Tanaman Seledri Sebagai Peluang Agribisnis. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian online terpercaya yang jual dan menyediakan berbagai kebutuhan pertanian kualitas terbaik dengan harga murah.
Tanaman seledri cocok jadi peluang agribisnis untuk petani. Agribisnis tanaman seledri harus dimanfaatkan dengan sempurna oleh petani supaya mendapatkan kualitas hasil panen yang unggul dan memiliki nilai jual tinggi sehingga menguntungkan petani.
Seledri Dan Sejarahnya
Tanaman seledri adalah sejenis tumbuhan sayur yang biasa digunakan sebagai obat – obatan dan bumbu masakan. Tumbuhan ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu sebagai salah satu penyedap masakan dan unsur pengobatan.
Tanaman seledri termasuk tumbuhan yang berukuran kecil. Tingginya pun tidak sampai setinggi ± 1 meter. Pada kultivar tertentu, tangkainya bisa berukuran cukup besar.
Tanaman seledri termasuk dalam tanaman biennial atau 2 tahunan, tetapi bisa juga dibudidayakan sebagai tanaman annual atau tahunan. Tanaman seledri mengandung berbagai nutrisi yang sangat bermanfaat untuk tubuh, seperti lemak, gula, protein, vitamin E, vitamin C, vitamin B, dll.
Manfaat seledri / khasiat seledri untuk tubuh contohnya yaitu :
· Mencegah kerusakan sel tubuh
Senyawa – senyawa antioksidan yang terkandung dalam seledri memiliki kemampuan untuk menangkal berbagai radikal bebeas, sehingga mampu menurunkan kerusakan sel tubuh.
· Menjaga kesehatan ginjal
Kaya dengan nutrisi seperti vitamin A, B, C, dan zat besi membuat seledri cocok dikonsumsi untuk menjaga kesehatan ginjal. Zat zat tersebut mampu melindungi ginjal dan membersihkan racun dari tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih sehat.
· Mencegah penyakit kanker
Seledri kaya dengan kandungan zat polyacetylenes. Zat ini bermanfaat untuk mencegah pembentukan sel kanker, terutama kanker payudara, kanker usus, dan leukemia.
· Menurunkan berat badan
Jumlah kalori dalam seledri tergolong rendah, sehingga cocok dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Meskipun begitu, kandungan berbagai nutrisi di dalamnya tetap lengkap meskipun jumlah kalorinya cukup rendah.
· Mencegah dehidrasi
Memiliki jumlah kadar air yang tinggi membuat seledri sangat cocok untuk tubuh. Dengan mengkonsumsi seledri, maka tubuh akan terhindar dari dehidrasi karena mengandung air dalam jumlah tinggi.
Baca Juga : Tanaman Kubis Kaya Manfaat Cocok Untuk Agrobisnis
Produk Benih Seledri Unggul Untuk Petani

Pertanian Indonesia punya beberapa rekomendasi benih seledri unggul untuk Anda. Benih seledri unggul akan membantu petani dalam menghasilkan hasil produksi yang berkualitas terbaik.
Contoh produk benih seledri unggul rekomendasi Pertanian Indonesia yaitu :
· Summer Green
Summer Green adalah benih seledri unggul kualitas terbaik produk dari PT Known You Seed. Benih Summer Green tersedia dalam kemasan sachet ukuran 10 gram dan beradaptasi dengan baik di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari benih Summer Green yaitu tahan penyakit layu bakteri dan fusarium, memiliki vigor yang kokoh, proses budidayanya mudah, dan memiliki nilai jual tinggi.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman seledri Summer Green berumur sekitar ± 90 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 16 ton per ha.
· Amigo
Amigo adalah benih seledri unggul kualitas terbaik produk dari PT East West Seed Indonesia (Panah Merah). Benih Amigo Cap Panah Merah tersedia dalam kemasan sachet ukuran 20 gram dan beradaptasi dengan baik di daerah dataran menengah sampai dataran tinggi pada musim hujan dan musim kemarau.
Keunggulan dari benih Amigo yaitu tahan terhadap penyakit layu fusarium dan bakteri, , budidaya mudah, memiliki vigor yang kokoh, dan nilai jualnya tinggi di pasaran.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman seledri Amigo Cap Panah Merah berumur sekitar ± 90 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 12 ton per ha.
Baca Juga : Alat Pertanian Sarana Penting Dalam Kegiatan Bercocok Tanam
Budidaya Tanaman Seledri Peluang Agribisnis

Sebelum melakukan budidaya tanaman seledri, pilih
benih berkualitas untuk menunjang kegiatan budidaya tanaman seledri. Setelah memilih
benih berkualitas yang ingin Anda tanam, maka langkah selanjutnya
adalah melakukan budidaya seledri secara baik dan benar.
Cara menanam seledri secara baik dan benar
yaitu :
·
Pengolahan lahan
tanam
Olah lahan tanam
terlebih dahulu sebelum melakukan proses penanaman. Dengan melakukan pengolahan
lahan tanam, maka lahan tanam akan menjadi gembur. Lakukan proses ini dengan
cara dicangkul atau dibajak menggunakan traktor (agar lebih mudah) sedalam ± 30
cm.
