Bakterisida Agrept 20 WP Pestisida Unggul Atasi Bakteri

Bakterisida Agrept 20 WP Pestisida Unggul Atasi Bakteri. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian yang jual serta menyediakan berbagai kebutuhan pertanian kualitas terbaik terlengkap dengan harga murah bersaing.

Bakterisida Agrept 20 WP jadi andalan petani dalam mengatasi infeksi bakteri. Penyakit akibat patogen ini bisa langsung dikendalikan dengan menggunakan Agrept 20 WP serta diberikan sesuai dengan dosis.

Penyakit Akibat Infeksi Bakteri

Penyakit akibat serangan bakteri menjadi salah satu ancaman nyata dalam perkembangan juga pertumbuhan tanaman. Ancaman serius tersebut telah menyebabkan kerugian dalam jumlah tak sedikit untuk petani, sehingga petani dituntut untuk lebih bisa mencegah dan mengendalikan pathogen penyebab penyakit pada tanaman.

Banyak sekali penyakit pada tumbuhan akibat serangan infeksi bakteri. Beberapa contohnya diantaranya yaitu :

·         Hawar Kedelai

Hawar pada kedelai disebabkan oleh patogen Pseudomonas savastanoi pv. glycinea. Gejala serangan hawar kedelai yaitu terdapat bintik atau bercak berukuran kecil berwarna coklat pada daun, noda tersebut kemudian berkembang melebar dengan bentuk mirip sudut, tembus ke bagian permukaan daun, kemudian muncul dengan warna kekuningan.

Bercak melebar tersebut bisa bergabung menjadi satu kemudian membentuk bercak lebih besar, akhirnya daun menjadi berwarna kuning, kering, serta akhirnya rontok. Pada cuaca dingin serta hujan hawar akan muncul dalam skala lebih parah.

Dalam serangan berat, hawar kedelai bisa menyebabkan daun menjadi gugur / rontok, tetapi tidak membunuh seluruh tumbuhan. Hawar kedelai jarang menyerang benih, namun saat muncul bercak pada polong akan mengganggu proses pembentukan biji.

Sepintas, gejala serangan hawar mirip dengan bakteri pustul. Perbedaan paling terlihat adalah pada daun timbul kerusakan pada permukaan atas hingga tembus ke bawah daun dengan bentuk bercak agak menyudut.

Penyebaran awal hawar umumnya terjadi melalui media angin, percikan air hujan kemudian mengenai tumbuhan. Ketika cuaca hujan ditambah angin kencang akan menambah parah tingkat serangan penyakit hawar kedelai.

Periode cuaca lembab dengan suhu hangat ± 26° C adalah periode dimana  hawar biasanya mulai muncul. Lingkungan dengan cuaca panas juga kering akan menghambat pertumbuhan patogen agar tidak semakin berkembang.

Baca Juga : Kangkung Kaya Nutrisi Potensi Untung Menjanjikan

·         Layu Bakteri

Layu bakteri adalah penyakit yang disebabkan oleh patogen Ralstonia solanacearum. Patogen tersebut bisa bertahan hidup dalam jangka waktu lama di dalam tanah, sisa – sisa tumbuhan, atau inang alternatif.

Faktor – faktor yang berpengaruh dalam perkembangan penyakit ini contohnya seperti  temperatur meningkat (dari sekitar ± 30° - 35° C), tingkat kelembaban tanah serta udara tinggi.

Tanah berat yang mampu mempertahankan kelembaban tanah dalam jangka waktu lama menjadi sangat rentan terserang penyakit layu ini. Tumbuhan yang bisa terserang oleh Ralstonia solanacearum contohnya adalah pisang, tembakau, tomat, mentimun, melon, terong, cabe, kentang, kacang tanah, dsb.

Gejala serangan layu bakteri yaitu daun menjadi layu, diikuti tumbuhan menjadi layu, bagian akar serta batang menjadi berwarna kecoklatan, serta akar menjadi membusuk dan mengeluarkan sekresi kekuningan ketika dipotong.

