Benih Terong Ijo Potensi Hasil Tingi Dan Menjanjikan. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian online yang jual dan menyediakan sarana dan prasarana pertanian lengkap dengan harga murah.
Terong ijo kini jadi idola petani untuk dibudidayakan. Petani tertarik budidaya benih terong ijo karena memiliki potensi hasil tinggi dan menjanjikan, asalkan dilakukan secara baik dan benar.
Terong Ijo
Terong Ijo merupakan salah satu jenis terung yang banyak ditemukan di Indonesia. Buahnya memiliki ukuran sepanjang 8 - 10 inci. Beberapa daerah di Indonesia banyak menggunakan terong ijo untuk menggantikan terung ungu. Terung ini memiliki rasa sedikit manis dan tidak memiliki rasa pahit.
Di berbagai daerah di Indonesia sendiri kini mulai berkembang sentra budidaya tanaman terong ijo. Selain memiliki potensi hasil tinggi, tingkat persaingannya masih tergolong rendah sehingga nilai jualnya cukup memuaskan. Tertarik dengan tanaman satu ini ?? Simak penjelasannya dibawah ini.
Baca Juga : Tumbuhan Semangka Buah Manis Budidaya Mudah
Benih Terong Ijo

Benih terong ijo kualitas terbaik akan sangat dibutuhkan petani dalam kegiatan budidayanya. Karena itu, perlu benih berkualitas untuk menunjang kegiatan petani dalam melakukan budidaya tanaman ini.
Untuk itu, Pertanian Indonesia akan memberikan beberapa rekomendasi untuk Anda. Contoh – contoh produk benih terong ijo berkualitas di pasaran contohnya yaitu :
· Milano F1
Milano F1 merupakan benih terong ijo unggul produk dari PT East West Seed Indonesia, Tbk (Cap Panah Merah). Benih terong Ijo Milano F1 cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah pada musim kemarau.
Keunggulan dari terong ijo Milano yaitu pemeliharaan mudah, buah berukuran besar, tahan serangan hama thrips dan Aphid, serta tahan penyakit antraknosa.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman terong ijo Milano berumur sekitar ± 50 hari setelah tanam dengan potensi hasil sekitar ± 80 ton per ha.
· Turangga F1
Turangga F1 merupakan benih terong ijo unggul produk dari PT East West Seed Indonesia,Tbk (Panah Merah). Benih terong ijo Turangga F1 Cap Panah Merah cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari terung Turangga F1 yaitu tahan terhadap penyakit antraknosa dan layu, pembentukan buah tetap mudah, tekstur buah cukup lentur, dan ukuran buah cukup besar.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah terong ijo Turangga F1 berumur sekitar ± 50 hari setelah tanam dengan potensi hasil mencapai ± 3 – 5 kg per tanaman.
· Raja Ijo F1
Raja Ijo F1 merupakan benih terong ijo unggul produk dari PT Namdhari Seed. Benih terong ijo Raja Ijo F1 cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari terung Raja Ijo F1 tahan terhadap virus Gemini, pembentukan buah tetap mudah, kulit buah tebal, dan memiliki tekstur lentur sehingga mengurangi tingkat kerusakan akibat proses pengepakan dan pengangkutan jarak jauh.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman terong ijo Raja Ijo F1 berumur sekitar ± 50 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 75 ton per ha.
· Hijau Tavi F1
Hijau Tavi F1 merupakan benih terong ijo unggul anti virus terbaik produk dari PT Dinasty Inti Agrosarana (Benih Inti). Benih terong ijo Hijau Tavi F1 cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah pada musim hujan dan musim kemarau.
Keunggulan dari terung Hijau Tavi yaitu tahan terhadap penyakit antraknosa dan layu, memiliki tekstur lentur, kulit buah tebal, dan potensi hasil tinggi.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman terong ijo Hijau Tavi F1 berumur sekitar ± 50 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 3 – 5 kg per tanaman.
· Ratih Hijau F1
Ratih Hijau F1 merupakan benih terong ijo unggul produk dari PT Bisi International, Tbk (Cap Kapal Terbang). Benih terong ijo Ratih Hijau F1 cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah pada musim hujan dan kemarau.
Keunggulan dari terung Ratih Hijau yaitu buahnya berukuran besar, teksturnya cukup lentur, toleran terhadap penyakit layu dan antraknosa, serta kulitnya cukup tebal.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman terong ijo Ratih Hijau berumur sekitar ± 50 hari setelah tanam dengan potensi hasil sekitar ± 80 ton per ha.
· Hitavi F1
Hitavi F1 merupakan benih terong ijo hibrida unggul produk dari PT East West Seed Indonesia, Tbk (Panah Merah). Benih terong ijo Hitavi F1 Cap Panah Merah cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari terung Hitavi yaitu toleran terhadap penyakit antraknosa dan layu, buahnya berukuran besar, memiliki tekstur yang lentur, serta memiliki potensi hasil tinggi.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman terong ijo Hitavi berumur sekitar ± 50 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 80 ton per ha.
