Tanaman Bawang Daun Penghasil Untung. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko online terpercaya yang menyediakan berbagai sarana dan prasarana pertanian terbaik berkualitas dengan harga murah.
Tanaman bawang daun jadi salah satu solusi jitu untuk petani dalam menghasilkan keuntungan. Asalkan budidayanya dilakukan secara baik dan benar, maka keuntungan dari tanaman bawang daun bisa didapatkan secara maksimal.
Tanaman Bawang Daun
Tanaman ini merupakan salah satu jenis tanaman bawang yang bisa kita jumpai dengan mudah dalam kehidupan sehari – hari. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai penambah rasa dan aroma pada masakan, bumbu masak, dan juga untuk mempercantik tampilan makanan.
Tanaman bawang daun kaya dengan berbagai nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Manfaat mengkonsumsi tanaman bawang daun contohnya seperti :
· Mengobati infeksi
Bawang daun memiliki sifat anti jamur, anti bakteri dan anti virus, sehingga jika dikonsumsi bisa mengobati luka dan infeksi pada tubuh.
· Menurunkan berat badan
Berat badan bisa turun dengan mengkonsumsi bawang daun, karena tanaman ini rendah kalori sehingga sangat cocok untuk menurunkan berat badan.
· Menjaga kesehatan kulit
Kaya dengan kemferfol dan quercetin membuat bawang daun cocok untuk menjaga kesehatan kulit.
· Menjaga kesehatan jantung
Senyawa cycloaliin pada tanaman bawang daun sangat bermanfaat untuk tubuh. Senyawa ini mampu mengencerkan darah, mengurangi resiko penyakit aterosklerosis, dan melindungi kesehatan jantung dari berbagai macam penyakit.
· Mengobati diabetes
Diabetes bisa teratasi dengan mengkonsumsi bawang daun, karena tanaman ini mengandung nutrisi berupa allium dan alil disulfida yang mampu mencegah degradasi insulin dan meningkatkan metabolisme glukosa dalam tubuh.
Baca Juga : Kacang Buncis Banyak Manfaat Cocok Untuk Budidaya
Benih Bawang Daun Terbaik Dan Unggul

Benih bawang daun unggul jadi sebuah keharusan untuk petani agar berhasil melakukan budidaya tanaman bawang daun. Sifat – sifat unggul yang dimiliki dari benih bawang daun unggul nantinya akan menghasilkan tanaman yang memiliki berbagai sifat – sifat unggul yang mmenguntungkan petani.
Untuk lebih mempermudah petani, kami punya beberapa rekomendasi benih bawang daun berkualitas untuk Anda. Produk rekomendasi kami sudah banyak digunakan, sehingga kualitasnya tidak perlu Anda ragukan.
Produk – produk benih bawang daun unggul rekomendasi Pertanian Indonesia diantaranya yaitu :
· Fragrant
Adalah benih bawang daun kualitas terbaik produk dari PT Known You Seed. Fragrant Known You Seed tersedia dalam kemasan sachet ukuran 10 gram dan beradaptasi dengan baik pada dataran rendah sampai dataran menengah pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari Fragrant yaitu tahan terhadap penyakit layu bakteri dan layu fusarium, tahan suhu lembab dan panas kering, penanaman mudah, dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman berumur sekitar ± 105 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 20 ton per ha.
· Freda
Merupakan benih bawang daun unggul kualitas terbaik dari PT Known You Seed. Freda Known You Seed tersedia dalam kemasan sachet ukuran 10 gram dan beradaptasi dengan baik di dataran menengah sampai dataran tinggi pada musim kemarau dan musim hujan.
Keunggulan dari Freda yaitu tahan terhadap penyakit layu fusarium dan layu bakteri, penanaman mudah, memiliki vigor yang kokoh, serta nilai jualnya tinggi di pasaran.
Proses pemanenannya bisa dilakukan setelah tanaman berumur sekitar ± 105 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai ± 25 ton per ha.
Baca Juga : OR Twist 42 F1 Cabe Terbaru Usaha Agrobisnis Petani Sayuran
Budidaya Bawang Daun Pertanian Indonesia

Bawang daun untuk budidaya
mampu memberikan keuntungan di tengah sulitnya perekonomian di masa pandemi
seperti sekarang. Karena itu, petani
bisa melakukan budidaya bawang daun untuk menambah pundi – pundi penghasilan
dan mengusir rasa bosan.
Budidaya tanaman bawang daun
secara baik dan benar yaitu :
·
Persiapan
dan penyemaian benih
Siapkan
benih, media semai, dan wadah semai. Untuk media semai terbuat dari campuran
tanah yang sudah digemburkan dan pupuk kandang dengan menggunakan perbandingan
1 : 1. Setelah itu, sebar benih secara merata pada wadah semai (tray semai).