·         Busuk Hitam

Busuk hitam disebabkan oleh patogen Xanthomonas campestris pv. campestris. Xanthomonas campestris mampu bertahan hidup dalam benih atau sisa sisa tumbuhan terinfeksi hingga jangka waktu ± 2 tahun.

Tumbuhan yang sering terserang oleh busuk hitam yaitu sayur – sayuran dalam family kubis (termasuk juga kembang kol, brokoli, lobak, lobak Cina, dll). Media penyebaran Xanthomonas yaitu bisa melalui percikan air kemudian memasuki jaringan tumbuhan melalui jalur berbeda seperti melalui luka akibat cedera.

Setelah terinfeksi, busuk hitam mampu dengan cepat menyebar ke tumbuhan lainnya. Apabila Xanthomonas berhasil menginfeksi tanah atau benih, maka gejala awal bisa terlihat berada pada lahan tanam.

Kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan patogen Xanthomonas yaitu tingkat kelembaban serta suhu tinggi (25 - 30° C). Tumbuhan dengan jarak tanam cukup rapat akan memberikan kondisi ideal untuk perkembangan serta penyebarannya ke tanaman terdekat. Dalam kondisi itu, hasil produksi panen bisa berkurang sebanyak ± 75 – 90%.

Gejala serangan busuk hitam yaitu muncul bercak berwarna kuning pada tepian daun, bercak kemudian membesar dan berubah warna menjadi coklat, serta pembuluh daun berubah warna menjadi hitam.

·         Busuk Batang Berlubang

Busuk batang berlubang disebabkan oleh patogen Erwinia caratovora. Busuk batang berlubang biasanya muncul setelah dipangkas atau diwiwil. Erwinia caratovora menginfeksi dari bekas – bekas luka, lalu mulai masuk ke dalam empulur kemudian membuat bagian batang menjadi berlubang.

Jika batang dibelah atau dipotong, maka akan terlihat empulurnya berlubang. Patogen Erwinia caratovora menginfeksi tanaman dengan cara masuk melalui luka bekas alat pertanian, bekas cucian daun kaki, bekas bongkahan tanah, serta menyebar juga melalui saluran air.

Serangan Erwinia caratovora tersebut umumnya terjadi pada saat musim hujan setelah perlakuan pewiwilan / pemangkasan. Terkadang gejala seperti layu dimulai dari bagian bawah tumbuhan.

Pertama – tama, daun mengalami kelayuan pada satu sisi, lalu pada bagian pangkal batang busuk, berwarna hitam kecoklatan lalu pecah. Gejala kelayuan ini mampu mencapai pucuk pada satu sisi daun.

Gejala serangan busuk batang berlubang diantaranya yaitu empulur batang terinfeksi menjadi membusuk, lalu empulur menjadi mengering serta mengendap, sementara pada serangan berat daun – daun menjadi layu serta gugur.

·         Bercak Bakteri Tomat

Bercak bakteri tomat disebabkan oleh beberapa spesies dari genus Xanthomonas. Penyakit ini banyak menyerang tomat di seluruh dunia dan telah menjadi salah satu penyakit paling merusak.

Kondisi lingkungan hangat juga lembab akan semakin mendukung perkembangan Xanthomonas. Patogen Xanthomonas bisa bertahan hidup pada biji, sisa – sisa tumbuhan, dan pada gulma.

Media penyebaran pathogen Xanthomonas bisa melalui percikan air hujan atau irigasi pancur pada tumbuhan berkondisi sehat lalu memasuki jaringannya melalui luka dan pori – pori daun.

Suhu optimal untuk perkembangan penyakit ini yaitu berkisar antara ± 25 – 30° C. Sesudah menginfeksi, penyakit ini cenderung sulit untuk bisa dikendalikan serta menyebabkan kerugian cukup besar pada hasil panen.

