisida organik masih terdapat residu – residu pada tanaman dengan kadar racun sama atau bahkan lebih tinggi daripada pestisida anorganik.

Selain itu, masih banyak orang percaya bahwa tanaman yang menggunakan pestisida berlabel organik sudah pasti terbebas dari unsur – unsur pestisida, sehingga aman untuk dikonsumsi. Faktanya, tidak semuanya bisa terbebas dari residu – residu pestisida.

Karena itu, pastikan agar tiap tanaman – tanaman yang menggunakan pestisida organik dicuci terlebih dahulu dengan air agar residu – residu pestisida yang masih tertinggal bisa larut dengan air dan meskipun masih ada kadarnya cukup rendah dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Baca Juga : Pupuk Kimia Dan Perannya Dalam Pertanian

Demikian artikel berjudul Pestisida Organik Dan Peran Pentingnya Dalam Pertanian ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Apabila masih terdapat hal – hal yang kurang jelas langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui layanan chat di laman web kami atau melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS).

Semoga artikel tentang pestisida organik ini bisa memberikan manfaat untuk Anda semua. Sampai berjumpa lagi di artikel lainnya. Salam sukses dan terima kasih.