Benih Tomat Hibrida Dan Cara Budidayanya. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia merupakan toko tani online terpercaya yang jual berbagai sarana dan prasana pertanian terlengkap dan berkualitas terbaik.
Tomat hibrida kini jadi pilihan utama petani dalam melakukan budidaya tanaman buah. Petani menyukai tomat hibrida karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan buah lain.
Tomat Hibrida
Tomat hibrida merupakan tomat hasil persilangan antara 2 varietas tomat yang berbeda sifat induk dan menghasilkan varietas yang memiliki sifat unggul dari masing – masing indukannya.
Dengan menggabungkan sifat unggul dari 2 indukan, maka tomat hibrida akan memiliki sifat – sifat unggul gabungan dari induknya. Karena itu, tak heran jika mengkonsumsi buah tomat hibrida akan memberikan banyak manfaat untuk tubuh kita.
Manfaat mengkonsumsi buah tomat hibrida bagi tubuh diantaranya yaitu :
· Menjaga kesehatan jantung
Nutrisi berupa kolin, vitamin C, kalium, dan serat pada tomat buah mampu menjaga kesehatan jantung, karena mampu menurunkan resiko penyakit kardiovaskular.
· Baik untuk ibu hamil
Ibu hamil cocok mengkonsumsi buah tomat hibrida. Kandungan nutrisi berupa folat akan membuat janin dalam kandungan ibu hamil menjadi lebih sehat.
· Mencegah penyakit kanker
Tomat hibrida kaya dengan kandungan antioksidan dan vitamin C. kandungan nutrisi tersebut mampu memerangi pembentukan radikal bebas yang berpotensi menyebabkan kanker.
· Mengatasi sembelit
Kandungan serat dan air dalam tomat hibrida mampu melancarkan saluran pencernaan, sehingga BAB menjadi lancar dan mampu mengatasi sembelit.
Baca Juga : Tanaman Kubis Kaya Manfaat Cocok Untuk Agrobisnis
Benih Tomat Hibrida Kualitas Terbaik Tahan Virus

Zaman sekarang, petani membutuhkan benih tomat hibrida unggul untuk menjalankan usaha budidayanya. Nah, untuk itu perlu benih tomat hibrida berkualitas terbaik dan tahan virus untuk mengatasi kekhawatiran petani.
Pertanian Indonesia punya beberapa rekomendasi benih tomat hibrida unggul yang bisa jadi pilihan. Produk produk rekomendasi Pertanian Indonesia tersebut contohnya seperti :
1. Servo F1
Benih Servo F1 merupakan benih tomat hibrida unggul produksi PT East West Seed Indonesia, Tbk (Panah Merah). Servo F1 Cap Panah Merah tersedia dalam kemasan sachet berisi 1750 butir dan direkomendasikan ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah.
Keunggulan dari Servo F1 yaitu buahnya keras dan padat, pembentukan buah tetap mudah dalam kondisi cuaca kurang baik, serta tahan terhadap penyakit layu bakteri, layu fusarium, dan virus Gemini.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman tomat hibrida Servo F1 berumur sekitar ± 70 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen ± 60 ton per ha.
2. TM Marvel F1
Benih TM Marvel F1 merupakan benih tomat hibrida unggul produksi dari PT Tani Murni Indonesia (TM Seeds). TM Marvel F1 tersedia dalam kemasan sachet ukuran 10 gram dan direkomendasikan ditanam di daerah dataran menengah sampai dataran tinggi.
Keunggulan dari TM Marvel F1 yaitu tahan terhadap penyakit layu bakteri, layu fusarium, dan virus Gemini, serta pembentukan buah tetap mudah meskipun dalam kondisi cuaca kurang baik.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman tomat hibrida TM Marvel F1 berumur sekitar ± 95 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 80 ton per ha.
