Hewan Serangga Hama Utama Berbagai Tanaman. 081252271859 WA/SMS Pertanian indonesia. Pertanian Indonesia merupakan toko pertanian online terpercaya yang jual dan menyediakan sarana dan prasarana pertanian dengan harga murah dan kualitas terbaik.
Hewan serangga jadi salah satu hama utama dalam kegiatan budidaya tanaman. Hama serangga yang menyerang tanaman akan menyebabkan kerusakan jika tidak segera ditangani, sehingga petani harus segera mengatasi hewan ini agar tidak menimbulkan kerugian dan kerusakan semakin parah.
Hewan Serangga
Serangga atau insekta merupakan hewan beruas yang memiliki daya adaptasi sangat baik. Berdasarkan sejarah, fosil hewan serangga sudah mulai ditemukan sejak masa Ordovicius.
Pada masa tersebut, fosil – fosil yang telah ditemukan tersebut contohnya yaitu fosil kecoa dan capung raksasa primitif. Fosil lainnya yaitu nyamuk serta lalat yang terperangkap pada getah tumbuhan.
Kelompok hewan serangga termasuk dalam kategori hewan paling banyak dibandingkan dengan kelompok fauna lainnya. Penyebabnya, yaitu daya adaptasinya yang sangat baik. Tak mengherankan jika sejak 350 juta tahun lalu serangga sudah hidup di bumi.
Selama kurun waktu tersebut, hewan serangga sudah mengalami berbagai fase adaptasi . Adaptasi tersebut membuat mereka menyesuaikan dan berevolusi dengan berbagai kondisi kehidupan pada zaman tersebut.
Ukuran kebanyakan hewan serangga umumnya relatif kecil jika dibandingkan dengan hewan vertebrata. Beberapa diantaranya juga memiliki sayap untuk menghindari predator serta memungkinkan mereka untuk lebih mudah bergerak.
Hewan serangga memiliki kemampuan berkembang biak sangat baik, sehingga tak mengherankan jika jumlah populasinya cukup banyak. Namun, siklus hidupnya tergolong cukup pendek. Dalam siklus hidupnya, hewan serangga pada umumnya mengalami metamorfosis sampai mereka dewasa.
Baca Juga : Tanaman Kacang Panjang Serta Cara Menanamnya Dengan Baik Dan Benar
Serangga Hama Tanaman

Banyak sekali hewan serangga yang menjadi hama berbagai tumbuhan. Hewan – hewan tersebut biasanya menyerang berbagai bagian tanaman, mulai dari akar sampai buah.
Beberapa contoh hewan serangga yang banyak menyerang tanaman budidaya yaitu :
· Ulat Kastor
Ulat kastor (Ophiusa melicerta) merupakan jenis ulat dari ngengat berwarna coklat muda dengan sisik pada seluruh bagian tubuhnya. Selain itu terdapat pula pola putih dan hitam cukup khas pada bagian belakang sayapnya.
Ngengat betina akan meletakkan telurnya pada bagian permukaan daun dan bagian tumbuhan lain bertekstur cenderung lunak. Telurnya memiliki warna kehijauan dan biasanya tertata secara rapi.
Setelah beberapa hari, ulat akan menetas. Ulat kastor dewasa memiliki kepala berwarna hitam dan panjang tubuh sekitar ± 60 mm dengan pola warna bervariasi. Masa hidupnya berlangsung selama 15 – 19 hari dengan total perkembangannya selama 33 – 41 hari.
Hama ini mampu menyebabkan serangan pada tumbuhan – tumbuhan seperti kedelai, delima, tomat, kacang hijau, dan jeruk. Gejala serangan ulat kastor yaitu terdapat bekas gigitan pada daun, serta daun menjadi tak bersisa hingga tumbuhan menjadi gundul.
· Ulat Jengkal
Ulat jengkal merupakan hewan serangga larva dari ngengat Autographa nigrisigna. Ngengat ini memiliki pola sayap ke depan. Telur ngengat ini berbentuk bulat. Ulat jengkal berwarna hijau.
Ulat jengkal memakan polong dan helai daun. Saat memakan polong, ulat jengkal biasanya meninggalkan jejak berupa dinding polong tak beraturan dan dalam kondisi rusak. Selain itu, bagian daun terlihat berlubang dan pada serangan berat mengalami skeletonisasi.
