Hama Tanaman Ancaman Utama Dalam Kegiatan Budidaya. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko online pertanian yang menyediakan kebutuhan tani lengkap dengan harga murah.
Hama tanaman adalah organisme yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan dalam kegiatan manusia. Hama biasanya identik dengan hewan yang merugikan bagi kehidupan manusia, terutama dalam kegiatan budidaya tanaman.
Hama Tanaman
Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, tumbuhan selalu mebutuhkan nutrisi untuk bisa tumbuh dan bertahan hidup. Nah, dalam kelangsungan hidup tumbuhan biasanya memiliki ancaman utama, salah satunya seperti hama.
Gangguan dan serangan oleh hama tanaman akan membuat perkembangan dan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Selain menyebabkan kerusakan secara langsung, beberapa jenis hama juga mampu menjadi penyebar virus dan bakteri dimana mampu menyebabkan penyakit pada tumbuhan yang diserang.
Maka tidak mengherankan jika ancaman hama tanaman menjadi momok menakutkan bagi petani. Ada berbagai macam hama yang jadi momok menakutkan bagi petani Indonesia. Kerugian dan kerusakan yang diakibatkan pun akan sangat besar jika terus dibiarkan saja.
Baca Juga : Jenis Pestisida Tepat Untuk Mengatasi Hama Dan Penyakit
Beberapa contoh hama tanaman yang jadi ancaman dalam kegiatan budidaya diantaranya seperti :
· Tikus
Tikus merupakan hewan pengerat berukuran kecil dengan hidung runcing, tubuh berbulu, dan berekor panjang (walaupun terdapat beberapa spesies tidak memiliki bulu). Tikus ini bisa ditemukan di berbagai tempat di dunia, meskipun beberapa spesies hanya ditemui di daerah – daerah tertentu.
Beberapa spesies termasuk ke dalam hewan sosial, namun ada juga beberapa spesies yang soliter. Tikus betina dalam setahun mampu beranak beberapa kali. Di daerah beriklim hangat, tingkat perkawinannya bisa terjadi sepanjang tahun.
Tikus termasuk sangat merugikan jika sudah menyerang tumbuhan, contohnya saja padi. Target utama serangan tikus biasanya bagian batang dan biji – bijinya. Serangannya biasanya terjadi pada waktu malam hari.
Dengan menggunakan giginya yang tajam, memotong biji dan batang tumbuhan sangatlah mudah. Sarangnya sendiri biasanya terletak di dekat tumbuhan, seperti di lubang dekat sawah ataupun semak – semak di sekitarnya. Hama tanaman satu ini biasanya menyerang tumbuhan seperti padi, jagung, dll.
· Lalat Buah
Lalat buah merupakan hewan berukuran kecil yang dan termasuk ke dalam golongan serangga. Makanan utama dari hama tanaman satu ini adalah buah – buahan.
Di musim hujan serangan lalat buah akan makin parah. Tingkat reproduksinya yang meningkat ditambah dengan faktor lainnya akan menyebabkan kerusakan berat pada tumbuhan jika tidak segera diatasi.
Lalat buah sudah menjadi musuh utama bagi petani sejak berabad - abad lalu, terutama petani hortikultura. Di Indonesia sendiri sudah ditemukan sebanyak 66 spesies lalat buah.
Tumbuhan inang dari lalat buah contohnya seperti jeruk, pisang, mangga, rambutan, terong, cabai, nangka, belimbing, tomat, sirsak, sawo, pepaya, duku, jambu biji, sukun, dll.
Sekali bertelur, lalat buah betina bisa bertelur hingga sebanyak 50 - 100 butir telur. Telur – telur tersebut diletakkan di dalam buah berumur muda. Setelah 2 – 5 hari, telur akan menetas dan berubah menjadi larva (belatung) dan akan mulai menyerang tumbuhan.
Gejala serangan lalat buah pada tumbuhan diantaranya seperti terdapat bintik kecil berwarna hitam pada kulit buah, buah terlihat keriput dan berwarna kuning, serta pada serangan parah buah akan rontok.
