Insektisida Prevathon
Unggulan Petani Atasi Serangan Serangga.
081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian online yang menyediakan
berbagai sarana serta prasarana kebutuhan petani dengan harga murah dan
kualitas terbaik.
Insektisida Prevathon 50 SC insektisida kualitas terbaik untuk mengatasi serangan serangga tersedia di Pertanian Indonesia. Dupont Prevathon cocok untuk digunakan petani karena memiliki bahan aktif klorantraniliprol yang sangat ampuh dalam mengatasi hama serangga.
Serangga
Hewan serangga jadi salah
satu hewan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Tingkat adaptasinya yang baik
menjadi faktor pendukung dalam bertahan hidup hingga saat ini.
Jumlah hewan insekta di
dunia cukup banyak dibandingkan dengan jenis hewan lainnya. Mereka memiliki
tingkat perkembangbiakan yang baik, sehingga makin mempermudah mereka untuk berkembang
biak.
Diantara hewan – hewan serangga
tersebut, banyak diantaranya yang menjadi hama dari berbagai tanaman. Hama –
hama tersebut menyebabkan kerusakan yang merugikan untuk petani, sehingga tak
jarang petani harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk mengatasinya.
Lalu apa saja contoh –
contoh hama serangga yang sering merusak tanaman tersebut ??
Baca
Juga : Sayuran Kubis Tumbuhan Sayuran Banyak Manfaat Untuk Petani
Hama Serangga Penyebab Kerusakan Pada Tanaman

Serangga menjadi salah
satu penyebab kerusakan pada tanaman. Kerusakan pada tumbuhan menyebabkan
kerusakan serta kerugian bagi petani, sehingga petani harus segera mengatasi hama
serangga.
Beberapa contoh hama –
hama yang sering menyebabkan kerusakan pada tanaman yaitu :
·
Ulat
Krop
Ulat
krop (Crocidolomia pavonana) adalah hewan serangga ngengat yang
termasuk dalam salah satu hama berbahaya pada tumbuhan, seperti tanaman kubis dsb.
Ngengat
ini banyak ditemukan di Asia serta Afrika. Hewan ini sudah mulai menyerang tumbuhan
sejak dalam fase larva. Selain secara umum menyerang tumbuhan kubis – kubisan,
ulat krop juga mampu menyerang lobak, kapas, serta kacang polong.
Ulat
krop akan menyerang tumbuhan dengan cara memakan bagian krop serta titik
tumbuhnya, sehingga mengakibatkan krop tidak bisa terbentuk. Tidak jarang juga
krop yang telah terserang mengalami pembusukan serta diikuti pula dengan infeksi
jamur.
Gejala
serangan ulat krop yaitu terdapat bercak berwarna putih, daun menjadi
berlubang, daun menjadi hanya tulang daunnya saja, serta pada serangan parah tumbuhan
tidak bisa membentuk krop sama sekali.
·
Oteng
– Oteng
Oteng
– oteng atau kutu kuya adalah kumbang perusak daun dengan tubuh berukuran kecil
(± 1 cm) dengan
sayap berwarna kuning. Hewan ini sudah mulai menyebabkan kerusakan pada tumbuhan
sejak dalam fase larva.
Oteng
– oteng berkembang biak dengan cara bertelur. Ketika bertelur, mereka akan
meletakkan telurnya pada daun, sisa – sisa tanaman mati, serta di dalam tanah. Telur
oteng – oteng berbentuk bulat lonjong dengan warna putih.
Setelah
beberapa hari, telur akan menetas menjadi larva. Larva oteng – oteng memiliki
tubuh berwarna abu - abu kehitaman serta berbentuk agak gemuk dengan duri –
duri pada permukaan tubuhnya.
Hewan
ini banyak menyerang berbagai tumbuhan, seperti melon, terong, timun, semangka,
labu, oyong, dll. Imago oteng – oteng memiliki tubuh berwarna kuning polos dan
mengkilap, berukuran pendek, gemuk, serta relatif lebih kecil.
