Santoat Pestisida Ampuh Untuk Basmi Hama Serangga

Santoat Pestisida Ampuh Untuk Basmi Hama Serangga. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia ialah toko pertanian online terpercaya yang jual produk tani terlengkap, berkualitas original serta harga terjangkau.

Santoat 400 EC pestisida ampuh dalam mengatasi serangan hama serangga. Serangan hama serangga dapat dengan mudah teratasi dengan menggunakan pestisida Santoat. Buktikan dan rasakan sendiri kualitas pestisida Santoat 400 EC dengan membelinya melalui Pertanian Indonesia.

Sektor pertanian Indonesia menjadi salah satu sektor penyangga pembangunan dan termasuk dalam 5 besar penyumbang pemasukan terbesar.

Dengan vitalnya sektor pertanian bagi Indonesia, tak mengherankan bila pemerintah terus berusaha membenahi sektor pertanian. 

Dari data Badan Pusat Statistik, cukup banyak penduduk berusia produktif bekerja pada sektor ini. Berdasarkan jumlah penduduk yang bekerja per Agustus 2020 (yakni 128,45 juta orang), sebanyak 29,76 % diantaranya bekerja pada sektor pertanian (38,23 juta orang).

Hasil dari sektor pertanian sangatlah beragam, seperti misalnya melon, cabe, semangka, tomat, sawi, bawang merah, dsb. Selain bisa dikonsumsi sendiri, hasil sektor pertanian tersebut juga bisa diperdagangkan untuk menambah pundi – pundi penghasilan.

Hasil dari sektor pertanian diatas bisa didapatkan melalui proses budidaya tanaman. Agar bisa memperoleh keuntungan secara maksimal, maka budidaya tanaman mulai dari awal sampai akhir proses pembudidayaan harus dilakukan secara berurutan serta baik dan benar.

Tetapi, tentu saja selalu ada kendala ketika melakukan budidaya tanaman. Apa sajakah itu ?? Lalu, bagaimana cara supaya masalah tersebut dapat segera teratasi ?? Simak sampai akhir pembahasan pada artikel kali ini !

Baca Juga : Melon Madesta Untungkan Petani Bertanam Buah

Ancaman Serangan Hama Serangga 

Ancaman utama ketika melakukan budidaya tanaman umumnya berasal dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit selalu menimbulkan kerugian bagi petani baik dalam jumlah kecil ataupun besar, sehingga harus segera diatasi.

Kali ini, Pertanian Indonesia akan menyinggung salah satu hama yang banyak menyerang tanaman. Hama tersebut adalah hama dari jenis serangga.

Serangga (insekta) adalah kelompok hewan berkaki enam (hexapoda) dengan bagian badan terbagi menjadi 3, yakni perut, dada, serta kepala. Kelompok hewan ini tergolong paling beragam di dunia sampai saat ini.

Serangga hampir bisa ditemukan pada semua lingkungan, walaupun sejumlah kecil spesiesnya juga dapat ditemukan di daerah lautan. Walaupun ukuran tubuhnya tergolong relatif kecil, namun tingkat adaptasinya sangatlah tinggi.

Tak heran jika diperkirakan serangga telah mendiami Bumi selama 350 juta tahun. Dalam kurun waktu tersebut, serangga telah mengalami proses evolusi dan menyesuaikan dengan kondisi habitat serangga hidup.

Dengan ukuran tubuh relatif kecil, maka serangga bisa menempati tempat tempat kecil yang tak bisa ditempati hewan lain dengan ukuran besar. Selain itu, beberapa jenis serangga yang memiliki sayap dapat menghindari serangan predator.

Serangga mempunyai kemampuan tinggi dalam berkembang biak, menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak,dan juga siklus hidupnya cukup pendek.

Dalam keadaan normal, serangga umumnya mempunyai kemampuan reproduksi sangat besar. Dengan kemampuan tersebut, maka tak mengherankan jika kelompok hewan ini mampu berkembang biak secara cepat.

Cara Mengatasi Serangan Hama Serangga

Dengan tingkat reproduksi serangga yang tergolong cukup cepat, maka tak salah bila serangan yang diakibatkan oleh kelompok hewan ini patut diwaspadai. Maka karena itu, tindakan pengendalian hama serangga perlu untuk dilakukan.