· Bekicot
Bekicot (Achatina fulica) merupakan hewan bertekstur lunak dengan cangkang dan berukuran kecil. Bekicot merupakan salah satu hewan yang dianggap sebagai salah satu spesies invasif terburuk di bumi. Maka tak salah jika bekicot dilarang oleh beberapa Negara untuk dimasukkan ke wilayahnya sebagai hewan peliharaan.
Di Indonesia sendiri, bekicot biasanya dimanfaatkan sebagai makanan. Banyak sekali olahan makanan dari bekicot yang bisa ditemui, seperti sate bekicot, tumis bekicot, krengsengan bekicot, rica – rica bekicot, dll.
Bekicot umumnya dianggap sebagai hama tanaman karena mampu menyebabkan kerusakan pada tumbuhan budidaya, seperti padi, kangkung, sawi, pepaya, tomat, anggrek, dll. Karena itu, penting bagi kita untuk membasmi hama satu ini.
Serangan hama bekicot biasanya terjadi pada waktu malam hari. Gejala kerusakan yang ditimbulkan oleh bekicot diantaranya seperti daun berlubang tak beraturan, dan terdapat bekas gigitan dan lendir.
· Tungau
Hama tungau merupakan salah satu hewan kecil bertungkai delapan. Serangan tungau dilakukan dengan cara menyerap cairan dan unsur hara tanaman. Serangannya biasanya cukup intens dan dilakukan secara berkelompok dalam jumlah besar. Tidak mengherankan jika setelah tanaman terserang tumbuhan bisa mati dalam kurun waktu cukup singkat.
Hewan avertebrata ini berkembang biak dengan cara bertelur. Dalam sekali bertelur, tungau mampu bertelur sebanyak 20 butir telur per hari dan memiliki masa hidup selama 2 - 4 minggu.
Tingkat reproduksi yang cepat memungkinkan tungau mampu beradaptasi sehingga bisa bertahan dari aplikasi pestisida, sehingga jika dibiarkan tungau akan sulit dikendalikan terlebih jika kita terus menggunakan pestisida yang sama dalam kurun waktu cukup lama.
Serangan tungau pada tanaman ditandai dengan adanya gejala – gejala seperti tangkai berwana seperti perunggu, dan terdapat titik berwarna kuning atau coklat pada bagian permukaan daun.
· Ulat
Hama tanaman selanjutnya adalah ulat. Ulat sendiri merupakan tahapan larva dari kebanyakan hewan serangga, seperti ngengat dan kupu - kupu. Hewan satu ini sendiri biasanya bisa Anda temui di lingkungan sekitar.
Banyak sekali jenis ulat yang terdapat di dunia. Ulat terkesan memiliki citra negatif, terutama karena hewan ini memakan tumbuhan yang dibudidayakan oleh petani.
Gejala tumbuhan yang terserang ulat contohnya seperti daun dan batang menjadi rusak, bagian daun habis dan menyisakan tulang daunnya saja, serta tanaman menjadi kuning dan akhirnya akan mati.
· Belalang
Belalang merupakan serangga herbivora (dan umumnya memiliki sayap) . Hewan ini bisa dengan mudah ditemui di wilayah daratan manapun yang memiliki lahan hijau, seperti sawah. Namun di perkotaan sendiri belalang juga bisa ditemui di daerah taman – taman kota.
Berdasarkan penelitian, hama belalang umumnya menyukai tumbuhan seperti jagung, padi, gandum, ilalang, tebu, bambu, dll.
Belalang mampu melompat sejauh 20 kali dari panjang tubuhnya. Hewan ini termasuk dalam serangga yang mengalami metamorphosis secara tidak sempurna. Jenisnya yang banyak juga turut mempengaruhi warna dan ukuran tubuhnya.
Hewan ini dianggap sebagai hama tanaman karena menyebabkan kerusakan pada tumbuhan seperti padi, jagung, pisang, kelapa, coklat, dll. Serangan hama belalang bisa menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen secara drastis.