Pada
bagian kepalanya, terdapat 2 antenna tidak terlalu panjang. Menariknya, oteng –
oteng apabila didekati / disentuh sering berpura – pura mati apabila ada pengganggu.
Ketika disentuh, mereka akan berpura – pura menjatuhkan diri dari tumbuhan
serta berpura – pura untuk mati.
Gejala
serangan oteng – oteng yaitu akar tumbuhan menjadi rusak, tanaman menjadi layu,
daun menjadi berlubang, serta lama – lama akan mati.
Baca
Juga : Buah Tomat Kaya Nutrisi Potensi Untung Menjanjikan
·
Ulat
Grayak
Ulat
grayak (Spodoptera litura) adalah hewan serangga dengan bentuk
fisik kecil namun unik. Meskipun begitu, ulat grayak jadi salah satu musuh
utama petani dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman.
Secara
umum, ulat grayak bisa ditemukan dengan mudah pada daerah – daerah dengan iklim
panas. Mulai dari Amerika, Australia, Afrika, Eropa,
serta Asia.
Ulat grayak mengalami metamorphosis sempurna, mulai dari telur, ulat, kepompong, dan
ngengat. Dalam sekali bertelur, ngengat mampu menghasilkan 350 butir telur dan
diletakkan pada permukaan daun.
Setelah
jangka waktu beberapa
hari, telur akan menetas menjadi larva. Larva memiliki warna dan juga motif
bervariasi. Larva yang baru menetas umumnya memiliki warna hijau muda dengan
bagian sisi berwarna hitam kecoklatan atau coklat tua.
Ulat ini umumnya
berpindah dari satu tumbuhan ke tumbuhan lainnya dalam jumlah besar secara
bergerombol. Menggunakan benang sutra dari mulutnya, ulat grayak mampu
berpindah ke tumbuhan lainnya.
Pada siang hari,
mereka lebih suka untuk bersembunyi di bagian bawah daun. Sementara pada malam
hari, ulat grayak akan mulai keluar dan menyerang tanaman.
Gejala
serangan ulat grayak yaitu terdapat lubang kecil khas serta bagian tepi kasar
pada daun, terdapat kotoran seperti sebuk gergaji, tumbuhan mengalami
kerontokan, dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.
·
Penggerek
Pucuk
Penggerek
pucuk merupakan salah satu hewan serangga yang termasuk dalam hama berbahaya
untuk tebu. Hewan ini bisa dengan mudah ditemui di beberapa Negara di Asia Tenggara sampai Tengah, serta Papua Nugini.
Di
Indonesia, daerah – daerah seperti Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sumatera Selatan, Jawa, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Selain menjadi
ancaman serius untuk tebu, penggerek pucuk juga menjadi hama bagi tanaman
seperti gandum, mangga, padi, dll.
Penggerek
pucuk mampu menghasilkan telur sebanyak ± 60 butir telur dalam
sekali bertelur. Telur – telur tersebut biasanya diletakkan pada permukaan
bawah selubung daun. Setelah beberapa hari, telur akan menetas menjadi larva
dan memulai kerusakan pada tumbuhan.
Gejala
serangan penggerek pucuk yaitu daun menjadi menguning serta berbentuk tak
beraturan, lalu lama – kelamaan titik tumbuh tanaman juga ikut terserang serta
terdapat terowongan pada bagian batang utama.
·
Penggerek
Buah
Penggerek
buah adalah salah satu hama yang keberadaannya sangat ditakuti oleh para petani
kakao. Kerusakan akibat hewan ini bahkan mampu membuat tingkat produksi kakao
menjadi berkurang hingga mencapai 80 persen.
Ketika
bertelur, penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) akan
meletakkan telur – telurnya pada kulit buah kakao. Setelah berhasil menetas,
larva akan langsung masuk ke dalam buah dengan cara melubangi kulit buah.
Penggerek
buah sulit terdeteksi keberadaannya serta sulit terkendalikan ketika dalam fase
larva dalam buah kakao. Karena itu, perlu upaya tepat untuk bisa mengatasi penggerek
buah.