Pengendalian hama serangga adalah sebuah usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk menahan laju perkembangbiakan serangga dan juga membasmi hama serangga supaya tak mengganggu pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

Proses pengendalian serangan hama serangga tidak melalu perlu dilakukan mulai dari awal hingga akhir panen, tetapi cukup dilakukan secara teppat waktu agar bisa menghemat biaya, waktu, serta tenaga.

Sampai saat ini, ada banyak cara untuk membasmi ancaman serangan hama serangga. Cara pengendalian serangan hama serangga contohnya seperti menggunakan predator alami, menggunakan perangkap, mengambilnya secara langsung, mengaplikasikan insektisida sesuai dosis, dll.

Dari cara – cara tersebut, tentu saja terdapat kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Dengan mempertimbangkan kelebihan serta kekurangan cara pengendalian diatas, maka Anda bisa memilih cara pengendalian terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Dari cara diatas, Pertanian Indonesia cukup merekomendasikan cara pengendalian dengan pengaplikasian pestisida jenis insektisida sesuai dosis.

Mengapa ?? Karena penggunaannya memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan cara pengendalian lainnya.

Di kalangan petani Indonesia, sudah banyak produk pestisida beredar untuk membasmi hama serangga. Harga produk – produk pestisida tersebut sangatlah bervariasi dengan produsen yang beraneka ragam.

Agar lebih mudah memperparah petani, Pertanian Indonesia sebagai sahabat petani memiliki conto rekomendasi produk pestisida terbaik untuk digunakan. Jadi, apakah produk rekomendasi Pertanian Indonesia itu ??

Santoat Pestisida Solusi Jitu Atasi Hama Serangga

Seperti penjelasan yang telah disinggung sebelumnya, penggunaan pestisida jenis insektisida sangat direkomendasikan saat menghadapi serangan hama serangga (dengan catatan diaplikasikan tepat waktu dan dosis).

Baca Juga : Polybag Plastik Dijual Harga Terjangkau

Salah satu produk pestisida jenis insektisida yang bisa menjadi salah satu opsi utama untuk digunakan adalah Santoat 400 ECApa itu Santoat 400 EC ?? Lalu, apa saja keunggulan produk Santoat ??

Santoat 400 EC ialah pestisida jenis insektisida hasil produksi dari PT Santani Agro Perkasa. Pestisida Santoat bentuk formulasinya berupa pekatan berwarna kuning bening dan berbahan aktif dimetoat 400 g/l.

Dari data yang dihimpun dari Kementerian PertanianSantoat pestisida sudah terdaftar melalui nomor pendaftaran RI. 01010120042146.

Dengan nomor pendaftaran tersebut, maka Santoat pestisida sudah memiliki ijin resmi untuk beredar di pasaran.

Pestisida Santoat memiliki aneka keunggulan, seperti :

Santoat pestisida bekerja secara sistemik 2 arah

Ampuh melindungi tanaman dari serangan hama

Praktis serta mudah diaplikasikan pada tanaman

Harga pestisida Santoat relatif terjangkau

Hama Sasaran Pengaplikasian Pestisida Santoat 400 EC


Sebagai pestisida ampuh, tentu saja Santoat 400 EC kualitasnya sudah teruji di lapangan. Maka tak heran jika Santoat termasuk pestisida jenis insektisida yang patut diperhitungkan.

Tentu saja, Santoat 400 EC cocok diaplikasikan pada banyak hama sasaran. Beberapa contoh hama sasaran pengaplikasian pestisida Santoat 400 EC yaitu :

Ulat Buah

Ulat buah (Heliothis armigera) merupakan salah satu hama yang patut diwaspadai serangannya terhadap tanaman. Larva H. armigera terdiri atas 5 instar.

Instar pertama berlangsung selama 2 – 3 hari, instar kedua berlangsung selama 2 – 4 hari, instar ketiga berlangsung selama 2 – 5 hari, instar keempat berlangsung selama 2 – 6 hari, serta instar kelima berlangsung selama 4 – 7 hari.