Selanjutnya, biarkan
lahan tanam selama ± 15 hari dan pastikan agar tersinari matahari dengan cukup.
Setelah 15 hari, cek pH tanah. Apabila pH tanah terlalu rendah, maka berikan
dolomite atau kapur pertanian supaya pH tanah menjadi netral. Berikan dengan
dosis sebanyak ± 1 – 2 ton per hektar lahan tanam.
Langkah
selanjutnya, buat bedengan pada lahan tanam. Buat bedengan berukuran lebar ± 80
– 100 cm, tinggi ± 30 cm, dan panjangnya menyesuaikan dengan lahan tanam.
Berikan jarak antar bedengan sekitar ± 30 – 40 cm supaya lebih memudahkan dalam
pembuatan parit yang berguna untuk saluran drainase.
Setelah itu,
berikan pupuk dasar pada bedengan. Gunakan pupuk kandang atau pupuk kompos
dengan dosis ± 10 – 20 ton per hektar. Kemudian, tutupi bedengan dengan
menggunakan plastik mulsa. Biarkan bedengan selama ± 3 – 4 hari. Sesudah 3 – 4
hari, bedengan pun siap untuk digunakan.
·
Persemaian benih
Rendam benih terlebih
dahulu menggunakan air hangat. Rendam selama ± 15 menit – 30 menit. Kemudian,
siapkan media semai benih berupa tray semai. Isi media semai dengan tanah dan
pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1.
Setelah siap,
masukkan benih ke dalam tray semai. Tutupi dengan tanah tipis – tipis. Letakkan
tray semai di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Sirami secara rutin
untuk memenuhi kebutuhan air benih. Lakukan secara rutin pada pagi dan sore
hari.
Setelah bibit
memiliki 2 – 3 helai daun, maka bibit sudah siap untuk dipindahkan ke lahan
tanam.
·
Penanaman
Buat lubang tanam
pada bedengan. Setiap 1 lubang tanam diisi dengan 1 bibit seledri. Masukkan
bibit ke dalam lubang tanam secara hati – hati, lalu tutupi dengan tanah di sekitar
area lahan tanam. Sirami dengan air secukupnya untuk menjaga tingkat kelembaban
tanah.
·
Perawatan /
pemeliharaan
Lakukan proses
perawatan / pemeliharaan secara rutin. Dengan melakukan perawatan /
pemeliharaan tanaman secara rutin maka tanaman akan tumbuh secara sempurna dan
hasil panen yang dihasilkan tetap berkualitas terbaik.
Beberapa proses
pemeliharaan dalam budidaya tanaman seledri diantaranya seperti :
1. Penyiraman
Sirami secara rutin pada waktu pagi dan sore hari, terutama pada
musim kemarau. Pada musim kemarau jika tidak mendapatkan air secara cukup maka bibit akan kekeringan. Sementara,
pada musim hujan frekuensi penyiraman bisa dikurangi agar bibit tidak terlalu
becek.
2. Penyulaman bibit
Jika terdapat bibit yang tidak tumbuh secara sempurna, segera
lakukan penyulaman bibit. Gantikan bibit yang tidak tumbuh secara sempurna
dengan menggunakan bibit berkualitas baik.
Proses penyulaman bibit seledri bisa dilakukan setelah bibit sudah berumur ± 2 minggu.
3. Penyiangan gulma
Siangi gulma secara rutin. Gulma yang dibiarkan saja bisa
mengganggu pertumbuhan tanaman dan menyebabkan tanaman seledri terserang hama
dan penyakit.
Hal itu disebabkan oleh gulma yang biasanya menjadi sarang hama
dan penyakit, sehingga sangat berbahaya apabila gulma dibiarkan saja.
4. Pemupukan susulan
Lakukan proses pemupukan susulan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
tanaman. Pemupukan susulan pertama diberikan setelah bibit seledri berumur
sekitar 20 hst. Gunakan pupuk ZA 10 kg, urea 5 kg, dan pupuk organik (kandang /
kompos) 0,25 kg untuk luas lahan 1000 meter.
Pemupukan
susulan kedua diberikan setelah bibit berumur 35 hst. Gunakan pupuk za 10 kg dan pupuk urea 5 kg untuk luas lahan
1000 meter.
Baca Juga : Jual Cabe Keriting Terano F1 Matahari Seed Murah Kualitas Terbaik
·
Pengendalian hama
dan penyakit
Hama dan penyakit
tetap harus diwaspadai karena tetap bisa menyerang tanaman seledri. Mengetahui
hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman seledri bisa membantu menurunkan
resiko terserang hama dan penyakit.
Hama dan penyakit
dalam budidaya tanaman seledri contohnya yaitu :
1. Kutu daun
Hama kutu daun / Aphids
memiliki warna tubuh yang bervariasi, mulai dari hitam, coklat, merah, hijau,
kuning, dll tergantung dengan jenisnya. Serangga Aphids betina mampu menghasilkan keturunan tanpa melalui proses
perkawinan dengan Aphids jantan, sehingga mampu menghasilkan keturunan dengan
cepat.