Baca Juga : Tanaman Kubis Kaya Manfaat Cocok Untuk Agrobisnis
Budidaya Terong Ijo Di Masa Pandemi

Budidaya terong ijo jadi
salah satu cara petani untuk tetap bisa menghasilkan keuntungan, terutama di
masa pandemi seperti sekarang. Namun, dengan catatan bahwa budidaya terong ijo
dilakukan secara baik dan benar.
Cara melakukan budidaya
terong ijo secara baik dan benar yaitu :
·
Penyemaian
Benih
Sebelum
menyemai benih, lakukan perendaman benih terlebih dahulu. Pertama, rendam benih
selama ±
15 menit dengan air hangat yang berasal dari air matang atau air kemasan.
Jika
terdapat benih yang mengapung, segera buang. Benih yang mengapung tersebut
memiliki kualitas buruk, sehingga jika ditanam akan menghasilkan bibit
berkualitas buruk.
Setelah
itu, ambil biji menggunakan saringan dan cuci dengan air bersih, lalu tiriskan
di udara terbuka sampai kering. Setelah kering, benih pun siap untuk disemai.
Cara
menyemainya, pertama siapkan tray semai terlebih dahulu. Setelah itu, lubangi
bagian bawahnya sebagai tempat sirkulasi air. Namun, sehari sebelumnya isi tray
semai sebanyak ¾ bagiannya dengan media semai.
Media
semai yang digunakan yaitu pupuk kompos, tanah, dan pasir / sekam dengan
perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah siap, masukkan benih terong ijo pada media
semai secara merata.
Lalu,
tutupi benih tersebut dengan media tanam tipis – tipis. Semprotkan dengan air,
kemudian tutupi wadah semai dengan plastik bening dan diberikan 2 – 8 lubang. Letakkan
tray semai pada tempat teduh.
Semprotkan
dengan air jika wadah semai terlihat kering. Jika telah berkecambah, maka plastik
penutup wadah semai bisa dibuka. Jika bibit telah memiliki 2 – 7 helai daun, maka
bibit sudah siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.
·
Penanaman
Setelah
bibit memiliki 2 – 7 helai daun, maka bibit sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam.
Masukkan bibit ke lubang tanam pada bedengan secara hati – hati, lalu tutupi
lubang tanam dengan tanah di sekitarnya. Lalu sirami dengan air secukupnya
sampai bibit terlihat basah.
·
Pemeliharaan
Lakukan
pemeliharaan / perawatan secara rutin. Proses pemeliharaan bertujuan untuk
menjaga pertumbuhan dan perkembangan hidup tanaman.
Beberapa
proses pemeliharaan dalam budidaya tanaman ini yaitu :
1. Penyulaman bibit
Jika terdapat bibit yang tumbuh secara
tidak sempurna, segera lakukan penyulaman bibit. Penyulaman bibit bisa
dilakukan setelah bibit berumur ± setelah tanam.
2. Penyiraman
Sirami bibit secara rutin setiap hari. Sirami
sebanyak 2 kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.
3. Pemasangan ajir
Jika bibit sudah setinggi 17 – 23 cm,
lakukan proses pemasangan ajir. Gunakan ajir berupa kayu atau bambu. Tancapkan kayu
atau bambu pada bedengan. Berikan jarak ajir dengan tanaman sekitar ± 4
– 10 cm. Setelah itu, ikatkan tanaman pada ajir. Ikatkan menggunakan tali rafia
supaya lebih kuat.
4. Penyiangan gulma
Lakukan penyiangan gulma secara rutin. Dengan
melakukan penyiangan gulma, maka resiko terserang hama dan penyakit bisa dikurangi
serta penyerapan nutrisi tanaman menjadi lebih sempurna.
5. Pemupukan susulan
Jangan lupa berikan pupuk susulan pada tanaman. Untuk pupuknya,
bisa menggunakan pupuk organik ataupun organik dengan penggunaan dosis yang
sesuai. Dengan melakukan pemupukan susulan, maka kebutuhan nutrisi tanaman
tetap tercukupi.
Baca
Juga : Jual Kacang Panjang Kanton Tavi F1 Termurah Di Pertanian Indonesia
·
Pengendalian
Hama dan Penyakit
Hama
dan penyakit akan selalu menjadi musuh utama petani dalam melakukan budidaya
tanaman, tak terkecuali dengan terong ijo. Budidaya terong ijo perlu
memperhatikan hal ini, karena jika tidak diantisipasi akan menyebabkan kerugian
pada petani
Beberapa
hama dan penyakit yang jadi musuh utama petani dalam melakukan budidaya terong
ijo diantaranya yaitu :
1. Bercak Daun Kelabu
Penyebab penyakit bercak daun adalah
infeksi cendawan Stemphylium solani. Tingkat kelembaban tinggi, curah hujan
tinggi, dan kekeringan yang berkepanjangan akan semakin membuat cendawan ini
semakin berkembang.