Baca Juga : Batara F1 Mentimun Unggul Produk Panah Merah
· Kutu kebul
Kutu kebul merupakan salah satu hama yang berbahaya bagi berbagai tanaman di Indonesia. Kutu kebul biasanya berdiam diri di bagian bawah daun.
Kutu kebul dewasa memiliki tubuh berwarna putih dan bersayap dengan dilapisi lapisan lilin bertepung berwarna putih, dan memiliki ukuran tubuh sekitar 1 – 1,5 mm.
Kutu kebul bersifat polifag (mampu menyerang banyak tanaman inang). Lebih dari 600 spesies tanaman bisa menjadi inang dari kutu kebul. Selain menyebabkan kerusakan secara langsung, kutu kebul juga menyebabkan kerusakan tidak langsung dan menyebarkan virus penyakit.
Kerusakan langsung yang diakibatkan kutu kebul contohnya seperti daun tumbuhan mengalami layu, klorosis, daun rontok, dan akhirnya mati. Selain itu, dalam perkembangannya kotoran kutu kebul juga menjadi tempat tumbuh embun jelaga yang mampu menyebarkan virus.
Tanaman – tanaman yang umumnya terserang hama kutu kebul diantaranya seperti kedelai, kubis, buncis, mentimun, terong, terong, pisang, pepaya, labu, kentang, sorgum, dll.
· Thrips
Hama thrips merupakan hama polifag (memangsa segala jenis tanaman). Hama thrips memiliki tubuh dengan panjang ± 1 - 1,2 cm dan berwarna hitam dengan garis merah di tubuhnya.
Siklus hidupnya biasanya berlangsung selama ± 3 minggu. Thrips berkembang biak dengan cara bertelur. Dalam sekali bertelur, thrips mampu bertelur sekitar 80 – 120 butir.
Telur thrips biasanya menetas pada suhu tinggi, yakni pada suhu 32° C. Tidak mengherankan jika pada musim kamrau tingkat perkembangbiakan thrips akan makin meningkat.
Thrips hidup secara berkelompok / berkoloni. Di siang hari hama ini biasanya bersembunyi di bagian bawah daun untuk menghindari sinar matahari dan mulai aktif pada malam hari.
Gejala serangan thrips contohnya yaitu terdapat strip pada daun dan berwarna keperakan. Selain itu, thrips juga bisa menjadi penyebar virus TSW (tomato spotted wilt virus) yang mana virus ini bisa menyebabkan munculnya bercak kuning di bagian permukaan daun.
Beberapa tanaman yang bisa terserang hama thrips contohnya seperti bawang, jeruk, melon, tomat, dll.
Mencegah Dan Mengatasi Hama Tanaman
Mengatasi hama tanaman harus segera dilakukan jika tanaman sudah terinfeksi hama tanaman. Namun melakukan pencegahan juga tak kalah pentingnya dalam mengatasi hama tanaman. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Untuk mencegah dan juga mengatasi serangan hama tanaman, cara – cara yang bisa dilakukan diantaranya yaitu :
· Memasang perangkap hama
· Menanam tanaman penangkal hama
· Menggunakan pestisida
· Diambil secara langsung dan dimusnahkan
· Memasang lem serangga
Produk – Produk Pestisida Ampuh Atasi Hama Tanaman
Salah satu cara ampuh dalam mengatasi serangan hama tanaman adalah menggunakan pestisida. Berbagai produk pestisida pun kini sudah banyak beredar di pasaran. Tetapi untuk mengatasi hama yang menyerang tanaman Anda harus menggunakan produk pestisida ampuh dan terpercaya.
Nah, Pertanian Indonesia memiliki rekomendasi beberapa pestisida unggulan untuk mengatasi serangan hama. Contoh produk – produk pestisida tersebut diantaranya seperti :
· Buldok 25 EC

Buldok 25 EC merupakan pestisida jenis insektisida produk unggul dari Bayer. Buldok termasuk dalam produk pestisida yang banyak digunakan di Indonesia dan terbukti ampuh mengatasi hama tanaman.