Gejala tanaman terserang hama Aphids
contohnya yaitu terdapat embun jelaga pada daun dan batang, terjadi malformasi,
dll.
Untuk mengatasi serangan hama Aphids, caranya yaitu dengan
memanfaatkan predator alami Aphids, menjaga kebersihan lahan tanam, mengambil
dan memusnahkan hama Aphids secara langsung, serta melakukan aplikasi
insektisida sesuai dengan dosis.
2. Bercak daun coklat / septoria
Penyebab penyakit bercak daun coklat yaitu serangan dari cendawan Septoria
apii. Penyakit bercak daun septoria tersebar ke seluruh dunia dan mampu
menurunkan baik kualitas dan kuantitas hasil seledri. Penyebaran spora cendawan
Septoria
bisa melalui media seperti air hujan, manusia, hewan, peralatan pertanian, dll.
Gejala tanaman terserang penyakit bercak daun septoria yaitu
terdapat bercak – bercak pada daun, pada tangkai daun juga terdapat bercak
bercak yang memanjang berwarna coklat, serta daun seledri menjadi kuning, layu
dan akhirnya rontok.
Untuk mengatasi serangan penyakit bercak daun septoria, cara yang
bisa dilakukan yaitu membuang dan memusnahkan tanaman yang terinfeksi,
melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, serta melakukan
aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.
3. Ulat Tanah
Hama ulat tanah (Agrotis Ipsilon) biasanya bersembunyi
di bawah daun inangnya. Mereka tidak menyukai sinar matahari dan sering juga
bersembunyi di dalam tanah dengan kedalaman 5 – 10 cm.
Pada malam hari, mereka akan aktif dan mulai menyerang tanaman. Pergerakan
hewan ini termasuk cukup cepat. Bahkan hanya dalam waktu satu hari saja ulat
tanah mampu menempuh jarak hingga puluhan meter.
Serangan hama ulat tanah bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan
tanaman, tetapi secara umum mereka lebih menyukai bibit yang masih berumur
muda.
Gejala serangan ulat tanah contohnya seperti terdapat lubang kecil
tak beraturan pada daun, batang menjadi terpotong, dan terdapat terowongan
dalam batang tanaman yang telah layu dan patah.
Untuk mengatasi serangan hama ulat tanah, beberapa caranya yaitu
mengambil dan memusnahkan ulat tanah secara langsung, memanfaatkan predator
alami ulat tanah, menjaga kebersihan lahan tanam, dan melakukan aplikasi
insektisida sesuai dengan dosis.
4. Bercak daun cercospora
Penyakit bercak daun cercospora disebabkan oleh infeksi / serangan
cendawan cercospora apii Fres. Penyakit ini termasuk yang sangat
merugikan dalam budidaya tanaman seledri, sehingga harus segera diatasi.
Gejala tanaman terserang penyakit bercak daun cercospora yaitu
terdapat bercak nekrotis berwarna abu – abu yang dikelilingi oleh bintik –
bintik berwarna hitam, dan pada kondisi lembab terdapat bercak berwarna abu –
abu dan berbulu halus.
Untuk mengatasi penyakit ini, caranya yaitu dengan membuang dan memusnahkan tanaman yang
terserang, menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan rotasi tanaman, serta
melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.
·
Pemanenan
Proses pemanenan
bisa dilakukan setelah tanaman seledri memiliki ciri – ciri siap panen, seperti
daun yang terlihat sudah mulai rimbun. Jika sudah terlihat rimbun, segera
lakukan proses pemanenan.
Untuk cara
panennya, lakukan dengan cara memotong bagian pangkal tanaman seledri secara berkala /
periodik. Lakukan proses pemanenan sebanyak 1 – 2 kali dalam seminggu. Apabila pertumbuhan
anakan sudah tidak produktif lagi, maka proses pemanenan bisa dihentikan. Cara
panen lain yang bisa dilakukan yaitu dengan cara dicabut.
Setelah
pemanenan, segera kumpulkan menjadi satu. Pisahkan seledri berkualitas baik dan
buruk. Setelah itu, cuci dengan menggunakan air bersih yang mengalir sehingga
kotoran serta residu pestisida bisa larut dengan air.
Selanjutnya,
tiriskan tanaman seledri yang telah dicuci. Setelah kering, ikatkan seledri sesuai
ukurannya dengan menggunakan tali raffia atau sejenisnya. Setelah selesai, maka tanaman seledri sudah bisa dipasarkan.
Baca Juga : Menanam Melon Peluang Bisnis Usaha Menguntungkan
Demikian artikel berjudul Tanaman Seledri Sebagai Peluang Agribisnis ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel tentang tanaman seledri ini
bisa berdampak positif dan memberikan manfaat untuk Anda.
Jika masih terdapat hal – hal yang kurang
jelas atau ingin Anda tanyakan langsung saja hubungi Pertanian Indonesia
melalui fitur layanan chat di laman web kami atau melalui no. telepon
081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS).
Sekian dan terima kasih.