Selain itu, cendawan ini juga bisa menyebar
melalui angin. Dengan suhu lingkungan sekitar 20 - 30°
C, cendawan ini akan semakin berkembang dengan maksimal.
Gejala serangan penyakit bercak daun kelabu
yaitu jaringan daun menjadi retak, muncul lubang tembakan, terdapat luka dengan
pola konsentris, bagian tengah berwarna keputihan dan tepiannya berwarna ungu
pada bagian atas.
Untuk mengatasi penyakit bercak daun
kelabu, caranya yaitu dengan melakukan pengairan / penyiraman secara rutin,
memotong dan memusnahkan tanaman yang terserang, serta melakukan aplikasi fungisida
sesuai dengan dosis.
2. Ulat Pupus
Ulat pupus adalah larva dari ngengat Scrobipalpa. Ngengat ini berukuran
sedang dengan bagian sayap berumbai berwarna merah sampai warna tembaga. Sayap belakang
berwarna abu – abu pucat, sedangkan sayap depannya berwarna coklat keputihan.
Gejala serangan hama ulat pupus yaitu daun
menjadi layu dan terkulai, kuncup bunga dan tunas atas menjadi berkerut dan
gugur, serta ukuran tanaman menjadi kerdil.
Untuk mengendalikan serangan hama ulat
pupus, caranya yaitu dengan mengambil dan memusnahkan ulat pupus secara langsung,
membuang dan memusnahkan tanaman yang terserang, memasang perangkap serangga,
dan melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.
3. Penggulung Daun Terong
Penggulung daun terong adalah larva dari
ngengat Eublemma olivacea. Ngengat ini berukuran sedang dengan tubuh
berwarna hijau sampai coklat muda dengan bercak berukuran besar pada 3 sisi
dengan warna lebih gelap pada bagian luar sayap depan.
Ngengat ini mampu bertelur sebanyak ± 8
– 22 telur yang diletakkan pada sisi atas daun, terutama pada daun muda. Setelah
3 – 5 hari, larva akan menetas dan mulai merusak tanaman inang.
Gejala serangan penggulung daun terong
yaitu daun menjadi tergulung dan kering, daun muda yang terserang menjadi lunak
dan terlihat kasar, serta pada serangan parah seluruh bagian tanaman menjadi
berwarna coklat dan daun menjadi rontok.
Untuk mengatasi serangan penggulung daun
terong, cara yang bisa dilakukan yaitu mengambil dan memusnahkan penggulung
daun terong secara langsung, memanfaatkan predator alami, melakukan rotasi
tanaman, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.
4. Bercak Kering
Penyebab penyakit bercak kering adalah serangan
jamur Alternaria solani. Cendawan ini mampu bertahan hidup pada sisa –
sisa tanaman dalam tanah atau tanaman inang alternatif.
Tingkat kelembaban tinggi (90 %) ditambah
dengan suhu hangat (24 – 29° C) akan semakin membuat
perkembangan cendawan ini menjadi lebih berbahaya. Spora cendawan ini mampu
menyebar melalui media seperti air hujan, angin, dll.
Gejala serangan penyakit bercak kering
diantaranya seperti terdapat bintik hitam yang konsentris dan lingkaran
berwarna kuning pada buah dan daun, serta buah menjadi busuk dan rontok.
Untuk mengendalikan penyakit bercak kering,
caranya yaitu dengan membuang dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan
rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, serta melakukan aplikasi
fungisida sesuai dengan dosis.
·
Pemanenan
Waktu
panen dan hasil panen terong ijo berbeda – beda, tergantung dengan varietas
benih yang Anda tanam. Setelah melakukan
pemanenan pertama, pemanenan selanjutnya bisa dilakukan setiap 3 – 7 hari
sekali sampai habis.
Lakukan
proses panen pada waktu pagi atau sore hari. Untuk cara panennya, petik buah
dengan tangkainya. Setelah itu, sortir berdasarkan ukurannya. Buah pun siap
untuk segera dipasarkan.
Baca
Juga : Kacang Buncis Banyak Manfaat Cocok Untuk Budidaya
Demikian artikel berjudul Benih
Terong Ijo Potensi Hasil Tingi Dan Menjanjikan ini saya tulis dan
sampaikan kepada Anda. Semoga
artikel ini memberikan manfaat dan dampak positif untuk Anda semua.
Jika masih terdapat hal –
hal yang tidak Anda mengerti mengenai artikel ini silahkan hubungi Pertanian Indonesia melalui fitur chat
di laman web kami atau bisa juga melalui no. telepon 081252271859 (WA/SMS). Sekian dan terima
kasih.
Leave Your Comment