Insektisida buldok berbentuk pekatan berwarna kuning bening dan bisa diemulsikan dengan air. Pestisida produk Bayer CropScience ini berbahan aktif Beta Siflutrin 25 g/L . Aman bagi predator alami sehingga sangat menguntungkan petani.
Penggunaan insektisida Buldok cocok digunakan untuk mengatasi hama tanaman pada semangka, mangga, tomat, jagung, cabai, tomat, bawang merah, tembakau, apel, kentang, melon, jeruk, dll.
· Agrimec 18 EC

Agrimec 18 EC adalah pestisida jenis insektisida produk unggul dari PT Syngenta Indonesia. Agrimec merupakan pestisida unggul dan ampuh dalam mengatasi hama tanaman, seperti lalat, penggerek daun, penggerek polong, thrips, dll.
Agrimec berbentuk pekatan berwarna kuning pucat berbahan aktif Abamektin 18.4 g/l dan bisa larut dengan air. Penggunaan Agrimec dengan dosis tepat mampu membasmi hama meskipun sudah memiliki kekebalan terhadap pestisida.
Penggunaan insektisida Agrimec 18 EC cocok digunakan pada tanaman seperti kacang panjang, jeruk, apel, cabai, kentang, tomat, kelapa sawit, kubis, dll.
Baca Juga : Jual Cabe Keriting Terano F1 Matahari Seed Murah Kualitas Terbaik
· Curacron 500 EC

Curacron 500 EC adalah pestisida jenis insektisida produk unggulan dari PT Syngenta Indonesia. Curacron merupakan pestisida unggul dan ampuh dalam mengatasi serangga, seperti penggerek buah, lalat buah, kutu daun, jangkrik, ulat grayak, ulat tanah, dll.
Curacron berbentuk cairan pekat berwarna kuning kecoklatan berbahan aktif Profenofos 500 g/L dan bisa larut dengan air. Insektisida ini termasuk ke dalam kategori insektisida sistemik.
Penggunaan insektisida curacron cocok digunakan untuk tanaman seperti kubis, cabai, tomat, semangka, kacang hijau, bawang merah, tebu, jeruk, kapas, dll.
· Prevathon 50 SC

Prevathon 50 SC adalah pestisida jenis insektisida produk unggulan dari PT Dupont Agricultural Products Indonesia (Dupont). Prevathon sangat ampuh dalam membasmi serangga seperti penggorok buah, ulat bunga, orong – orong, wereng, oteng – oteng, belalang, dll.
Prevathon berbentuk pekatan suspensi tidak terlalu kental berwarna putih dan berbahan aktif Klorantraniliprol 50 g/L. Insektisida produk Dupont ini termasuk ke dalam kategori insektisida sistemik.
Penggunaan insektisida prevathon cocok digunakan untuk tanaman seperti anggur, sawi, kubis, tembakau, kacang panjang, cabai, tomat, padi, dll.
· Matador 25 EC

Matador 25 EC
merupakan pestisida jenis insektisida produk dari PT Syngenta Indonesia. Matador adalah salah satu pestisida yang
ampuh dan banyak digunakan oleh petani dan masyarakat Indonesia dalam membasmi
hama tanaman
Insektisida
matador berbentuk pekatan berwarna kuning dan bisa diemulsikan dengan air.
Matador berbahan aktif Lamda sihalotrin 25 g/L.
Penggunaan
insektisida matador cocok digunakan pada tanaman seperti teh, mangga, bawang
putih, bawang merah, lada, kapas, kacang panjang, dll.
Baca
Juga : Tanaman Kacang Panjang Serta Cara Menanamnya Dengan Baik Dan Benar
Demikian artikel berjudul HamaTanaman Ancaman Utama Dalam Kegiatan Budidaya ini saya tulis dan
sampaikan. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan dampak positif untuk
Anda semua.
Jika masih terdapat hal –
hal yang kurang jelas Anda bisa langsung menghubungi Pertanian Indonesia melalui fitur chat di laman web kami atau bisa
juga melalui no. telepon 081252271859 (Layanan WA/SMS). Sekian dan terima
kasih.