ZPT Bigest 40 EC

ZPT Bigest 40 EC

  • Merek:TANINDO
  • Kode Produk: ZPT
  • Ketersediaan: 20
  • Rp25.000

  • Sebelum Pajak: Rp25.000

Dukungan Pengiriman

Pilihan yang Tersedia

Checkout
- OR -

Layanan Estimasi Biaya

ZPT Bigest 40 EC salah satu produk obat tanaman berupa hormon tumbuhan/zat pengatur tumbuh tanaman dari PT. Multi Sarana Indotani dengan distributor PT. Tanindo Intertraco. Bigest 40 EC berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan berwarna coklat kekuningan, dengan kandungan bahan aktif asam giberelat (GA3) 40 g/l.

ZPT Bigest 40 EC berguna meningkatkan pembentukan, pembesaran, bobot dan produksi pada tanaman jeruk. Manfaat Bigest 40 EC juga meningkatkan pertumbuhan jumlah anakan dan gabah kering pada panen/rumpun tanaman padi. Dan kegunaan Bigest 40 EC juga bisa meningkatkan hasil pucuk basah tanaman teh.

Tanaman|Manfaat Bigest 40 EC|Dosis Bigest|Cara pemakaian :

  • Jeruk ; meningkatkan pembentukan buah ; 150-300 ml/ha ; penyemprotan volume tinggi.
  • Jeruk ; meningkatkan buah, bobot buah, produksi buah ; 75-150 ml/ha ; penyemprotan volume tinggi.
  • Mentimun ; meningkatkan tinggi, jumlah bunga, jumlah buah, hasil buah/tanaman, hasil/petak, hasil/hektar ; 1-2 ml/14liter air ; penyemprotan volume tinggi.
  • Padi ; meningkatkan bobot, panjang malai, jumlah gabah/malai, bobot gabah ubinan ; 57,14 ml/ha ; penyemprotan pada 30HST, 50HST, 70HST.
  • Teh ; meningkatkan hasil pucuk basah ; 2,5-3,75 ml/10liter air ; penyemprotan volume tinggi.

Catatan :

  • Baca petunjuk penggunaan Bigest 40 EC pada label kemasan sebelum menggunakannya.
  • ZPT Bigest 40 EC mengandung bahan kimia, simpan ditempat yang aman, hati-hati dalam penggunaannya.
  • Pertanian Indonesia sebagai toko pertanian jual Bigest 40 EC harga murah, dalam kemasan isi 10 ml/botol.
Kemasan
Botol 10 ml
Keterangan
Harga Harga belum termasuk biaya kirim
Belanja Online
Sms / Wa 0812- 5227 - 1859
Layanan Estimasi Biaya

Tulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Buruk           Baik

Tags/penandaan: pupuk, zpt, bigest 40 ec, tanindo, pertanian indonesia