Setelah fase larva, selanjutnya adalah fase pupa. Pupa Heliothis armigera biasanya terletak di dalam tanah.

Awalnya, pupa yang baru saja terbentuk warnanya kuning, lalu berubah kehijauan serta akhirnya berwarna kuning kecoklatan. Fase pupa berlangsung ± 15 – 21 hari.

Gejala serangan ulat buah bisa terlihat dengan adanya lubang – lubang pada buah muda maupun tua. Buah yang telah terserang nantinya akan membusuk lalu jatuh ke tanah.

Terkadang, larva juga bisa menyerang pucuk tanaman serta melubangi cabang – cabangnya.

Wereng Mangga

Wereng mangga (Idiocerus sp.) mempunyai bentuk seperti baji berkepala bundar dan lebar. Warna tubuh wereng dewasa coklat tua atau emas, sementara panjang tubuhnya ± 4 – 5 mm.

Nimfa mempunyai warna kuning kecoklatan dengan mata berwarna merah. Seekor wereng mangga dapat menghasilkan telur sebanyak 100 - 200 butir telur, lalu ditempatkan pada bagian kuntum, lamina daun, serta pmbuluh daun.

Mereka pada umumnya lebih menyukai lingkungan teduh berkelembaban tinggi. Wereng dewasa termasuk penjelajah yang baik dan mampu menyebar secara cepat dalam jarak pendek.

Nimfa serta wereng dewasa menyerang tanaman dengan cara menghisap getah pembuluh tapis dari ranting, bunga, daun halus, serta buah.

Jaringan tanaman yang terserang menjadi berwarna coklat, mengalami perubahan bentuk lalu mengering. Bunga muda pun gagal tumbuh, sehingga perkembangan serta bentuk buah menjadi terganggu.

Ketika menyerang tanaman mangga, wereng akan menghasilkan kotoran berupa cairan manis seperti madu. Cairan manis tersebut akan menarik serangga, sehingga menjadi tempat ideal bagi tumbuhnya jamur jelaga.

Keberadaan jamur jelaga bisa menyebabkan gangguan pada proses fotosintesis, tingkat kekuatan pohon, serta mengurangi tingkat produktivitas tanaman.

Baca Juga : Cabrio Untuk Cabe Solusi Ampuh Atasi Penyakit Cabai Akibat Jamur

Telur – telur wereng mangga yang diletakkan di dalam daun maupun batang bunga pohon mangga bisa membuat terjadinya kerusakan pada jaringan tanaman mangga. Bahkan, serangan wereng mangga bisa menyebabkan kerugian panen sampai ± 50 %.

Ulat Grayak

Ulat grayak (Spodoptera litura) sering dikenal dengan banyak nama, seperti Armyworm, Cotton cutworm, Tobacco cutworm, dll. Hewan ini memiliki sifat polifag.

Inang dari ulat grayak cukup banyak, contohnya seperti talas, bayam, kedelai, tembakau, cabai, ubi jalar, kacang panjang, bayam, buncis, kacang hijau, dll.

Di Indonesia, ulat grayak telah tersebar secara luas di 22 provinsi. Kerusakan akibat serangan ulat grayak mampu mencapai sekitar 85 % kerusakan, tak heran jika hama ini cukup diwaspadai serangannya oleh petani.

Defoliasi atau kerusakan daun akibat ulat grayak bisa mengganggu proses asimilasi serta membuat hasil panen menjadi berkurang sebanyak ± 85 %, bahkan bisa membuat petani menjadi gagal panen (puso).

Serangan ulat grayak bisa terjadi pada semua fase. Larva Spodoptera litura instar pertama, kedua, serta ketiga menyerang daun dan hanya akan menyisakan bagian epidermis serta tulang daun.

Larva umumnya berada di permukaan daun dan menyerang secara berkelompok atau bersamaan. Instar kelima dan keenam menyebabkan kerusakan tulang – tulang daun sehingga terlihat lubang – lubang bekas gigitan larva.

Sementara itu, pada instar ketujuh ulat akan memasuki fase pupa. Pada fase pupa, pergerakan ulat menjadi lebih lambat serta daya makannya juga menjadi jauh berkurang.