Hama ini mampu menyerang berbagai tumbuhan seperti kedelai, tembakau, kentang, jagung, kacang – kacangan, dll.
· Kepik Ludah
Kepik ludah (Demerara froghopper) merupakan salah satu serangga yang banyak menyebabkan kerusakan pada jagung dan padi. Kepik ludah betina secara umum ketika bertelur akan meletakkan telurnya dekat tumbuhan inang.
Setelah mulai menetas, nimfa akan memakan bagian batang dan akar dekat dengan tanah secara berkelompok. Kepik akan membentuk semacam massa ludah yang merupakan cairan berbusa berwarna putih yang terbentuk dari masuknya gelembung udara ke dalam sekresi mereka sendiri.
Massa ludah tersebut merupakan bukti nyata dari aktivitas memamah biak kepik ludah. Kehadiran tanaman inang alternatif akan semakin mendukung sikuls hidup kepik ludah. Hama kepik ludah mampu menyerang tumbuhan seperti padi dan jagung.
· Lalat buncis
Lalat buncis (Ophiomyia phaseoli) merupakan jenis lalat yang menyebabkan kerusakan pada banyak tanaman. Hewan serangga satu ini tersebar luas pada daerah tropis dan subtropis, mulai dari Afrika, Oseania, Hawaii, dan Asia.
Pada kasus cukup parah, tingkat kerugian hasil panen akibat serangan lalat buncis mampu mencapai 30 – 50 persen.
Gejala serangan hama lalat buncis pada tumbuhan yaitu terdapat bintik pada daun, daun menjadi kering dan rontok, serta terdapat garis melengkung berwarna perak pada tangkai daun.
Tumbuhan yang mampu terserang hama lalat buncis contohnya yaitu buncis, kentang, jagung, tembakau, padi, dll.
Baca Juga : Alat Pertanian Sarana Penting Dalam Kegiatan Bercocok Tanam
· Rayap
Rayap (Termitidae) merupakan hewan serangga berukuran kecil yang biasanya hidup dalam tanah. Mereka umumnya hidup secara berkoloni dan terdapat raja dan ratu dalam koloninya. Raja dan ratu rayap memiliki tugas utama dalam hal perkembangbiakan.
Makanan utama rayap yaitu selulosa pada kayu, kulit tumbuhan, sabuk kelapa, kertas rumput, dll. Selain selulosa, rayap juga memakan jamur.
Mereka akan mencari makan dari sarang mereka yang terlindungi melalui terowongan bawah tanah, dan pada akar tanaman. Jika tidak terdapat bahan makanan yang dibutuhkan, rayap akan menyerang tumbuhan sekitarnya.
Gejala serangan rayap pada tanaman yaitu tanaman menjadi layu dan sering roboh, muncul rayap dan terowongan di dalam akar dan sekitarnya, serta bagian akar dan pangkal batang tanaman menjadi berlubang.
Tanaman yang bisa terserang oleh hama rayap contohnya yaitu tebu, kacang tanah, jagung, singkong, terong, dan gandum.
· Walang Sangit
Walang sangit (Leptocorisa spp.) merupakan hewan serangga yang banyak menyerang tanaman padi. Walang sangit memiliki tubuh berwarma coklat kelabu, berbentuk memanjang dengan panjang ± 2 cm, serta memiliki belalai (proboscis) untuk menghisap cairan tanaman.
Walang sangit betina mampu menghasilkan telur sebanyak 100 – 200 telur. Mereka akan meletakkan telurnya pada bagian daun tanaman. Nimfa walang sangit memiliki warna hijau yang berangsur – angsur berubah warna menjadi coklat.
Fase nimfa berlangsung selama ± 17 – 27 hari. Dalam fase ini walang sangit mengalami pergantian kulit sebanyak 5 kali. Hewan serangga walang sangit banyak ditemukan di semua lingkungan sawah.
Selain itu, daerah – daerah hutan rerumputan liar, serta daerah berumput luas di dekat sawah merupakan tempat tinggal kesukaan hewan serangga satu ini.
Hewan serangga ini umumnya menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) serta cairan buah, sehingga tanaman yang terserang menjadi menguning dan kekurangan unsur hara, serta kondisi tanaman lama – lama menjadi lemah.