Gejala
serangan penggerek buah yaitu warna kulit buah menjadi belang hijau – kuning,
bagian buah apabila dibuka akan berwarna coklat kehitaman, serta terdapat garis
hitam pada kulit buah.
·
Penggorok
Daun
Penggorok
daun (Liriomyza sp.) menjadi salah satu hama yang patut diwaspadai
serangannya. Apabila diabaikan saja, penggorok daun mampu menyebabkan gagal
panen hanya dalam waktu 5 hari saja.
Bahkan
kerusakan akibat serangan penggorok daun mampu mencapai 60 – 100 persen. Karena
itu, tak salah apabila petani menjadi ketakutan akibat potensi kerusakan dari penggorok
daun.
Tanaman
inang dari penggorok daun diantaranya yaitu kedelai, sawi, cabai, kentang,
bawang merah, krisan, tomat, bawang daun, pare, semangka, timun, melon, kacang
panjang, gambas/oyong, dll.
Siklus
hidup dari penggorok daun biasanya berlangsung selama jangka waktu ±
22 – 25 hari. Ketika bertelur, lalat penggorok daun akan meletakkan telurnya
pada bagian epidermis daun. Sesudah jangka waktu 2 – 4 hari, telur akan menetas dan menjadi
larva.
Pada
fase larva ini menjadi fase dimana serangan pada tumbuhan banyak terjadi. Setelah
fase larva, larva akan berubah menjadi pupa yang tersembunyi diantara daun atau
dalam permukaan tanah. Setelah 8 hari, fase pupa akan selesai lalu lalat dewasa
akan keluar dari dalam pupa.
Lalat
Liriomyza
sp. mampu berkembang biak secara baik pada lingkungan dengan tingkat
kelembaban rendah serta cuaca panas. Karena itu, pada musim kemarau potensi
kerugian petani cukup tinggi.
Gejala
tanaman terserang penggorok daun yaitu jaringan daun menjadi kosong, terdapat
guratan berwarna perak / putih berpola tak beraturan pada permukaan daun, daun
menjadi mengering, serta tumbuhan tidak bisa mengeluarkan tunas baru.
·
Ulat
Kantong
Ulat
kantong adalah salah satu hewan penyebab kerusakan pada tanaman. Hewan ini termasuk
dalam hama polifag, yakni memakan banyak tumbuhan.
Serangan
ulat kantong biasanya sering terjadi pada musim kemarau. Siklus hidup ulat
kantong dimulai sejak dalam fase telur. Fase telur berlangsung selama ± 1
– 3 minggu, larva 2 minggu, pupa 2 minggu, serta imago atau ngengat 4 minggu.
Gejala
serangan ulat kantong yaitu daun berubah warna dari hijau menjadi merah
kecoklatan, daun terlihat menerawang, serta pada musim kemarau daun menjadi
kering.
·
Ulat
Api
Ulat
api adalah famili dari Limacodidae. Larva dari ngengat ini biasanya
banyak terdapat tanaman – tanaman seperti kelapa sawit, palem, dsb. Kerusakan akibat
serangan ulat api bisa mencapai 40 – 80 persen, bahkan pada tingkat lebih parah
tumbuhan bisa mengalami kematian.
Ulat
api jadi salah satu hama utama bagi tanaman kelapa sawit. Ketika menyerang
kelapa sawit, ulat api akan menyerang bagian daun. Sementara itu, ketika ulat
api menyerang pada tahap pembibitan akan menyebabkan penurunan kuantitas serta
kualitas produksi.
Gejala
serangan ulat api yaitu daun menjadi berlubang dan hanya menyisakan tulang
daunnya saja, serta tingkat produktivitas tumbuhan menjadi menurun.
Baca
Juga : Tanaman Kangkung Kaya Nutrisi Potensi Untung Menjanjikan
Cara Ampuh Mengatasi Hama Serangga
Dalam mengatasi serangan
hama serangga, ada berbagai cara untuk mengatasinya. Beberapa cara ampuh untuk
mengatasi serangga yaitu menggunakan perangkap, menggunakan tanaman penangkal, menggunakan
lem serangga, menggunakan aplikasi insektisida, dll.