Lalat Buah

Lalat buah mempunyai banyak jenis tanaman inang. Tak hanya buah – buahan saja, namun sayur – sayuran pun juga bisa menjadi inang lalat buah.

Contoh tanaman inang dari lalat buah diantaranya yaitu tomat, mangga, timun, paria, melon, tomat, blimbing, dll.

Siklus hidup lalat buah terdiri dari 4 fase, yakni fase telur, larva, pupa, serta dewasa. Fase telur dimulai ketika lalat buah betina meletakkan telurnya ke dalam buah dengan cara disuntikkan ke dalam buah.

Dalam fase larva, telur telah berubah menjadi larva. Larva (belatung / set) menghabiskan hidupnya dan berkembang di dalam buah dengan cara memakan bagian dalam buah.

Memasuki fase pupa, larva akan mulai menjatuhkan diri ke tanah dan berkembang menjadi lalat buah dewasa. Fase pupa ini berlangsung selama beberapa waktu.

Memasuki fase imago, pupa akan berubah menjadi lalat dewasa dan keluar dari dalam tanah untuk berkembang biak.

Gejala serangan lalat buah cukup khas bila dibandingkan dengan gejala akibat serangan patogen lainnya. Di awal serangan lalat buah, yakni ketika telur pertama kali disuntikkan umumnya kondisi buah masih terlihat segar dan bagus.

Namun, kondisi tersebut segera berubah bila telur lalat buah telah menetas menjadi larva dan membuat bagian dalam buah berkurang dan membusuk akibat dimakan larva.

Belalang Kembara

Belalang kembara (Locusta migratoria) merupakan salah satu jenis belalang yang banyak menyerang tanaman hortikultura.

Hewan ini menyerang dengan cara memakan daun – daun tanaman, sehingga luas permukaan daun menjadi berkurang serta bisa mengganggu proses fisiologis tanaman yang terserang. Kerusakan tersebut dapat mempengaruhi tingkat produktivitas tanaman.

Gejala serangan belalang kembara umumnya berupa robekan pada daun. Ketika terjadi serangan parah, belalang kembara umumnya hanya menyisakan bagian tulang daun, bahkan dapat memakan batang serta tongkol tanaman jagung.

Baca Juga : Tomat Servo Cap Panah Merah Andalan Petani Tomat

Tingkat kerusakan tanaman bisa mencapai hingga ± 90 %, sehingga bisa dikatakan kegagalan panen bisa terjadi apabila tindakan pengendalian tak dilakukan.

Jual Santoat Pestisida Harga Terjangkau Di Pertanian Indonesia

Pertanian Indonesia jual Santoat pestisida terbaik hasil produksi dari Santani Agro Perkasa. Selain itu, Pertanian Indonesia juga memiliki banyak tips maupun trik dalam mengaplikasikan pestisida Santoat.

Keunggulan – keunggulan dari Santoat sudah dibuktikan oleh banyak pengguna, sehingga jika Anda tertarik membeli pestisida Santoat 400 EC Anda sudah tak perlu meragukan kualitasnya.

Toko online Pertanian Indonesia jual pestisida Santoat 400 EC produk PT Santani Agro Perkasa dengan kualitas original dan reputasinya terpercaya.

Harga jual Santoat pestisida yang Pertanian Indonesia pun cukup terjangkau, sehingga memudahkan konsumen untuk membelinya.

Tertarik membeli dan merasakan sendiri efek Santoat pestisida ?? Langsung saja meluncur ke laman produk pestisida Santoat dan beli sekarang juga !!

Nah, itulah dia artikel bertema pestisida dari Santani Agro Perkasa ini kami sampaikan kepada seluruh pembaca. Semoga dari artikel kami ini bisa banyak memberikan manfaat.

Jika masih ada pertanyaan seputar artikel berjudul Santoat Pestisida Ampuh Untuk Basmi Hama Serangga ini, langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui nomor telepon 081252271859 (Khusus Layanan SMS/WA). Sukses selalu dan sampai bertemu kembali pada kesempatan lainnya.