3. Falcon F1
Benih Falcon F1 merupakan benih tomat hibrida unggul produksi dari PT Known You Seed. Falcon F1 Known You Seed tersedia dalam kemasan sachet ukuran 5 gram dan direkomendasikan ditanam di daerah dataran menengah sampai dataran tinggi.
Keungggulan dari Falcon F1 yaitu hasil tinggi, tahan hama dan penyakit, pembentukan buah tetap baik meskipun dalam kondisi cuaca kurang baik, serta toleran terhadap iklim panas.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman tomat hibrida Falcon berumur sekitar ± 75 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ±70 ton per ha.
Baca Juga : Menanam Melon Peluang Bisnis Usaha Menguntungkan
Budidaya Tomat Hibrida

Kini, melakukan budidaya
tomat hibrida jadi mudah dan praktis. Pertanian Indonesia punya cara / tahapan –
tahapan dalam melakukan budidaya tomat hibrida secara baik dan benar sehingga
menghasilkan hasil produksi yang memuaskan.
Cara – cara / tahapan
dalam melakukan budidaya tomat hibrida secara baik dan benar yaitu :
·
Persemaian
benih
Sebelum
melakukan penyemaian benih, rendam benih terlebih dahulu dengan larutan fungisida
sistemik selama ± 6 jam. Setelah 6 jam, tiriskan benih terlebih dahulu lalu
semai benih pada media semai yang telah disiapkan.
Siapkan
tray semai sebagai tempat persemaian benih. Buat lubang pada bagian bawah tray
semai secukupnya sebagai tempat sirkulasi air. Isi tray semai dengan media
semai sebanyak ¾ bagiannya sehari sebelum penyemaian benih dilakukan.
Komposisi
penyusun media semai yaitu berupa pupuk kompos, tanah, dan sekam / pasir dengan
menggunakan perbandingan 1 : 1: 1.
Setelah
semua siap, taburkan benih tomat hibrida pada media semai. Masukkan dengan hati
– hati, lalu tutupi dengan media tanam tipis – tipis. Sirami benih dengan cara
disemprot menggunakan spray.
Tutupi
wadah semai menggunakan plastik bening, lalu buat lubang pada plastik tersebut
sebanyak 3 – 6 lubang. Letakkan pada tempat yang memperoleh sinar matahari
langsung yang cukup.
Jika
terlihat kering, semprot media semai dengan spray lalu tutup kembali. Setelah benih
mulai bekecambah, buka tutup plastik dari media semai.
Setelah
bibit memiliki 3 – 5 helai daun, maka bibit sudah siap untuk dipindahkan ke
lahan tanam.
·
Pengolahan
Lahan Tanam
Bersamaan
dengan penyemaian benih, lakukan juga pengolahan lahan tanam. Caranya, yaitu dengan
cangkul / bajak tanah sedalam ± 30 – 40 cm, lalu ratakan.
Kemudian
buat bedengan pada lahan tanam. Buat bedengan dengan ukuran tinggi 30 cm, lebar
100 – 120 cm, dan panjang menyesuaikan dengan kondisi lahan tanam.
Buat
juga lubang tanam pada bedengan. Buat dengan diameter sekitar ± 5 – 7 cm. Dalam
1 bedengan, dibuat 2 lajur lubang tanam. Berikan jarak antar lajur sekitar ± 70
– 80 cm dan jarak antar lubang tanam dalam 1 lajur sekitar ± 40 – 50 cm. Kemudian
diamkan selama 1 minggu.
Setelah
1 minggu, berikan pupuk dasar pada bedengan. Pupuk dasar yang diberikan
sebaiknya menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Berikan dengan dosis
secukupnya.
Jangan
lupa cek pH tanah. Jika pH tanah masih belum sesuai, berikan kapur pertanian / dolomite.
Diamkan selama ± 1 minggu sebelum melakukan proses penanaman.
·
Penanaman
Umumnya,
tomat hibrida sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam setelah memiliki 3 – 5 helai
daun. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam dengan hati – hati, lalu tutupi
dengan tanah di sekitar. Terakhir, ratakan lalu sirami bibit tersebut dengan
air secukupnya supaya tetap lembab.