Hewan serangga ini mendapatkan namanya dari bentuk pertahanan dirinya. Bentuk pertahanan diri walang sangit yaitu mengeluarkan aroma sangit yang sangat menyengat hidung.
Gejala tanaman terserang oleh insekta walang sangit yaitu bulir menjadi kosong atau tidak berisi, bulir mengalami kerusakan, serta bentuk bulir mengalami perubahan. Tanaman yang biasa terserang oleh hewan serangga walang sangit yaitu padi.
Cara Mengatasi Hama Hewan Serangga

Salah satu cara paling
ampuh dalam menghadapi serangan hewan serangga yaitu menggunakan insektisida.
Penggunaan insektisida ampuh jadi salah satu cara jitu bagi para petani karena
harganya tidak terlalu mahal dan bisa digunakan beberapa kali.
Beberapa contoh produk
insektisida unggul rekomendasi Pertanian
Indonesia yaitu :
·
Buldok
25 EC
Buldok 25 EC
adalah produk insektisida unggul dari PT
Bayer Indonesia. Buldok Bayer
termasuk dalam kategori insektisida sistemik. Bentuk formulasi dari insektisida
Buldok yaitu pekatan berwarna kuning yang bisa diemulsikan. Insektisida Buldok
25 EC berbahan aktif Beta Siflutrin 25 g/L.
Produk
pestisida dari Bayer CropScience ini ramah terhadap
lingkungan sekitar dan aman terhadap predator alami serta sangat efektif untuk
mengatasi hewan serangga.
Petani banyak menggunakan insektisida Buldok
karena efektif untuk mengatasi berbagai hama hewan
serangga pada berbagai tanaman, seperti melon, jeruk, cabai, kentang, apel,
mangga, tomat, semangka, bawang merah, dan tembakau.
Buldok 25 EC
tersedia dalam kemasan botol dengan isi bersih 100 ml, 250 ml, dan 500 ml. Jika
Anda tertarik mendapatkan insektisida Buldok
25 EC dengan harga murah, beli segera melalui Pertanian Indonesia dengan cara klik disini.
·
Prevathon
50 SC
Prevathon 50 SC
merupakan produk insektisida unggul dari PT
Dupont Agricultural Products Indonesia. Prevathon termasuk ke dalam kategori insektisida sistemik dan
sangat efektif dalam membasmi hewan serangga.
Insektisida Prevathon 50 SC berbahan
aktif Klorantraniliprol 50 g/L dengan bentuk formulasi berupa pekatan
suspensi berwarna putih tidak terlalu kental. Insektisida ini sudah terkenal di
kalangan petani dan terbukti ampuh dalam mengatasi serangan hewan serangga.
Pestisida
unggulan produk dari Dupont ini
sangat mudah dan penggunaannya sangat praktis. Penggunaan Prevathon 50 SC cocok untuk membasmi hewan serangga yang
menyerang tanaman seperti anggur, padi, kacang panjang, tomat, cabai, sawi, dan
tembakau.
Prevathon 50 SC
tersedia dalam kemasan botol dengan isi bersih 100 ml dan 250 ml. Jika Anda
tertarik mendapatkan insektisida Prevathon
50 SC dengan harga murah, beli segera melalui Pertanian Indonesia dengan cara klik disini.
·
Pegasus
500 SC
Pegasus 500 SC adalah produk pestisida unggul produk dari PT Syngenta Indonesia. Pegasus 500 SC termasuk dalam kategori insektisida sistemik. Bentuk formulasi dari insektisida Pegasus yaitu berupa pekatan suspensi berwarna putih keabu – abuan yang bisa larut dengan air.
Cara
kerja dari Pegasus 500 SC yaitu
sebagai racun kontak dan perut. Pegasus
500 SC cocok untuk membasmi hewan serangga pada tanaman seperti semangka,
apel, kentang, cabai, bawang merah, kubis, dll.
Jika
Anda ingin mendapatkan insektisida Pegasus
500 SC dengan harga murah, segera beli melalui Pertanian Indonesia dengan cara klik disini.
Baca
Juga : Pupuk Kimia Dan Perannya Dalam Pertanian
·
Stargate
600 SC
Stargate 600 SC
adalah produk insektisida unggulan dari PT
Bina Guna Kimia (FMC Indonesia). Stargate
termasuk dalam kategori insektisida sistemik. Bentuk formulasi dari insektisida
Stargate yaitu berupa pekatan berupa
berwarna putih yang bisa diemulsikan.