Gejala serangan bercak bakteri tomat yaitu pada daun – daun muda terdapat luka kecil berwarna kuning kehijauan, daun mengalami kecacatan dan menggulung, serta pada buah dan daun tua terdapat luka gelap berair dengan lingkaran cahaya berwarna kuning.

Baca Juga : Dekamon Produk ZPT Terbaik Untuk Budidaya Tumbuhan

·         Kerdil Fitoplasma

Kerdil fitoplasma disebabkan oleh serangan patogen Phytoplasma asteris. Patogen ini biasanya ditularkan melalui hama wereng, contohnya Macrosteles quadrilineatus. Tanaman yang sering terserang oleh pathogen ini adalah jagung.

Selain melalui hama wereng, Phytoplasma asteris juga bisa disebarkan melalui perantara bahan tumbuhan yang terinfeksi tetapi tidak melalui benih, contohnya seperti hasil cangkokan atau bibit.

Hama vector wereng daun juga bisa menyebarkan Phytoplasma asteris pada tanaman inang lainnya, seperti parasit tali putri (Cuscuta spp.). Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan kerdil fitoplasma adalah suhu.

Apabila kondisi suhu di sekitar pathogen cukup tinggi, maka bisa dipastikan bahwa ejala serangan akan semakin parah. Namun, apabila cuaca cenderung dingin maka biasanya tidak terlalu berpengaruh atau hanya menimbulkan efek sedikit saja.

Tetapi, apabila pathogen telah menginfeksi lebih dini pada tanaman jagung atau lainnya maka akan memberikan efek lebih buruk pada tumbuhan.

Gejala serangan kerdil fitoplasma contohnya yaitu bagian tepian daun menunjukkan klorosis dan daun berumur tua berubah warna menjadi merah, dan tanaman menjadi kerdil dengan jumlah tunas tidak normal.

·         Fitoplasma Aster Kuning

Fitoplasma aster kuning disebabkan oleh patogen Phytoplasma asteris. Penyakit ini biasanya banyak menyerang melon.

Gejala tanaman terserang fitoplasma aster kuning sebagian besar ditularkan melalui hama vector, yaitu wereng. Selain itu, kondisi yang sesuai juga akan semakin memudahkan perkembangan fitoplasma aster kuning.

Kesesuaian kondisi dengan pergerakan serta aktivitas makan serangga wereng akan semakin memperparah serangan Phytoplasma asteris. Kondisi cuaca juga berpengaruh terhadap pola makan wereng.

Ketika musim hujan, melon akan tumbuh dengan lebih subur dan akan terlihat menarik. Saat musim hujan telah berakhir/mulai memasuki musim kemarau, maka hama wereng akan menyerang lalu menyebarkan Phytoplasma asteris pada melon.

Gejala serangan fitoplasma aster kuning yaitu terjadi kerusakan pada pembuluh daun memanjang sampai ke seluruh helai daun, dan sistem perakaran menjadi berkurang serta tumbuhan terlihat kerdil.

·         Bercak Bersudut

Bercak bersudut disebabkan oleh infeksi patogen Pseudomonas syringae. Patogen ini bisa menginfeksi semua tanaman dari keluarga labu – labuan. Selain itu, Pseudomonas syringae mampu bertahan hidup dalam biji yang telah terinfeksi atau sisa – sisa tanaman di tanah selama jangka waktu mencapai ± 2 tahun.

Ketika tingkat kelembaban cukup tinggi, maka setetes cairan yang mengandung pathogen berwarna benih sampai putih lengket terbentuk di tempat terjadinya infeksi. Patogen Pseudomonas syringae menyebar melalui perantara pekerja, air, angin, ataupun melalui serangga.

Akhirnya, pathogen ini akan masuk melalui pori – pori tanaman pada permukaan daun (stomata). Ketika Pseudomonas syringae telah menyerang bagian buah, maka pathogen ini akan masuk ke dalam daging buah dan menginfeksi biji.