Baca
Juga : Tanaman Bayam Sayuran Bergizi Dan Bermanfaat
·
Pemeliharaan
Lakukan
pemeliharaan secara berkala untuk menjaga keberlangsungan hidup tanaman. Beberapa
proses pemeliharaan dalam budidaya tomat hibrida yaitu :
1. Penyulaman
Jika terdapat bibit yang tumbuh tidak
sempurna / telah mati, segara lakukan penyulaman bibit. Penyulaman bibit bertujuan
untuk memperbaiki bibit yang tumbuh secara tidak sempurna serta mendapatkan
hasil panen yang seragam.
2. Pemasangan ajir
Jika tanaman tomat sudah setinggi 15 – 21 cm,
segera pasang ajir sebagai penyangga. Namun buat ajir terlebih dahulu sebelum
memasangnya.
Buat ajir / lenjeran yang terbuat dari kayu atau bambu
sepanjang 100 – 175 cm. Lalu, pasang ajir pada bedengan dan letakkan di dekat
tanaman tomat hibrida (sekitar 5 – 11 cm dari tanaman).
Tancapkan dengan hati – hati, lalu ikatkan dengan
tanaman tomat hibrida menggunakan tali rafia.
3. Perempelan
Tujuan melakukan perempelan yaitu agar
tanaman menjadi lebih kokoh sebelum memasuki fase generatif.
Cara melakukan perempelan tomat hibrida
yaitu cari terlebih dahulu tunas batang yang akan dipotong. Setelah itu,
pangkas semua tunas batang serta daun yang terdapat di bawah tandan bunga
pertama.
Jangan potong tunas yang berukuran tebal. Sisakan
beberapa tandan buah dan buang semua sisanya. Potong juga daun yang terlihat
mulai menguning. Terakhir, pangkas bagian atas tanaman untuk mendapatkan hasil
terbaik.
4. Penyiangan gulma
Lakukan penyiangan gulma secara rutin untuk
menghindari tumbuhnya gulma yang sangat mengganggu dalam perkembangan dan pertumbuhan
tanaman.
Dengan menyiangi gulma secara rutin,
nutrisi akan terserap secara sempurna dan menurunkan resiko tanaman tomat
hibrida terserang hama dan penyakit.
5. Pengairan / penyiraman
Lakukan penyiraman / pengairan secara rutin
untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Jika terlihat kering, sirami 2 kali
sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Jika terlihat lembab, cukup sirami 1 kali
sehari saja yaitu pada pagi atau sore hari.
6. Pemupukan susulan
Berikan pupuk susulan pada tanaman. Gunakan
pupuk berupa pupuk kompos / kandang dengan dosis ± 1 genggam per bibit setelah
bibit sudah berumur sekitar ± 1 minggu.
Perbanyak dosis aplikasi pupuk kompos /
kandang jika lahan tanam masih kurang subur. Tambahkan juga dengan pupuk cair organik
saat tanaman akan memasuki fase pembentukan buah.
·
Pengendalian
Hama Dan Penyakit
Selama
melakukan budidaya tomat hibrida, serangan hama dan penyakit selalu menjadi salah
satu ancaman utama yang harus dihadapi oleh petani.
Serangan
hama dan penyakit selalu menimbulkan kerugian entah dalam jumlah kecil ataupun
besar bagi petani. Karena itu, perlu cara pengendalian yang tepat untuk
mengatasi serangan hama dan penyakit.
Contoh
hama dan penyakit yang bisa menjadi ancaman dalam budidaya tomat hibrida yaitu
:
1. Penyakit bercak kering
Penyebab penyakit bercak kering adalah
serangan jamur / cendawan Alternaria
solani. Cendawan ini mampu menginfeksi bagian – bagian tanaman seperti daun
bagian bawah, batang, dan daun.