Lalu
tutupi dengan tanah tipis – tipis sedalam 0,5 cm – 1 cm. Sirami dengan air
secukupnya. Jika bibit sudah memiliki 2 – 3 helai daun, maka bibit siap
dipindahkan ke lahan tanam.
·
Pengolahan
lahan
Olah
lahan tanam terlebih dahulu dengan mencangkul atau membajak sawah menggunakan
bantuan hewan ternak atau menggunakan traktor.
Cangkul
sedalam 30 – 40 cm, lalu tambahkan pupuk kandang pada lahan tanam. Dengan
memberikan pupuk kandang, maka tanah akan menjadi lebih subur.
Setelah
itu, buat bedengan. Buat dengan ukuran lebar 1 – 1,2 meter, tinggi 30 cm, dan
panjang menyesuaikan dengan kondisi lahan tanam. Berikan juga jarak antar
bedengan sekitar ± 30 cm.
Berikan
pupuk dasar pada bedengan. Gunakan pupuk dasar berupa pupuk organik (pupuk
kandang atau kompos) dan berikan sesuai dengan dosis.
Setelah
itu, cek tingkat keasaman tanah. Jika masih terlalu asam, berikan dolomite atau
kapur pertanian dengan dosis hingga pH tanah menjadi lebih netral.
·
Penanaman
Pindahkan
bibit ke dalam lubang tanam pada bedengan. Ambil bibit dari media semainya
secara hati – hati, lalu masukkan bibit ke dalam lubang tanam.
Tempatkan
pada lubang tanam dengan posisi tegak lurus, lalu tutupi dengan tanah di
sekitarnya. Sirami bibit tersebut sampai terlihat basah. Usahakan lakukan
proses penanaman ini pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik sinar
matahari pada siang hari.
·
Perawatan
/ pemeliharaan
Lakukan
proses pemeliharaan secara rutin untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Beberapa proses pemeliharaan dalam budidaya bawang daun yaitu :
1. Pengairan / penyiraman
Sirami bawang dengan seimbang / secukupnya.
Jika penyiraman dilakukan secara berlebihan, maka akan berdampak kurang baik
pada tanaman, seperti menyebabkan bakteri dan jamur
2. Penyiangan gulma
Lakukan penyiangan gulma secara rutin. Dengan
melakukan penyiangan gulma secara rutin, maka resiko tanaman terserang penyakit
dan hama bisa menurun.
Selain itu, bawang daun juga tidak
mendapatkan persaingan dalam mendapatkan nutrisi yang diberikan.
3. Pendangiran
Lakukan proses pendangiran agar
menggemburkan tanah bedengan supaya lebih padat. Lakukan secara bertahap sampai
menjadi padat.
4. Pemupukan susulan
Jangan lupa berikan pupuk susulan. Gunakan pupuk
berupa pupuk Urea, SP – 36, dan KCl.
Aplikasi pemupukan Urea dengan dosis 200 kg
/ ha sebanyak 2 kali, yakni pada tanaman berumur 21 hari (1/2 dosis) dan
berumur 42 hari.
Berikan juga pupuk KCl dan SP 36 sebayak 2
kali, dengan dosis pemupukan susulan pertama sebanyak KCl 50 kg dan SP 36
50 kg, dan dosis pemupukan susulan kedua
sebanyak KCl 25 kg dan SP 36 50 kg.
Aplikasi pemupukan dengan cara membuat larikan
sepanjang ± 5 cm di kanan dan kiri batang, lalu taburkan pupuk pada larikan
tersebut. Setelah itu, tutupi larikan tersebut kembali dengan tanah.
Baca
Juga : Jual Kacang Panjang Kanton Tavi F1 Termurah Di Pertanian Indonesia
·
Pengendalian
hama dan penyakit
Persoalan
hama dan penyakit selalu jadi salah satu ancaman utama dalam melakukan budidaya
tanaman. Jika hal ini tidak segera diatasi maka akan menyebabkan kerugian untuk
petani, entah dalam jumlah kecil atau besar.
Beberapa
hama dan penyakit yang menjadi ancaman dalam budidaya tanaman bawang daun yaitu
:
1. Kutu Bawang
Hama kutu bawang (Thrips Tabaci Lind.) memiliki
nama lain yan lebih populer, yaitu gurem. Thrips menyerang tanaman ini dengan
cara menghisap cairan tanaman, entah pada bagian batang, ataupun bagian
lainnya.
Gejala serangan hama thrips yaitu daun
berubah warna dari kuning menjadi pucat (putih atau keperakan), daun menjadi
keriting, dan lama – lama menjadi layu, kering, dan mati.
Untuk mengatasi serangan thrips, caranya
yaitu dengan menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan rotasi tanaman,
memanfaatkan musuh alami thrips, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai
dengan dosis.
2. Ulat Tanah
Hama ulat tanah (Agrotis ipsilon) merupakan
larva dari ngengat. Ulat ini mulai umumnya mulai menyerang setelah tanaman berumur
sekitar ± 1
– 30 hari setelah tanam.