Stargate 600 SC berbahan
aktif Klotianidin 600 g/L. Pestisida jenis insektisida ini berkerja sebagai racun kontak dan
lambung, sehingga ampuh dalam mengatasi serangan hewan serangga yang sangat
mengganggu.
Selain
itu, penggunaan insektisida Stargate 600
SC aman terhadap predator alami insekta sehingga sangat berguna untuk
petani.
Keunggulan
lain dari insektisida Stargate yaitu cepat diserap oleh tanaman, bisa digunakan
dalam dosis rendah, tahan lama terhadap tanaman, serta mampu mengendalikan hama
yang telah resistan terhadap insektisida lain.
Penggunaan Stargate
cocok untuk membasmi insekta pengganggu pada tanaman seperti mangga,
jagung, padi, dll. Stargate 600 SC
tersedia dalam kemasan botol dengan isi bersih 100 ml.
Jika
Anda ingin mendapatkan insektisida Stargate
600 SC dengan harga murah, segera beli melalui Pertanian Indonesia dengan cara klik disini.
·
Diazinon
10 GR
Diazinon 10 GR
adalah salah satu produk insektisida unggul dari PT Petrokimia Kayaku. Diazinon
10 GR memiliki bentuk formulasi berupa butiran berwarna ungu dengan bahan
aktif diazinon 10 %.
Cara
kerja insektisida Diazinon yaitu
sebagai racun kontak dan lambung, sehingga sangat efektif dalam mengatasi hama
insekta. Petani Indonesia sudah banyak menggunakan Diazinon karena sangat mudah dan praktis.
Keunggulan
– keunggulan lain dari Diazinon
10 GR yaitu tahan lama, ramah lingkungan, mudah diaplikasikan pada tanaman,
serta bisa membasmi hama yang sulit dibasmi.
Penggunaan Insektisida Diazinon cocok untuk membasmi insekta pada berbagai tanaman, seperti tebu, kelapa,
nanas, kelapa sawit, kedelai, jagung, dll.
Diazinon 10 GR
tersedia dalam kemasan sachet dengan isi bersih 1 kg. Jika Anda ingin
mendapatkan Diazinon dengan harga
murah, beli segera melalui Pertanian Indonesia dengan cara klik disini.
·
Cypermax
100 EC
Cypermax 100 EC adalah
insektisida produk unggulan dari PT
Multi Sarana Indotani yang didistribusikan oleh PT Tanindo Subur Prima dengan menggunakan merek dagang Cap Kapal Terbang.
Bentuk
formulasi dari Cypermax 100 EC yaitu berupa pekatan berwarna kekuningan yang
bisa diemulsikan dengan bahan aktif Sipermetrin 100 g/L.
Insektisida Cypermax cocok
untuk mengatasi hewan serangga pengganggu yang menyerang tanaman budidaya,
seperti cabe, kakao, bawang merah, kedelai, semangka, kubis, dll.
Cypermax 100 EC
tersedia dalam kemasan botol dengan isi bersih 100 ml. Jika Anda ingin
mendapatkan Cypermax dengan harga
murah, beli segera melalui Pertanian Indonesia dengan cara klik disini.
Baca
Juga : Tanaman Timun Menguntungkan Untuk Budidaya Hortikultura
Nah, itulah beberapa
produk insektisida unggulan rekomendasi Pertanian
Indonesia untuk Anda. Selain produk – produk diatas, masih terdapat banyak
lagi produk – produk insektisida yang terdapat pada halaman web Pertanian Indonesia untuk
membasmi hama serangga.
Demikian artikel berjudul Hewan
Serangga Hama Utama Berbagai Tanaman ini saya tulis dan sampaikan
kepada Anda. Semoga artikel tentang ini
bisa memberikan dan bermanfaat positif untuk Anda semua.
Jika masih terdapat hal –
hal yang kurang jelas mengenai artikel tentang hewan serangga ini langsung saja hubungi Pertanian
Indonesia melalui no. telepon 081252271859 (Layanan WA/SMS). Sekian dan terima kasih.