Gejala bercak bersudut awalnya terlihat pada bagian daun. Bercak – bercak kecil berbentuk bulat muncul pada daun. Bercak tersebut lalu berkembang menjadi bercak bercak besar basah, bersudut sampai tidak beraturan.

Selain itu, gejala lainnya yaitu area yang terinfeksi berubah menjadi abu – abu, rontok, dan meninggalkan lubang tak beraturan, serta terdapat bercak melingkar pada buah, kemudian berubah menjadi terbuka dan berwarna putih.

Baca Juga : Petrokum Rodentisida Ampuh Atasi Hama Tikus


Dalam mengatasi penyakit oleh bakteri, terdapat beberapa cara untuk mengatasinya. Cara pengendalian penyakit akibat serangan patogen tersebut contohnya yaitu melakukan rotasi tanaman, memberikan jarak tanam sesuai rekomendasi, membuang juga memusnahkan tanaman yang terserang, serta melakukan aplikasi pestisida jenis bakterisida sesuai dengan dosis.

Salah satu produk bakterisida yang banyak digunakan oleh petani di masa sekarang adalah Agrept 20 WP. Apa itu Agrept 20 WP ?? Mengapa Anda harus menggunakan Agrept 20 WP ?? Lalu apa saja keunggulan dari produk Agrept 20 WP dibandingkan dengan produk lainnya ??

Agrept

Agrept 20 WP adalah produk bakterisida unggul kualitas terbaik produksi dari PT Mastalin Mandiri. Bakterisidsa Agrept memiliki bentuk formulasi berupa tepung berwarna putih berbahan aktif Streptomisin sulfat 20%.

Agrept tergolong dalam bakterisida sistemik yang memiliki sifat antibiotik dan bisa disuspensikan. Pestisida produk Mastalin Mandiri sangat cocok diaplikasikan pada berbagai tanaman, seperti kentang, tomat, tembakau, kedelai, jahe, tomat, cabe, dll.

Sifat antibiotik dalam Agrept 20 WP bermanfaat untuk menghentikan serta menekan proses serangan infeksi bakteri pada tanaman. Dengan begitu, pathogen tersebut tidak menimbulkan kerusakan lagi pada tanaman.

Keunggulan dari Agrept 20 WP diantaranya yaitu :

·         Ampuh dalam mengatasi serangan bakteri pada tanaman

·         Bekerja secara sistemik, sehingga mampu membasmi penyakit secara cepat

·         Bersifat antibiotik, sehingga mampu menekan serta menghentikan perkembangan pathogen

·      Cocok diberikan untuk berbagai tanaman, mulai dari kedelai,  sengon, cabai, jahe, tembakau, tomat, kentang, padi, akasia, jarak pagar, dll

·         Mudah diaplikasikan pada tanaman

Hal – Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menggunakan Bakterisida Agrept 20 WP


Dalam menggunakan bakterisida Agrept 20 WP, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Beberapa hal tersebut contohnya yaitu :

·       Baca petunjuk penggunaan Agrept 20 WP terlebih dahulu sebelum mulai mengaplikasikannya pada tanaman

·        Jauhkan dari jangkauan anak – anak agar menghindari terjadinya hal – hal negatif

·   Agrept 20 WP bisa menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, juga melalui saluran pernafasan. Karena itu, dalam menggunakan pestisida Agrept 20 WP harus secara hati - hati

·        Agrept 20 WP tersedia dalam kemasan sachet dengan isi bersih 50 gram dan 500 gram

·   Pertanian Indonesia jual pestisida Agrept 20 WP harga murah, diskon, promo dengan kualitas terbaik

Baca Juga : Buah Pare Pahit Hasil Manis Untuk Budidaya

Demikian artikel berjudul Bakterisida Agrept 20 WP Pestisida Unggul Atasi Bakteri saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat positif untuk Anda semua.

Apabila masih terdapat hal – hal kurang jelas atau ingin Anda tanyakan langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui layanan chat di laman web kami atau melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Salam sukses. Sampai jumpa kembali pada artikel lainnya.