Bagian tanaman yang sering terserang oleh
hama ulat tanah yaitu daun dan pucuk tanaman. Larva akan menetas setelah 3 – 24
hari, tergantung dengan suhu lingkungannya.
Larva muda memiliki tubuh sepanjang 5 – 10 mm
berwarna abu – abu muda. Ulat tanah akan aktif pada malam hari dan bersembunyi
dalam tanah pada siang hari.
Gejala serangan hama ulat tanah yaitu terdapat
lubang kecil tak beraturan pada daun, batang terpotong pada permukaan tanah,
serta terdapat terowongan di dalam batang.
Untuk mengatasi serangan hama ulat tanah,
caranya yaitu dengan memotong dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan
penyiangan gulma, memasang perangkap, serta melakukan aplikasi insektisida
sesuai dengan dosis.
3. Bercak ungu
Penyebab penyakit bercak ungu adalah infeksi
cendawan Alternaria porri. Cendawan ini mampu bertahan dari musim ke
musim pada sisa – sisa tanaman yang telah terinfeksi. Spora jamur ini bisa
menyebar melalui media angin.
Gejala serangan penyakit bercak ungu yaitu terdapat
bercak kecil dan melekuk berwarna putih sampai kelabu, ujung daun menjadi
kering, serta pada cuaca yang lembab permukaan bercak berwarna hitam sampai coklat.
Untuk mengatasi serangan penyakit bercak
ungu, cara yang bisa dilakukan yaitu menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan
rotasi tanaman, memotong dan memusnahkan tanaman yang terserang, serta
melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.
4. Busuk daun
Penyebab penyakit busuk daun adalah infeksi
cendawan Peronospora destructor. Penyakit ini akan lebih berkembang pada
musim hujan dengan cuaca lembab dan suhu malam hari yang rendah.
Gejala serangan penyakit busuk daun yaitu
daun menjadi menguning, layu dan kering, terdapat kapang pada permukaan daun,
serta daun menjadi mati yang diselimuti oleh kapang hitam.
Untuk mengatasi serangan penyakit ini, cara
yang bisa dilakukan yaitu memotong dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan
rotasi tanaman, melakukan pemupukan berimbang, serta melakukan aplikasi
fungisida sesuai dengan dosis.
5. Orong – orong
Hama orong – orong merupakan serangga
berukuran sedang dengan warna coklat dan memiliki kulit pelindung yang tebal. Hewan
ini biasa hidup dalam tanah, dengan beberapa bagian tubuhnya yang termodifikasi.
Hewan orong – orong termasuk ke dalam golongan Gryllotalpidae.
Orong – orong atau anjing tanah
memiliki sayap pendek dan aktif pada malam hari. Pada musim kawin, orong –
orong mampu mengeluarkan suara, mirip seperti jangkrik.
Gejala serangan hama orong – orong pada
tanaman yaitu tanaman menjadi layu, dan terdapat lubang – lubang pada akar.
Untuk mengendalikan serangan hama orong –
orong, caranya yaitu dengan menjaga kebersihan lahan tanam, memanfaatkan
predator alami orong – orong, melakukan pemupukan menggunakan pupuk kandang,
serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.
6. Antraknosa
Penyakit antraknosa disebabkan oleh infeksi
cendawan Colletotrichum gloesporioiodes. Cendawan ini bisa menyebar
melalui media air.
Curah hujan tinggi, udara yang lembab, dan suhu yang sesuai akan semakin membuat perkembangan penyakit ini menjadi lebih cepat.
Untuk mengatasi serangan penyakit antraknosa,
caranya yaitu dengan memotong dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan
penyiangan gulma, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan aplikasi fungisida
sesuai dengan dosis.
·
Pemanenan
Ciri
– ciri bawang yang sudah siap panen yaitu tekstur daun keras jika ditekan
dengan tangan, rumpunnya mulai banyak, dan sebagian daunnya terlihat menguning.
Setelah
memiliki ciri ciri tersebut, maka sudah pasti tanaman bawang daun siap panen.
Waktu panen dan potensi hasil panennya bervariasi tergantung dengan varietas
benih yang Anda tanam.
Untuk
cara panennya, lakukan dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman sampai
akarnya. Setelah itu, bersihkan dan sortir. Terakhir, segera pasarkan karena
bawang daun akan cepat busuk jika tidak segera dipasarkan.
Baca
Juga : Kubis Kaya Manfaat Cocok Untuk Agrobisnis
Demikian
artikel berjudul Tanaman Bawang Daun Penghasil Untung ini saya tulis dan
sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan dampak
positif untuk pembaca semua.
Jika
masih terdapat hal – hal yang masih kurang jelas Anda bisa langsung hubungi Pertanian Indonesia melalui fitur chat
pada laman web kami atau melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Sekian dan terima kasih.