Gejala tanaman terinfeksi penyakit bercak
kering yaitu terdapat bercak berwarna abu – abu sampai coklat pada daun, dan
pada gejala yang parah maka buah menjadi busuk dan rontok.
Untuk mengatasi serangan penyakit bercak
kering, beberapa cara pengendaliannya seperti membuang dan memusnahkan tanaman
yang terserang, melakukan rotasi tanaman, melakukan penyiraman secara rutin,
dan melakukan aplikasi fungisida sesuai dosis.
2. Kutu Putih
Kutu putih merupakan hewan serangga
berukuran kecil berbentuk oval dan tanpa sayap. Serangga ini banyak ditemukan
di daerah beriklim sedang atau hangat.
Kutu putih akan tersebar melalui media
seperti burung, semut, atau angin. Cuaca yang kering dengan suhu hangat akan
semakin memperparah serangan hama kutu putih pada tumbuhan.
Gejala serangan hama kutu putih pada
tanaman yaitu terdapat massa yang terlihat seperti kapas pada bagian bunga,
buah, batang, dan daun, serta daun muda menjadi menguning dan mengeriting.
Untuk mengatasi serangan hama kutu putih,
caranya yaitu dengan melakukan penyiangan gulma secara rutin, melakukan rotasi
tanaman, menggunakan predator alami kutu putih, serta melakukan aplikasi
insektisida sesuai dengan dosis.
3. Layu Berbintik
Penyakit layu berbintik (spotted wilt)
disebabkan oleh infeksi virus Tomato spotted wilt virus (TSWV). Penularan virus ini bisa melalui
kutu thrips dan bisa ditularkan secara terus – menerus.
Nimfa thrips yang telah terinfeksi oleh
virus TSWV akan menyebarkan virus
ini pada tanaman lainnya selama masa hidupnya.
Gejala tanaman terserang virus TSWV yaitu terdapat bintik – bintik
coklat gelap pada daun, pada buah mentah terlihat cincin berbintik – bintik
berwarna hijau muda, serta terjadi nekrosis dan pertumbuhan pucuk tanaman
menjadi terhambat.
Untuk mengatasi serangan virus TSWV, caranya yaitu dengan membuang dan
menghancurkan tanaman yang terinfeksi, melakukan penyiangan gulma secara rutin,
melakukan rotasi tanaman, dan melakukan aplikasi pestisida sesuai dengan dosis.
·
Pemanenan
Potensi hasil panen tomat hibrida bervariasi tergantung dengan varietas benih yang Anda tanam. Sementara itu, ciri – ciri buah tomat yang sudah siap panen yaitu buah menjadi berwarna hijau kekuning – kuningan, batang menjadi berwana kekuningan, serta pada daun bagian tepi sudah terlihat tua dan sedikit mengering.
Lakukan
pemanenan pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik sinar matahari.
Untuk cara panennya yaitu dengan cara buah dipuntir hingga terputus dari
tangkainya.
Lalu
masukkan ke dalam wadah / keranjang dan simpan ditempat yang sejuk dan kering
agar menjadi lebih tahan lama.
Proses
pemanenan selanjutnya bisa dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali. Jangan lupa
lakukan penyortiran. Setelah tersortir, buah tomat hibrida siap untuk
dipasarkan atau untuk menjadi bahan konsumsi sendiri.
Baca
Juga : Hama Tanaman Ancaman Utama Dalam Kegiatan Budidaya
Demikian artikel berjudul Benih Tomat Hibrida Dan Cara Budidayanya ini
saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa memberi dampak
dan manfaat positif dalam kehidupan Anda.
Jika masih terdapat hal –
hal yang kurang jelas mengenai artikel tentang tomat hibrida ini Anda bisa langsung menghubungi Pertanian Indonesia melalui fitur chat
yang tersedia di laman web kami atau melalui no. telepon 081252271859 (Layanan WA/SMS). Sekian dan terima
kasih.