Nah, kali ini Pertanian Indonesia merekomendasikan
insektisida unggul untuk petani, yaitu insektisida Prevathon 50 SC. Apa itu Prevathon 50 SC ?? Apa saja keunggulannya
??
Insektisida Prevathon
Prevathon
50 SC adalah produk insektisida unggul dari PT Dupont Agrcultural Indonesia. Produk
unggulan Dupont ini memiliki bentuk
formulasi berupa pekatan dengan warna putih kekuningan yang bisa dengan mudah disuspensikan
dengan air. Insektisida Prevathon berbahan aktif klorantraniliprol 50 g /
l.
Prevathon
termasuk dalam golongan insektisida sistemik serta bekerja sebagai racun kontak
lambung dan saraf, dan bekerja secara translaminar. Insektisida ini cocok
digunakan pada berbagai tanaman, seperti tomat, kakao, tebu, kelapa sawit,
kubis, bawang merah, kedelai, mentimun, tembakau, kentang, cabai, dll.
Meskipun harga dari
produsen tergolong cukup mahal, namun kualitas hasil insektisida Prevathon
sudah terbukti efektif dan sangat memuaskan untuk petani. Maka tidak heran
apabila produk ini sudah banyak digunakan oleh petani untuk mengatasi hama
serangga.
Keunggulan dari
insektisida Dupont Prevathon yaitu :
· Tidak mengganggu pengguna / aplikator saat
proses pengaplikasian insektisida Prevathon, karena tidak memiliki bau tajam
· Memiliki bentuk formulasi berupa cairan
pekat mudah larut dengan air
· Bekerja secara kontak, lambung, dan syaraf,
sehingga mampu membunuh serangga pengganggu
· Sangat efektif untuk mengatasi ulat grayak
yang banyak menyerang cabai dan tanaman perkebunan lainnya
· Pada saat pengaplikasian pada tanaman bisa
dicampurkan dengan insektisida dan fungisida modern lain
· Prevathon 50 SC tersedia dalam kemasan
botol isi bersih 100 ml dan 250 ml
Setelah mengetahui
karakteristik dan keunggulan dari insektisida Prevathon, selanjutnya kita akan
membahas cara aplikasi dan dosis penggunaan insektisida Prevathon. Untuk aplikasi
dan dosis penggunaan insektisida Prevathon 50 SC, caranya yaitu :
·
Untuk aplikasi pertama, lakukan setelah
muncul gejala pertama serangan hama
· Sesuaikan dosis atau konsentrasi aplikasi
insektisida Prevathon dengan dosis pada kemasan / label produk insektisida
· Apabila Anda menggunakan Prevathon dengan
dosis tidak sesuai, resiko tersebut harus Anda tanggung sendiri
·
Campurkan Prevathon dengan air saat akan
diaplikasikan pada tanaman
· Teliti lagi cara penggunaan insektisida Prevathon
50 SC sebelum mengaplikasikannya pada tanaman yang terserang
Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggunakan Insektisida Prevathon
Dalam menggunakan insektisida
Prevathon, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam menggunakan insektisida Prevathon diantaranya yaitu :
· Baca petunjuk penggunaan insektisida
Prevathon terlebih dahulu agar mendapatkan hasil maksimal
· Saat tidak digunakan, simpan insektisida Prevathon
di tempat yang jauh dari jangkauan anak – anak. Hal ini harus dilakukan karena
Prevathon mampu menyebabkan keracunan yang berakibat gangguan pernafasan,
kulit, dan mata
Baca
Juga : Kacang Buncis Banyak Manfaat Cocok Untuk Budidaya
Demikian artikel berjudul Insektisida
Prevathon Unggulan Petani Atasi Serangan Serangga ini saya tulis dan
sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan berdampak
positif untuk Anda.
Apabila masih terdapat hal
– hal yang masih kurang jelas atau ingin Anda tanyakan langsung saja hubungi
Pertanian Indonesia melalui layanan chat di laman web kami atau melalui no.
telepon 081252271859 (Khusus Layanan
WA/SMS). Salam sukses dan sampai jumpa.
